Pengertian dan Klasifikasi Batuan Beku

Oleh : UAO - 28 March 2022 12:02 WIB

Pengertian batuan beku merupakan jenis batuan yang dari magma yang terbentuk yang mendingin dan juga mengeras dengan atau pun tanpa proses kritalisasi baik di bawah permukaan sebagai batuan instrusif atau pun di atas permukaan bumi sebagai ekstrutif. Batuan beku dalam bahasa latin yaitu disebut sebagai igneus (ignis) yang berarti api.

Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, “api”) adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif(vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi.

Menurut para ahli seperti Turner dan Verhoogen (1960), F. F Groun (1947), Takeda (1970), magma didefinisikan sebagai cairan silikat kental yang pijar terbentuk secara alamiah, bertemperatur tinggi antara 1.500–2.5000C dan bersifat mobile (dapat bergerak) serta terdapat pada kerak bumi bagian bawah. Dalam magma tersebut terdapat beberapa bahan yang larut, bersifat volatile (air, CO2, chlorine, fluorine, iron, sulphur, dan lain-lain) yang merupakan penyebab mobilitas magma, dan non-volatile (non-gas) yang merupakan pembentuk mineral yang lazim dijumpai dalam batuan beku.

Pada saat magma mengalami penurunan suhu akibat perjalanan ke permukaan bumi, maka mineral-mineral akan terbentuk. Peristiwa tersebut dikenal dengan peristiwa penghabluran. Berdasarkan penghabluran mineral-mineral silikat (magma), oleh NL. Bowen disusun suatu seri yang dikenal dengan Bowen’s Reaction Series.

Dalam mengidentifikasi batuan beku, sangat perlu sekali mengetahui karakteristik batuan beku yang meliputi sifat fisik dan komposisi mineral batuan beku.

Jenis Batuan Beku

  • Batu Obsidian

Batu obsidian adalah salah satu contoh batuan beku. Batu obsidian ini biasanya sering disebut sebagai batu kaca. Batu obsidian ini nenpunyai ciri – ciri berwarna hitam atau cokelat tua dan nenpunyai permukaan yang halus serta bisa dibilang mengkilap.

  • Batu Granit

Batu granit adalah salah satu tipe batuan beku. Batu granit terbentuk dari butiran – butiran yang kasar yang semi dan berwarna – warni. Disebut semi berwarna warni karena type batu ini mempunyai warna yang berbeda – beda, Ada yang berwarna putih dan juga ada yang berwarna keabu – abuan.

  • Batu Basal

Batu basal mempunyai ciri – ciri berwarna gelap, berat, banyak mengandung besi, sedikit mengandung mineral silika batuan vulkanik, serta biasanya membentuk lempeng samudera kepada permukaan bumi. Warna batu ini pun dapat dibilang semi berwarna karena memiliki warna yang bermacam – macam contohnya seperti warna putih dan abu-abu.

Struktur Batuan Beku

Struktur Batuan Beku adalah pembagian batuan beku berdasarkan bentuk batuan beku dan proses kejadiannya, yang terbagi menjadi:

  • Struktur Bantal (pillow structure)
    Struktur Bantal adalah struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi tertentu yang dicirikan oleh massa batuan yang berbentuk bantal, berukuran antara 30-60 cm dan biasanya jarak antar bantal berdekatan dan terisi oleh bahan-bahan dari sedimen klastik, terbentuk di dalam air dan umumnya terbentuk di laut dalam.
  • Struktur Vesikular
    Struktur Vesikular adalah struktur pada batuan ekstrusi yang terdapat rongga-rongga yang berbentuk elip, silinder maupun tidak beraturan. Terbentuknya rongga-rongga terjadi akibat keluarnya/dilepaskannya gas-gas yang terkandung di dalam lava setelah mengalami penurunan tekanan.
  • Struktur Aliran
    Struktur Aliran terjadi akibat lava yang disemburkan tidak ada yang dalam keadaan homogen, karena saat lava menuju ke permukaan selalu terjadi perubahan komposisi, kadar gas, kekantalan, dan derajat kristalisasi. Struktur aliran dicerminkan dengan adanya goresan berupa garis-garis yang sejajar, perbedaan warna dan teksturnya.
  • Struktur Kekar
    Struktur Kekar adalah bidang-bidang pemisah/retakan yang terdapat dalam semua jenis batuan, biasanya disebabkan oleh proses pendinginan tetapi ada yang disebabkan oleh gerakan-gerakan di dalam bumi yang berlaku sesudah batuan mengalami pembekuan.

Retakan-retakan yang memotong sejajar dengan permukaan bumi menghasilkan struktur perlapisan, sedang yang tegak lurus dengan permukaan bumi akan menghasilkan struktur bongkah. Retakan dapat pula membentuk kolom-kolom yang dikenal dengan struktur kekar meniang (columnar jointing), hal ini disebabkan karena adanya pendinginan dan penyusutan yang merata dalam magma dan dicirikan oleh perkembangan retakan membentuk segi empat, segi lima atau segi enam, umumnya terdapat pada batuan basal.

Klasifikasi Batuan Beku

  • Berdasarkan Sifat Kimia

Berdasarkan sifat kimia atau komposisi kimia dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:

a. Berdasarkan Sifat Asam

Batuan beku asam adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma secara ekstrusif atau hasil pembekuan di daerah permukaan dimana proses pembekuan berada di daerah vulkanik (di permukaan bumi), proses pembekuan sangat cepat dengan temperature yang tinggi sehingga umumnya butiran pada batuan beku basa lebih halus dan berwarna terang  (felsik) dengan indeks color <20%. Batuan beku asam memiliki kandungan silica >65%. Contoh yang digunakan pada batuan beku asam adalah granite dan granodiorite. Keduanya merupakan batuan beku intrusif. Tekstur pada kedua batuan tersebut adalah coarse-grained.

Mineral penyusunnya adalah kuarsa, potassium feldspar, plagioclase feldspar, sodium, biotite,muscovite, dan amphibole. Warna batuan ini tidak begitu gelap, cenderung terang dengan presentase 0-25%. Berat jenis granit 2,67 dan berat jenis granodiorite 2,72.

b. Berdasarkan Sifat Basa

Batuan beku basa adalah batuan yang terbentuk langsung dari pembekuan magma dimana proses pembekuan berada di daerah plutonik (di bawah permukaan bumi ), proses pembekuan sangat lambat dengan temperature yang rendah sehingga umumnya butiran pada batuan bekubasa lebih kasar, jarang memperlihatkan struktur visikular (lubang-lubang gas) dan berwarna gelap (mafik). Batuan beku basa memiliki kandungansilica 45-52%.

Batuan beku basa biasanya berwarna gelap karena ia memiliki kandungan mineral ferromagnesium. Memiliki berat jenis sekitar 2,9-3,2 (Blyth &  Freitas,1984).

Mineral yang menyusunnya ialah pyroxene, plagioclas feldspar, kalsium, dan olivine (Lutgens & Tarbuck, 2012). Tekstur batuan tergantung pada proses pembentukan batuannya. Contoh batuan beku basa adalah gabro,  basalt, dan dolerite.

c. Berdasarkan Sifat Intermediet

Batuan beku intermediet vulkanik adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magmasecara ekstrusif atau hasil pembekuan di daerah permukaan dimana proses pembekuan berada di daerah vulkanik (di permukaan bumi ), proses pembekuan sangat cepat dengan temperature yang tinggi sehingga umumnya butiran pada batuan ini lebih halus dan berwarna Medium gray or medium green (Intermediate) dengan indeks color 20% – 40%.

Komposisi mineralnya antara lain yaitu :

  • Amphibole
  • Plagioclase
  • Feldspar
  • Pyroxene(mineral khusus)

Batuan intermediet yang biasa kita kenal adalah andesit dan diorite. Andesit adalah batuan vulkanik menengah dalam komposisi antara basal dan granit. Hal ini umumnya abu-abu atau hijau dan terdiri dari plagioklas dan mineral gelap (biasanya biotit, amphibole, atau piroksen).

Ini adalah nama untuk Pegunungan Andes, rantai gunung berapi di ujung barat Amerika Selatan, di mana ia berlimpah. Karena gunungapi, andesit biasanya sangat halus berbutir. Diorit adalah setara plutonik dari andesit. Itu bentuk dari magma yang sama seperti andesit dan, akibatnya, sering mendasari andesit seperti rantai pegunungan sebagai Andes. Andesit adalah batuan beku yang terutama terdiri dari ekstrusif feldspars plagioklas piroksen ditambahatau hornblende.

Biotit, magnetit, kuarsa dan sphene adalah unsur umum. Batuan beku intermediate komposisi 52-63% kandunagan sio2, seperti andesit dan diorit, bentuk dengan proses serupa dengan yang menghasilkan magma granit. magma mereka mengandung silika kurang dari granit, baik karena mereka merupakan oleh leleh kerak benua yang lebih rendah dalam silika atau karena magma basaltik dari mantel telah terkontaminasi magma granit.

Berdasarkan Proses Terbentuknya

Berdasarkan proses terbentuknya dibagia menjadi dua jenis, antara lain:

a. Berdasarkan Proses Ekstrusi

Batuan ekstrusi terdiri atas semua material yang dikeluarkan dari dalam bumi kepermukaan baik di daratan maupun di bawah permukaan laut. Batuan akan mendingin dengan proses sangat cepat, sebagian berbentuk padat, debu atau suatu larutan yang kental dan panas, dikenal dengan sebutan lava. Batuan ekstrusi selalu berkaitan dengan jalur gunungapi yang masih aktif maupun sudah mati.

Hasil letusan gunungapi aktif dapat menghasilkan debu yang tersebar keluruh tempat serta terbawa angin, berukuran butir dari kasar sampai sangat halus. Selain debu dihasilkan pula batuan berbentuk padatan yang bercampur dengan material beraneka ukuran yang diendapkan dekat dengan pusat kegiatan yang biasanya dinamakan batuan piroklastik.

Percampuran antara batuan yang berukuran besar dengan lava dan debu vulkanik seingga membentuk agglomerat. Butiran halus seperti debu dan fragmen batuan membentuk batuan tersendiri, bila ukurannya bercampur antara ukuran kerikil dengan halus dinamakan tras sedang bila halus semuanya dinamakan tuf. Selain yang disebut di atas masih ada batuan lain yang termasuk ke dalam batuan ekstrusi adalah cairan magma yang membeku dekat dengan permukaan bumi biasanya berbentuk korok, dike maupun sill.

c. Berdasarkan Proses Intrusi

Batuan intrusi adalah batuan yang terbentuk jauh di bawah permukaan bumi yang berasal dari cairan magma dengan proses pembekuannya berjalan lambat dan perlahan sehingga menghasilkan butiran kristal berukuran kasar. Bentuk dari intrusi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain tubuh pluton memiliki bentuk intrusi yang tidak beraturan berukuran sangat besar sampai puluhan kolimeter dengan ukuran kristal sangat kasar sampai mega kristal. Intrusi berbentuk tabular mempunyai dua bentuk yang berbeda, yaitu dike (retas)  memotong arah lapisan batuan sedang sill searah lapisan batuan.

Pada saat ini sebagian batuan intrusi sudah nampak dipermukaan bumi memiliki bentuk yang khusus secara morfologi serta sangat mudah sekali untuk dikenali. Munculnya dipermukaan bumi disebabkan oleh proses-proses geologi yang bekerja  seperti pengangkatan yang kemudian diikuti oleh proses erosi batuan penutupnya pada tahap akhir muncullah batuan intrisu dipermukaan bumi yang hilang semua batuan penutupnya. Bentuk tidak beraturan pada umumnya berbentuk diskordan dan biasanya memiliki bentuk yang jelas di permukaan bumi. Penampang melintang dari tubuh pluton (intrusi dengan bentuk tidak beraturan) memperlihatkan bentuk yang sangat besar dan kedalamannya yang tidak diketahui batasnya.

Bentuk tidak beraturan biasanya dimiliki luas oleh batolit, singkapan di permukaan memiliki luas yang hampir 100 km2. Sedangkan stok memiliki sifat yang hampir sama dan hanya di ukurnya saja yang jauh berbeda. Batuan beku yang telah mengalami pelapukan ataupun ubahan akan mempunyai komposisi kimia yang berbeda. Karena itu batuan yang akan dianalisa haruslah batuan yang sangat segar dan belum mengalami ubahan

Berdasarkan Mineraloginya

Dalam klasifikasi ini indeks warna akan menunjukkan perbandingan mineral mafik dan felsik. (S.J. Shand, 1943) membagi empat macam batuan, yaitu :

  • Leucrocatic rocks, mengandung kurang 30% mineral mafik.
  • Mesocratic rocks, mengandung 30% – 60% mineral mafik.
  • Melanocratic rocks, mengandung 60% – 90% mineral mafik.
  • Hipermelanic rocks, mengandung lebih 90% mineral mafik.

Sedangkan S. Jellis, 1948 membagi empat golongan pula yaitu :

  • Holofelsic, untuk batuan beku dengan indeks warna kurang 10%
  • Felsic, untuk batuan beku dengan indeks warna 10 – 40%
  • Mafelsic, dengan indeks warna 40% – 70%
  • Mafik, batuan beku dengan indeks warna lebih 70%.

Berdasarkan mineraloginya dibagi menjadi 3 jenis, antara lain:

a. Berdasarkan Mineraloginya Felsik

Batuan beku felsik adalah batuan beku yang secara megaskopis memiliki kenampakan berwarnaterang. Warna terang atau cerah ini berasal dari mineral-mineral felsik penyusunnya.

Mineral Felsik adalah adalah mineral primer atau mineral utama pembentuk batuan beku, berwarna cerah atau terang, tersusun oleh unsur-unsur Al, Ca, K, dan Na. Mineral felsik dibagimenjadi tiga, yaitu felspar, felspatoid (foid) dan kuarsa. Di dalam batuan, apabila mineral foidada maka kuarsa tidak muncul dan sebaliknya. Selanjutnya, felspar dibagi lagi menjadi alkalifelspar dan plagioklas.

Pada umumnya batuan beku felsik memiliki indeks warna antara 10% – 40%. Batuan beku felsikyang tersusun oleh mineral kuarsa pada umumnya bersifat asam, dimana kandungan silikanyalebih besar dari 66%.

  • Keluarga Granit
    riolit: bersifat felsik, mineral utama kuarsa, alkali felsparnya melebihiplagioklas.
  • Keluarga Granodiorit
    qz latit: felsik, mineral utama kuarsa, Na Plagioklas dalamkomposisi yang berimbang atau lebih banyak dari K Felspar.
  • Keluarga Syenit
    trakhit: felsik hingga intermediet, kuarsa atau foid tidak dominanttapi hadir, K-Felspar dominant dan melebihi Na-Plagioklas, kadang plagioklas juga tidakhadir.
  • Keluarga Monzonit
    latit: felsik hingga intermediet, kuarsa atau foid hadir dalam jumlah kecil, Na-Plagioklas seimbang atau melebihi K-Felspar.
  • Keluarga Syenit
    fonolit foid: felsik, mineral utama felspatoid, K-Felspar melebihi plagioklas.
  • Keluarga Tonalit
    dasit: felsik hingga intermediet, mineral utama kuarsa dan plagioklas (asam) sedikit/tidak ada K-Felspar.

Dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu batuan beku kaya kuarsa, batuan beku kayafeldspathoid (foid) dan batuan beku miskin kuarsa maupun foid. Batuan beku kaya kuarsaberupa kuarzolit, granitoid, granit dan tonalit; sedangkan yang miskin kuarsa berupa syenit, monzonit, monzodiorit, diorit, gabro dan anorthosit. Pada kelompok batuan beku asam yang dominan adalah kuarsa, plagioklas, orthoklas dansedikit kehadiran hornblende dan biotit. Kelompok batuan ini melimpah pada wilayah-wilayahdengan tatanan tektonik kratonik (benua), seperti di Asia (daratan China), Eropa dan Amerika. Ia membeku pada suhu 650-800°C.

b. Berdasarkan Mineraloginya Mafik

Mineral mafik, yaitu mineral yang berwarna gelap, terutama biotit, piroksen, amphibol dan olivin. Klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Shand, 1943, antara lain :

  • Batuan beku Leucoctaris rock, jika mengandung kurang dari 30% mineral mafik.
  • Batuan beku Mesococtik rock, jika mengandung 30% – 60% mineral mafik.
  • Batuan beku Melanocractik rock, jika mengandung lebih dari 60% mineral mafik.

Sedangkan klasifikasi batuan beku berdasarkan indeks warna menurut S.J. Ellis (1948) antara lain sebagai berikut :

  • Batuan beku Holofelsic, batuan beku dengan indeks warna kurang dari 10%.
  • Batuan beku Felsic, batuan beku dengan indeks warna 10% sampai 40%.
  • Batuan beku Mafelsic, batuan beku dengan indeks warna 40% sampai 70%.
  • Batuan Beku Mafik, batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.

c. Berdasarkan Mineraloginya Ultramafik

Terminologi adalah antara lain sebagai berikut

  1. Batuan ultramafik kaya akan mineral-mineral mafik ( ferro – magnesian ) seperti olivine, piroksen dan amphibol.
  2. Kebanyakan batuan ultramafik mengandung kurang lebih 45 % silica ( bagaimanapun orthoproksenit di klasifikasikan sebagai batuan ultramafik akan tetapi mengandung hamper 60 % silica.
  3. Semua batuan ultramafik memiliki indeks warna > 70.
  4. Pada umumnya batuan ultramfik kekurangan feldspar
  5. Batuan ultramafik tidak memiliki pasangan yang tepat diantara lava.
  6. Densitas magma ultramafik akan menjadi tinggi dan terus meningkat sepanjang porsi sialic di dalam bumi.

Ciri Khusus Batuan Beku

Supaya dapat membedakan batuan yang satu dengan batuan yang lainnya, diperlukan ciri khusus pada batuan tersebut. Batuan beku mempunyai ciri yang gampang dikenali dan juga berbeda dengan batuan yang lain. berikut merupakan ciri khusus batuan beku yaitu seperti dibawah ini :

  1. Warna
    Warna adalah ciri paling gampang membedakan bermacam – macam batuan. Batuan beku mempunyai banyak warna yang karena disebabkan oleh penyusun batuan ini. Komposisi dan juga pencampuran mineral adalah inti yang utama asal dari beragam warna yang muncul. Untuk batuan beku mempunyai warna dari hitam, abu-abu, hingga putih cerah.
  2. Tekstur
    Batuan beku mempinyai tekstur yang beragam pula. Seperti pada warna, tekstur batuan beku pun juga bergantung pada kandungan komposisi pada mineralnya. Mineral dan juga jenisnya mempunyai hubungan erat dengan kristalinitas, granularitas, serta bentuk kristal.
  3. Tingkat Kristalisasi (Kristalinitas)
    pengertian dari kristalinitas yaitu derajat pada proses kristalisasi suatu batuan beku ketika saat proses pembentukan terjadi. Fungsinya adalah menjelaskan tentang bentuk partikel penyusun batu yang bentuknya kristal dan tidak kristal.
  4. Visualisasi Granularitas
    Granularitas merupakan ukuran pada batuan beku. Sesuai dengan pengamatan yang dilakukan dengan meilihat dengan mata biasa ataupun melalui kaca pembesar.
  5. Bentuk Kristal
    Kristalisasi bukan lah sifat menyeluruh dari suatu batuan, ia hanya sebagian kecil dari batuan itu. Dapat kita temukan tiga bentuk kristal jika diamati dari pandangan dua dimensi yaitu, euhedral, subhedral, dan anhedral.

Contoh-Contoh Batuan

Batu Apung

  • Ciri : warna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan, dan bisa terapung dalam air.
  • Proses terbentuk : berasal dari pendinginan magma yang bergelembung gas.
  • Kegunaan : berguna untuk mengamplas atau menghaluskan kayu, di bidang industri dipergunakan sebagai bahan pengisi (filler), isolator temperatur tinggi dan juga yang lain nya.

Batu Obsidian

  • Ciri : hitam, bagaikan kaca, tak ada kristal-kristal.
  • Proses terbentuk : terbentuk dari lava permukaan yang mendingin dengan cepat.
  • Kegunaan : berguna sebagai alat pemotong atau pun ujung tombak (pada masa purbakala) dan bisa juga dijadikan sebagi kerajinan.

Batu Granit

  • Ciri : terdiri atas kristal-kristal kasar, warna putih sampai abu-abu, kadang kala bisa juga berwarna jingga.
  • Proses terbentuk : dari pendinginan magma yang terjadi dengan cukup lambat di bawah permukaan bumi.
  • Kegunaan : sebagai bahan bangunan.

Batu Basalt

  • Ciri : terdiri atas beberapa kristal yang kecil sekali, berwarna hijau keabu – abuan dan juga berlubang.
  • Proses terbentuk : dari pendinginan lava yang mengandung gas tapi gasnya sudah menguap.
  • Kegunaan : sebagai bahan baku pada industri poles, bahan bangunan atau pondasi bangunan (gedung, jalan, jembatan, dan juga yang lainnya).

Batu Diorit

  • Ciri : Kelabu bercampur putih, atau berwarna hitam bercampur putih.
  • Proses terbentuk : dari hasil peleburan lantai samudra yang bersifat mafic pada suatu subduction zone.
  • Kegunaan : sbg batu ornamen dinding atau pun lantai bangunan gedung dan juga bisa sebagai bahan bangunan (hiasan).

Batu Andesit

  • Ciri : batuan bertekstur halus, berwarna abu-abu hijau tapi sering berwarna merah atau jingga.
  • Proses terbentuk : berasal dari lelehan lava gunung merapi yang meletus, terbentuk (membeku).
  • Kegunaan : Nisan kuburan, Cobek, Arca untuk hiasan, dan juga bisa sebagai Batu pembuat candi.

Batu Gabro

  • Ciri : Berwarna hitam, hijau, serta berwarna abu – abu gelap. Struktur batuan ini yaitu massive, tidak ada rongga atau lubang udara bahkan retakan – retakan.
  • Kegunaan : sebagai penghasil pelapis dinding ( sebagai marmer dinding ).

Batu Liparit

  • Ciri : bertekstur porfiris dan juga biasanya berwarna putih, mineral pembentuknya feldspar, kuarsa, biotit dan juga mineral yang berwarna gelap.

Batu Konglomerat

  • Ciri : material kerikil – kerikil bulat, batubatu dan juga pasir yang merekat satu sama lainnya.
  • Proses terbentuk : dari bahan – bahan yang lepas karena gaya beratnya menjadi terpadatkan serta terikat.
  • Kegunaan : sebagai bahan bangunan.

Batu Pasir

  • Ciri : tersusun dari butiran – butiran pasir, warna nya abu – abu, kuning, dan juga merah.
  • Proses terbentuk : dari bahan – bahan yang lepas karena gaya beratnya menjadi terpadatkan serta terikat.
  • Kegunaan : sebagai material di dalam pembuatan gelas atau kaca dan juga sebagai kontruksi bangunan.

Batu Serpih

  • Ciri : lunak, baunya seperti tanah liat, butir- butir batuan halus, warna hijau, hitam, kuning, merah, dan juga berwarna abu – abu.
  • Proses terbentuk : dari bahan -bahan yang lepas dan juga halus karena gaya beratnya menjadi terpadatkan serta terikat.
  • Kegunaan : sebagai bahan bangunan.

Batu Gamping ( Kapur)

  • Ciri : berwarna putih keabu – abuan, bisa terbentuk gas karbon dioksida jika ditetesi asam.
  • Proses terbentuk : dari cangkang binatang lunak seperti siput, kerang, dan juga binatang laut yang sudah mati.
  • Kegunaan : sebagai bahan baku semen.

Batu Breksi

  • Ciri : gabungan dari pecahan – pecahan yang berasal dari letusan gunung berapi.
  • Proses terbentuk : terbentuk karena bahan – bahan ini terlempar tinggi ke udara serta mengendap di suatu tempat.
  • Kegunaan : dijadikan sebagai kerajinan dan juga sebagai bahan bangunan.

Batu Stalaktit dan Stalagmit

  • Ciri : kuning, coklat, krem, keemasan, putih.
  • Proses terbentuk : Air yang larut di daerah karst akan masuk ke lobang – lobang (doline) lalu turun ke gua serta menetes-netes dari atap gua ke dasar gua.
  • Kegunaan : yaitu sebagai keindahan alam.

Batu Lempung

  • Ciri : Coklat, keemasan, coklat, merah, abu-abu.
  • Proses terbentuk : lempung residu yaitu sejenis lempung yang terbentuk akibat proses pelapukan (alterasi) batuan beku serta dapat ditemukan disekitar batuan induknya.
  • Kegunaan : dijadikan sebagai kerajinan.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :