Home » Kongkow » Tematik » Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 6 Sd Subtema 3 Halaman 115-116 Kosakata Non-Baku

Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 6 Sd Subtema 3 Halaman 115-116 Kosakata Non-Baku

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:26 WIB
Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 6 Sd Subtema 3 Halaman 115-116 Kosakata Non-Baku

Disiplin dan Kerja Keras Awal dari Sebuah Inovasi yang Cemerlang

Prof. DR. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie adalah Presiden ketiga RI yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, tanggal 25 Juni 1936.

Masa Kecil

Masa kecil Habibie dilalui di Pare-Pare. Sikap hidup disiplin dan kerja keras telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Ia memiliki semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia melanjutkan SMA di Bandung dan prestasinya selalu menonjol terutama pada pelajaran IPA dan Matematika.

Perjuangan Keras di Perantauan

Didukung oleh kemauan keras untuk belajar, selepas SMA beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung) kemudian mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Jerman jurusan Konstruksi Pesawat Terbang. Ia bertekad bulat untuk bekerja keras dan harus sukses. Habibie selalu menggunakan musim liburannya dengan bekerja mencari uang untuk membeli buku sebagai pendukung sekolahnya.

Baca Juga:

Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 6 Sd Halaman 71 - 74 Penemuan Jam Mekanik

Tahun 1960, Habibie mendapat gelar Diploma Ing di Jerman dengan nilai sempurna. Ia bekerja di industri kereta api Jerman dan berhasil menemukan cara untuk membuat 1.000 wagon kereta api berkekuatan tinggi. Di pagi buta, Habibie harus berjalan kaki cepat ke tempat kerja yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidup, kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya. Tahun 1965 Habibie mendapat gelar Dr. Ingenieur dengan nilai sangat sempurna.

Buah dari Kerja Keras

Habibie kemudian bekerja di industri pesawat terbang Jerman. Karena sikap disiplin dan kerja keras, karirnya terus naik hingga dipercaya menjadi Vice President sekaligus Direktur dan Penasihat Senior bidang teknologi. Ia menjadi satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki jabatan bergengsi di perusahaan pesawat terbang Jerman.

Kecintaan pada Tanah Air

Tahun 1968, Habibie mengundang 40 insinyur Indonesia untuk bekerja di Jerman guna mempersiapkan keterampilan dan pengalaman mereka dalam membuat produk industri dirgantara, maritim, dan darat di tanah air. Tahun 1974, Habibie diminta pulang ke tanah air dan menjadi penasihat pemerintah di bidang teknologi pesawat terbang. Ia menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi hingga menjadi Wakil Presiden dan Presiden RI ke-3.

Prestasi Cemerlang Buah dari Disiplin dan Kerja Keras

Habibie menyumbang berbagai penemuan dan sejumlah teori di bidang konstruksi pesawat terbang, seperti “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“ yang dipakai oleh universitas di seluruh dunia. Ia dijuluki sebagai “Mr. Crack” karena menemukan rumus untuk menghitung cacat badan pesawat terbang. Ia juga menerima banyak penghargaan dan prestasinya diakui berbagai lembaga internasional seperti di Jerman, Inggris, Swedia,Prancis, dan Amerika Serikat serta menerima penghargaan yang hampir
setara dengan Hadiah Nobel.

Habibie: Bapak Teknologi Indonesia

Tahun 1976, Habibie mendirikan industri pesawat terbang pertama di kawasan Asia Tenggara yaitu PT Nurtonio dan industri strategis lainnya. Industri binaannya berhasil memproduksi pesawat terbang, helikopter, senjata, amunisi, kapal, tank, panser, water cannon, kendaraan RPP-M, kendaraan tempur dan masih banyak lagi baik untuk keperluan sipil maupun militer. Ditingkat dunia, Habibie terlibat dalam berbagai proyek desain dan konstruksi pesawat terbang seperti Fokker, pesawat angkut militer, jet eksekutif, Airbus, pesawat angkut dengan teknologi mendarat dan lepas landas secara vertikal, CN-235, dan CN-250. Selain itu, Habibie secara tidak langsung ikut terlibat dalam proyek perhitungan dan desain helikopter, pesawat tempur multifungsi, beberapa peluru kendali dan satelit di tingkat dunia.

Kunci Jawaban Tema 3 kelas 6 Sd halaman 115

Jawab pertanyaan berikut:

1. Apa topik masalah dari teks tersebut?

Jawaban:

Biografi dan sikap positif yang dijalankan Prof. DR. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie semasa hidupnya.

2. Apakah teks tersebut adalah jenis teks eksplanasi ilmiah? Jelaskan dan berikan contoh!

Jawaban:

Tidak, karena teks tersebut berisi informasi faktual (kenyataan) dari sang tokoh. Contohnya, ditunjukkan pada paragraf 2-6 yang berisi cerita masa kecil BJ Habibie hingga menjadi bapak teknologi Indonesia.

3. Apa pesan yang ingin disampaikan penulis melalui teks tersebut?

Jawaban:

Pesan yang ingin disampaikan penulis melalui teks tersebut adalah kunci sukses BJ Habibie adalah disiplin, semangat yang tinggi, dan kerja keras.

Kunci Jawaban Tema 3 kelas 6 Sd halaman 115 - 116

Diskusikan pertanyaan tersebut bersama teman, dan tuliskan jawabannya.

Cermati kembali teks eksplanasi “Pensil, si Kecil yang Amat Penting”, pada pembelajaran sebelumnya. Perhatikan kata bercetak miring yang terdapat pada teks tersebut.

Diskusikan

pertanyaan berikut bersama teman:

1. Apakah kosakata tersebut telah sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)? Jelaskan alasannya!

Jawaban:

Kosakata yang bercetak miring tersebut belum sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

2. Di mana dan kapan biasanya kamu menemukan penggunaan kosakata tersebut?

Jawaban:

Penggunaan kosakata seperti itu biasanya ditemukan pada percakapan sehari-hari, misalnya ketika berbicara atau mengirim pesan singkat kepada teman.

3. Kapan saat-saat kita dapat menggunakan kosakata tersebut? Dan saat kapan kita sebaiknya tidak menggunakan kata-kata tersebut? Jelaskan alasannya!

Jawaban:

Kita sebaiknya menggunakan kosakata tersebut dalam keadaan yang tidak formal, misalnya seperti sedang berbicara ke teman. Sebaliknya, kita dianjurkan untuk tidak menggunakan kosakata tersebut dalam keadaan formal atau resmi.

Cermati hasil diskusimu, sesuaikan dengan pernyataan berikut ini:

Kosakata baku adalah kosakata yang penulisannya telah sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Sebaliknya, kosakata non-baku adalah kosakata yang penulisannya tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Kosakata baku wajib digunakan dalam tulisan, atau percakapan pada acara-acara formal. Kosakata non baku boleh digunakan dalam bahasa percakapan pada acara non-formal, seperti saat berbicara kepada teman dalam kehidupan sehari-hari.

Kunci Jawaban Tema 3 kelas 6 Sd halaman 116

Cermati kosakata non-baku pada teks eksplanasi “Pensil, si Kecil yang Amat Penting” dalam tabel berikut. Tuliskan arti kata tersebut dan temukan padanan kosakata bakunya.

Jawaban:

1. Kosakata Non Baku: Gimana sih
Arti Kata: Kata tanya untuk menanyakan keadaan atau proses
Kosakata Baku: Bagaimana

2. Kosakata Non Baku: Bikin
Arti Kata: Menciptakan sesuatu
Kosakata Baku: Membuat

3. Kosakata Non Baku: Moderen
Arti Kata: Sesuatu yang terbaru
Kosakata Baku: Modern

4. Kosakata Non Baku: Jaman
Arti Kata: Waktu atau rentang waktu
Kosakata Baku: zaman

5. Kosakata Non Baku: Dipake
Arti Kata: Memanfaatkan sesuatu atau menggunakan
Kosakata Baku: Dipakai

Buatlah kalimat dengan menggunakan kosakata baku tersebut. Perhatikan penggunaan kalimat efektif pada kalimat yang kamu buat.

Jawaban:

1. Bagaimana proses terjadinya hujan?

2. Ibu membuat kue dari resep yang diberikan orang tuanya turun temurun.

3. Di era modern ini, kebanyakan siswa semakin malas untuk membaca.

4. Zaman sekarang kita bisa bertransaksi lewat internet atau secara online.

5. Blender dipakai untuk menghaluskan buah dan bahan-bahan masakan.

Sumber :
Cari Artikel Lainnya