Berita
List
Daftar
0



4 years 'ago'
PENGOLAHAN SAMPAH SECARA SEDERHANA

Saat ini permasalahan sampah menjadi permasalahan yang cukup serius. Di kota-kota besar permasalahan semakin rumit dikarenakan lahan yang digunakan sebagai tempat pembuangan akhir sampah tersebut semakin sulit dicari sehingga banyak terlihat penumpukan sampah di pinggir-pinggir jalan. Dan itu sangat menganggu baik dari segi kesehatan maupun dari segi keindahan.

SDN Mangunharjo 6 sebagai sekolah yang menerapkan program Adiwiyata mencoba mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut dengan cara melakukan pengolahan sampah yang ada di lingkungan sekolah secara sederhana. Kegiatan-kegiatan pengolahan sampah yang dilakukan di SDN Mangunharjo 6 meliputi pembuatan kompos dari sampah organik, daur ulang kertas dari sampah kertas, dan pembuatan keterampilan dari sampah plastik ( gelas/botol minuman, bungkus mie, kopi, dll ).

Berikut ini kami uraikan cara pembuatan kompos secara sederhana yang dilakukan oleh siswa/siswi SDN mangunharjo 6.
 

Bahan-bahan yang diperlukan :

1. Sampah organik (antara lain : daun-daunan, sisa makanan/buah)

2. Kotoran hewan ( kotoran kambing/sapi )

3. EM4 ( sisa pembuatan gula atau air gula )

4. Air
 

Alat-alat yang digunakan :

1. Alat pencacah ( gunting/pisau )

2. Sekop

3. Alat pengayak

4. Komposter/bak kompos
 

Proses Pembuatan :

1. Proses pemilahan sampah.

    Sampah organik dipilah lagi, mana yang bisa dibuat kompos, mana yang tidak.                                                                                                                                                              

2. Proses pencacahan sampah.

Sampah dicacah dengan ukuran kira-kira 3-4 cm. Pencacahan dilakukan untuk mempercepat proses fermentasi.


3. Proses pencampuran sampah.

Sampah yang sudah dicacah dicampur dengan kotoran ternak, air sisa pembuatan gula/air gula, dan air.

Pencampuran dilakukan sampai seluruh bahan tercampur secara merata, agar terjadi proses fermentasi   secara optimal.

4. Proses penumpukan bahan baku.

Penumpukan bahan baku dengan ketentuan tinggi 1,5 m, lebar 1,75 m, dan panjang 2 m. Dalam tumpukan inilah terjadi proses fermentasi sampah organik menjadi biokompos.
 

5. Proses Pemantauan.

 

Dalam masa penumpukan terjadi peningkatan suhu. Hari ke-1 s.d ke-5 suhu dijaga 65 derajat celcius atau lebih. Ini berguna untuk membunuh bakteri yang tidak dibutuhkan dan melunakkan bahan. Pada hari ke-6 dan seterusnya suhu dijaga antara 40-50 derajat celcius dengan kelembaban lebih kurang 50%.


6. Proses Pematangan.

Pengomposan berjalan dengan baik apabila suhu dalam bahan menurun secara bertahap dan bahan berfermentasi secara sempurna ditandai dengan perubahan warna menyerupai tanah. 

Tujuan pematangan adalah untuik menjamin biokompos benar-benar sudah siap untuk digunakan.
 

7. Proses pengeringan.

Setelah usia tumpukan bahan mencapai 21 hari (3 minggu), maka sampah organik sudah menjadi biokompos. Pengeringan dapat dilakukan selama lebih kurang 1 minggu sampai kadar air tinggal kira-kira 20% - 25%.
 

8. Proses penggilingan dan pengayaan.

Penggilingan dilakukan pada kompos yang sudah kering, untuk mendapatkan butiran-butiran kompos dan kemudian dilakukan pengayaan untuk mendapatkan biokompos yang siap untuk dimanfaatkan.


9. Proses pengemasan.

Kompos yang sudah diayak siap dikemas untuk dijual atau dipergunakan sendiri.



Meskipun dilakukan secara sederhana, namun paling tidak sedikit membantu mengatasi permasalahan sampah di sekeliling kita. Semoga bermanfaat.(anee_astutie)

utakatikotak
0
utakatikotak
utakatikotak
utakatikotak