Home » Kongkow » Sejarah » Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Sosial Budaya, Pendidikan, Politik dan Keamanan

Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Sosial Budaya, Pendidikan, Politik dan Keamanan

Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Sosial Budaya, Pendidikan, Politik dan Keamanan

Kerja sama ASEAN mencakup bidang sosial budaya, pendidikan, politik dan keamanan.

ASEAN merupakan suatu organisasi internasional yang anggotanya berasal dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ASEAN berdiri pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand pada saat Deklarasi Bangkok. 

ASEAN dibentuk untuk mengatasi berbagai tantangan di segala bidang. Tantangan tersebut dapat teratasi dengan kerja sama di sektor sosial, politik, budaya, pendidikan.

Baca juga: Upaya-upaya Meningkatkan Kerjasama di Antara Negara ASEAN

1. Kerja sama di bidang sosial budaya

Kerja sama ASEAN di bidang sosial dan budaya dilaksanakan oleh COSD (Committee on Social Development). Beberapa bentuk kerja sama ASEAN antara lain:

  • Bidang pembangunan sosial dengan menekankan kesejahteraan golongan berpendapatan rendah, perluasan kesempatan kerja, serta pembayaran atau upah yang wajar

  • Membantu kepada kaum wanita dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan

  • Menanggulangi masalah masalah perkembangan penduduk dengan bekerja sama dengan badan badan internasional yang bersangkutan

  • Pertukaran budaya dan seni, juga festival film ASEAN;

  • Penandatanganan kesepakatan bersama di bidang pariwisata ASEAN, ASEAN Tourism Agreement (ATA);

  • Penyelenggaraan pesta olahraga dua tahun sekali melalui SEA-Games.

Baca juga: Faktor Pendorong dan Penghambat Kerja Sama Antar Negara ASEAN

2. Kerja sama di bidang politik dan keamanan

Kerja sama ASEAN di bidang politik mampu menciptakan ASEAN Regional Forum (ARF) untuk membahas kasus-kasus terkini yang menjadi perhatian ASEAN. Beberapa contoh nyata kerja sama politik dan keamanan, yaitu:

  • Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Assistance in Criminal Matters/MLAT).

  • Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT).

  • Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM) yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan melalui dialog serta kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan.

  • Penyelesaian sengketa Laut Cina Selatan.

  • Kerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara yang mencakup pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet, dan kejahatan ekonomi internasional.

  • Kerja sama di bidang hukum, bidang migrasi dan kekonsuleran, serta kelembagaan antarparlemen

3. Kerja sama di bidang pendidikan

Mengutip Modul Ilmu Pengetahuan Sosial Edisi PJJ SMP Kelas VIII oleh Tenia Kurniawati, dkk., kerja sama di bidang ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Asia Tenggara dan meningkatkan daya saing Asia Tenggara di kancah Internasional. Bentuk kerja samanya antara lain:

  • Pertemuan guru-guru dari Indonesia, Brunci Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam dan Korea selatan dalam acara ACT (Council of Teacher Convention) di Bali.

  • Pemberian beasiswa pendidikan, misalnya Indonesia memberikan beasiswa pendidikan dokter. bahasa dan seni kepada pelajar negara negara anggota ASEAN. Beasiswa dari ASEAN untuk belajar di berbagai universitas di negara-negara ASEAN.

  • Diadakannya olimpiade reginoal Asia Tenggara, seperti Pertamina menyelenggarakan Olimpiade Sains Nasional.

Cari Artikel Lainnya