Home » Kongkow » Tahukah Kamu » Kenapa Kita Tak Boleh Tidur Ketika TV Masih Menyala?

Kenapa Kita Tak Boleh Tidur Ketika TV Masih Menyala?

- Rabu, 24 Juli 2019 | 14:07 WIB
Kenapa Kita Tak Boleh Tidur Ketika TV Masih Menyala?

Yuk, coba dihentikan kebiasaan yang satu ini

placeholder

Bagi sebagian orang, pergi tidur adalah hal yang sulit dilakukan. Ada beberapa orang yang susah tidur jika tidak mendengar "keributan". Biasanya yang dilakukan adalah menyalakan televisi dan membiarkan kita tertidur pulas dengan TV yang menyala. Sebuah jajak pendapat dari National Sleep Foundation, 60% orang Amerika menonton TV tepat sebelum jatuh tertidur.

Mengapa Banyak Orang yang Tertidur Ketika TV Menyala?

tidur tv menyala

Foto: health.com

Menurut Dr. Vikas Jain, MD, spesialis obat tidur di Northwestern Medicine Central DuPage Hospital di Illinois mengatakan bahwa kebisingan, dalam hal ini TV yang menyala, dapat membantu kita untuk menenggelamkan pikiran kita dan akhirnya tertidur. Selain itu, streaming acara TV atau film yang sudah kita tonton beberapa kali dapat menawarkan rasa keakraban dan kenyamanan. Ini akan memicu respons emosional yang akan membuat kita lebih ringan di alam pikiran. Menjadi rileks dan akhirnya tertidur. Namun, tidur dengan tv menyala memiliki hal negatif untuk tubuh.

Dampak Buruk Tidur dengan TV Menyala

tidur tv menyala

Foto: sickchirpse.com

Tubuh kita memiliki jam internal yang dikenal sebagai circadian rhythm, yang biasanya bekerja pada siklus 24 jam dan sebagian besar dikendalikan oleh pola cahaya dan kegelapan, menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Ketika hari semakin gelap, bagian di otak kita memberitahu kita merasa sudah waktunya untuk tidur. Sehingga, melatonin dikeluarkan dan membuat tubuh kita "lelah". Ketika kita menyalakan televisi, tubuh akan terpapar cahaya dari televisi dan ini akan memaparkan "blue light" untuk tubuh kita. Blue light inilah yang dapat membuat tubuh menjadi kelebihan berat badan.

Sebuah studi yang diterbitkan di JAMA Internal Medicinemenemukan bahwa tidur dengan TV menyala di kamar kita mungkin menjadi faktor risiko kenaikan berat badan, kelebihan berat badan, dan obesitas. Tak cuma membuat obesitas saja, menurut Mayo Clinic, paparan cahaya ini juga membuat tubuh merasa "harus bekerja" sehingga ini dapat mengakibatkan kita kurang tidur yang bisa menyebabkan kantuk di siang hari, iritasi, kurang fokus, dan bahkan sakit otot.

National Sleep Foundation mengungkapkan bahwa paparan cahaya merangsang jalur saraf dari mata ke bagian otak yang mengontrol hormon, suhu tubuh, dan fungsi lain yang berperan dalam membuat kita merasa terjaga atau sebaliknya, yakni mengantuk. Apabila terpapar terlalu banyak, bukan tak mungkin tubuh justru "terjaga" sehingga menyebabkan kita merasa lelah di pagi harinya.

Cari Artikel Lainnya