0
193
0
Bagaimana Bisa Cahaya Remang Dapat Mempengaruhi Kecerdasan? Simak Disini Penjelasannya
2 weeks 'ago'

Memiliki otak yang cerdas adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan. Namun tahukah kalian kalau tingkat kecerdasan bisa semakin berkurang ketika kalian melakukan hal-hal sepele, misalnya saja belajar atau bekerja di ruangan yang cahayanya remang.

Mungkin kalian akan berpikiran apa hubungannya kan, namun itu memang benar adanya. Dan untuk lebih jelasnya lagi kita akan membahas tentang kecerdasan serta hal-hal yang dapat mengurangi kecerdasan manusia, silahkan simak artikel di bawah ini.

Apa Yang Dimaksud Dengan Kecerdasan?

Kecerdasan adalah perihal cerdas, kesempurnaan akal budi manusia. Kata kecerdasan ini diambil dari akar kata cerdas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia cerdas berarti sempurna perkembangan akal budi seseorang manusia untuk berfikir, mengerti, tajam pikiran dan sempurna pertumbuhan tubuhnya.

Menurut para ahli, kecerdasan memiliki arti yang beragam. Kecerdasan atau intelegensi dapat dipandang sebagai kemampuan memahami dunia, berpikir rasional dan menggunakan sumber-sumber secara efektif pada saat dihadapkan dengan tantangan.

Ada juga yang berpendapat bahwa pengertian kecerdasan adalah kemampuan general manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang mempunyai tujuan dan berpikir dengan cara rasional. Selain itu, kecerdasan dapat juga diartikan sebagai kemampuan pribadi untuk memahami, melakukan inovasi dan memberikan solusi terhadap dalam berbagai situasi. Kecerdasan dapat terbagi atas beberapa jenis seperti berikut ini:

  • Kecerdasan Intelektual atau Intelegent Quotient (IQ): adalah bentuk kemampuan individu untuk berfikir, mengolah dan menguasai lingkungannya secara maksimal serta bertindak secara terarah. Kecerdasan ini digunakan untuk memecahkan masalah logika maupun strategis.
  • Kecerdasan Spritual atau Spiritual Quotient (SQ): adalah sumber yang mengilhami dan melambungkan semangat seseorang dengan mengikatkan diri pada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu. Kecerdasan ini digunakan untuk membedakan baik dan buruk, benar dan salah serta pemahaman terhadap standar moral.
  • Kecerdasan Emosional atau Emotional Quotient (EQ): adalah kemampuan untuk mengenali, mengendalikan dan menata perasaan sendiri dan perasaan orang lain secara mendalam sehingga kehadirannya menyenangkan dan didambakan orang lain. Kecerdasan ini memberi kita kesadaran mengenai perasaan milik diri sendiri dan juga perasaan milik orang lain, memberi rasa empati, cinta, motivasi dan kemampuan untuk menanggapi kesedihan atau kegembiraan secara tepat.

Kecerdasan manusia merupakan kecerdasan yang ditandai dengan kognisi, motivasi dan kesadaran diri. Melalui kecerdasan, manusia memiliki kemampuan kognitif untuk belajar tentang konsep, pengertian, mengaplikasikan logika, memberikan alasan, ide, rencana, pemecahan masalah, membuat keputusan, memberikan informasi serta penggunaan bahasa dalam berkomunikasi.

Setiap orang memiliki tingkat kecerdasaan yang berbeda-beda. Biasanya hal ini diukur dari seberapa tinggi skor tes IQ yang mereka lakukan. Tapi tahukah kamu, memiliki IQ yang tinggi tidak membuat segalanya lebih mudah. IQ tinggi tidak mengukur setiap jenis kecerdasan manusia, tidak setiap orang jenius adalah kutu buku. Yap, itu sangat benar sekali. Berikut ini adalah macam-macam kecerdasan pada manusia yang tidak bisa diukur dengan tinggi rendahnya IQ:

  • Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan naturalis adalah kemampuan atau kecerdasan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di alam maupun lingkungan. Dengan kata lain, kecerdasan ini adalah kemampuan manusia untuk mengenali sifat dan tingkah laku binatang, menyukai kegiatan di luar (alam). Artinya jika kamu berada dalam kecerdasan naturalis, biasanya memiliki kemampuan lebih baik dalam melatih diri secara otodidak. Contohnya pendaki gunung, pemburu, pemandu wisata, petani, nelayan dan lainnya.

  • Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan linguistik adalah kecerdasan dalam mengolah kata yaitu kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Atau jika kamu dapat berargumentasi, bisa meyakinkan orang lain, menghibur atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata. Artinya kamu menonjol dalam kecerdasan linguistik.

Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata, urutan kata, suara, ritme dan intonasi dari kata yang diucapkan. Termasuk kemampuan untuk mengarti kekuatan kata dalam mengubah kondisi pikiran dan menyampaikan informasi. Kecerdasan Linguistik ini dimiliki oleh para jurnalis, juru cerita, penyair dan pengacara.

  • Kecerdasan Musikal

Kecerdasan musik adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati, membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik. Atau kamu peka dengan nada, ritme, melodi dan intonasi? Artinya kamu menonjol dalam kecerdasan musikal, sehingga kamu dapat menyanyikan lagu dengan tepat dan dapat mengikuti irama.

Mereka juga mampu untuk mengembangkan dan mampu memainkan alat musik. Contohnya, para musisi, pencipta lagu, penyanyi dan lainnya. Musik mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kemampuan matematika dan ilmu sains dalam diri seseorang.

  • Kecerdasan Logika dan Matematika

Kecerdasan logika dan matematika adalah kecerdasan dalam hal angka serta logika dan mampu dalam memecahkan masalah. Orang tersebut mampu memikirkan dan menyusun solusi dengan urutan yang logis. Orang tersebut suka angka, urutan, logika dan keteraturan.

Orang tersebut mengerti pola hubungan, mampu melakukan proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir deduktif artinya cara berpikir dari hal besar dari hal kecil. Proses berpikir induktif berarti cara berpikir dari hal yang kecil kepada hal yang besar. Kecerdasan logika- matematika ini dimiliki para ilmuwan, akuntan dan pemogram komputer.

  • Kecerdasan Kinestetik

Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara terampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran dan perasaan. Kecerdasan ini meliputi keterampilan fisik dalam bidang koordinasi, keseimbangan, daya tahan, kekuatan, kelenturan dan kecepatan. Kecerdasan ini mencakup bakat dalam mengendalikan gerak tubuh dan keterampilan dalam menangani benda. Kecerdasan ini dimiliki oleh atlet, pengrajin, montir dan ahli bedah.

  • Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri. Mampu memotivasi dirinya sendiri dan melakukan disiplin diri. Orang yang memilki kecerdasan ini sangat menghargai nilai (aturan-aturan) etika (sopan santun) dan moral. Mereka cenderung memiliki kelebihan dalam gabungan antara perkembangan dan pertumbuhan tingkat kematangan dua sisi (pribadi dan kemampuan). Contoh orang yang mempunyai kecerdasan ini, yaitu konselor, ahli teologi dan wirausahaan.

  • Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan interpersonal ialah kemampuan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain, kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud, motivasi dan perasaan orang lain. Peka pada ekpresi wajah, suara dan gerakan tubuh orang lain dan ia mampu memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi.

Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri orang lain, mengerti dunia orang lain, mengerti pandangan, sikap orang lain dan umumnya dapat memimpin kelompok. Contoh orang yang mempunyai kecerdasan interpersonal adalah direktur dan pimpinan sebuah perusahaan.

  • Kecerdasan Visual Spasial

Kecerdasan visual spasial adalah kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual dan spasial secara akurat . Visual artinya gambar, spasial adalah hal yang berkaitan dengan ruang/tempat. Kecerdasan ini melibatkan kesadaran akan warna, garis, bentuk, ruang, ukuran dan juga hubungan di antara elemen tersebut serta mampu membuat sketsa ide dengan jelas. Kecerdasan yang mencakup berpikir dalam gambar dan mampu untuk menyerap, mengubah dan menciptakan kembali berbagai macam aspek visual. Contohnya para arsitek, fotografer, designer, pilot dan insinyur.

  • Kecerdasan Ekstensial

Kecerdasan ekstensial ini adalah kepekaan dan kemampuan seseorang untuk memahami persoalan – persoalan terdalam tentang eksistensi atau keberadaan manusia. Pemahaman terhadap kehidupan dan tujuan hidup merupakan bagian dari kecerdasan ini.

Kalau dalam hidup kamu memiliki banyak pertanyaan tentang hakekat segala sesuatu, mempertanyakan tentang keberadaan diri sendiri seperti kenapa saya hidup di dunia ini. Artinya kamu memiliki kecerdasan eksistensial. Intelegensi ini tampaknya berkembang pada banyak filsuf, terlebih filsuf ekstensial yang selalu mempertanyakan dan mencoba menjawab persoalan eksistensi hidup manusia. Seperti socrates, plato, Al – farabi, Ibnusina dan Thomas aquinas.

Cahaya Remang Mempengaruhi Tingkat Kecerdasan

Untuk sebagian orang, berada di ruangan yang redup atau remang-remang adalah hal yang bisa bikin tenang dan bisa konsentrasi. Akan tetapi, tahukah kamu bahwa berada di tempat tersebut dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan? Ya, kebiasaan ini ternyata dapat mempengaruhi struktur otak yang berimbas pada penurunan kemampuan seseorang untuk mengingat.

Hal itu berdasarkan pada studi yang dilakukan oleh para peneliti di Michigan State University. Penelitian dilakukan dengan melakukan studi terhadap otak tikus rumput Afrika yang memiliki kebiasaan sama dengan manusia, aktif di siang hari dan tidur di malam hari.

Tikus-tikus ini dilatih untuk mencari jalan keluar dari labirin setelah dibagi menjadi 2 kelompok. Separuh kelompok tikus diberi cahaya terang di siang hari sementara setengahnya lagi hanya diberi cahaya redup selama empat minggu.

Hasilnya tikus yang terkena paparan cahaya redup kehilangan sekitar 30 persen kapasitas hippocampusnya, padahal bagian otak ini sangat penting untuk belajar dan mengingat. Akibatnya, tikus-tikus ini kesulitan mencari jalan keluar ketika dimasukkan kembali ke labirin. Tikus-tikus tersebut mengalami disorientasi dan tidak mengenali ruang.

Sementara kelompok tikus dengan cahaya terang tidak mengalami masalah mencari jalan keluar labirin. Mereka bisa mengenali ruang lebih baik daripada tikus yang terpapar cahaya redup. Setelah diistirahatkan selama sebulan, kelompok tikus pertama yang terpapar cahaya redup disinari lagi dengan cahaya terang selama empat minggu lagi. Menariknya, kapasitas otak serta kemampuan mengenali ruangan mereka pulih sepenuhnya. Waw menakjubkan bukan?

Penelitian inipun berhasil mengungkapkan bahwa perubahan cahaya dalam suatu lingkungan dalam rentang tertentu ternyata mampu menyebabkan perubahan struktural di otak. Ibaratnya, sama dengan ketika seseorang tidak bisa menemukan jalan kembali ke tempat parkir mereka setelah beberapa jam berada di pusat perbelanjaan atau bioskop. Jadi mulai sekarang, sebaiknya ganti lampu ruangan dengan cahaya yang lebih terang, jangan sampai nanti setelah sebulan kamu malah gak ingat jalan pulang gara-gara kelamaan pakai lampu remang-remang di rumah. Hehehe.

Hal Lain Yang Mempengaruhi Tingkat Kecerdasan

Dan ternyata tak hanya cahaya remang saja yang dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang, ada beberapa hal sepele lain yang dapat mempengaruhinya seperti berikut ini:

  • Mengunyah permen karet

Sebuah studi yang dilakukan oleh Cardiff University menemukan bahwa fungsi memori jangka pendek dapat terganggu akibat dari mengunyah permen karet. Secara tidak langsung, aktivitas mengunyah permen karet dapat berdampak pada IQ seseorang karena proses identifikasi dan pengurutan objek. Ketika kamu mengunyah permen karet, kedua proses tersebut yang difungsikan oleh memori jangka pendek menjadi terganggu, alhasil bisa mempengaruhi kecerdasanmu.

  • Sering melakukan multitasking

Dari sebuah penelitian, mengerjakan berbagai pekerjaan secara bersamaan ternyata juga berpotensi menurunkan IQ-mu. Orang yang gemar multitasking diketahui tidak memiliki kendali baik terhadap memori dan juga konsentrasi. Akhirnya yang dirugikan adalah otak dan fungsi kognitifnya.

Multitasking adalah hal yang tidak produktif. Otak kita tidak mampu mengerjakan lebih dari satu hal pada satu waktu. Ketika melakukan multitasking, otak kita berpindah fokus secara bolak-balik dengan cepat. Akibatnya, orang seringkali gagal menyelesaikan tugas secara bersamaan ketimbang ketika mengerjakannya satu per satu.

  • Mengonsumsi gula

Kamu yang penggemar makanan dan minuman manis harus waspada ya. Konsumsi gula berlebihan ternyata juga bisa memperlambat kinerja otak. Hal ini dibuktikan oleh penelitian dari University of California Los Angeles. Kandungan gula atau fruktosa yang sering ditemukan di minuman soda dapat menganggu fungsi insulin yang berperan dalam mengonversikan gula sebagai energi untuk otak. Lama-lama kinerja insulin akan melemah dan mempengaruhi proses pembelajaran dan juga ingatan.

  • Smartphone

Baru-baru ini Peneliti di Texas University mengundang 800 orang pengguna smartphone untuk melakukan serangkaian tes komputer yang membutuhkan konsentrasi penuh. Sebagian peserta diminta untuk meninggalkan smartphone di ruangan lain, sementara sisanya diminta untuk meletakkan ponsel diatas meja dengan kondisi mute atau silent.

Hasilnya, peserta tes yang meninggalkan ponsel mereka di ruangan lain mampu mengikuti tes lebih baik ketimbang mereka yang berada dekat dengan ponselnya. Peneliti menyimpulkan bahwa memiliki telepon dalam pandangan mengurangi kemampuan seseorang untuk fokus dan melakukan tugas. Orang-orang begitu terbiasa memeriksa telepon mereka sehingga alam bawah sadar mereka harus bekerja melawannya ketika mereka mencoba untuk berfokus pada hal lain.

  • Mengonsumsi makanan tinggi lemak

Mengonsumsi lemak jenuh dalam porsi besar seperti bacon, roti panggang dan telur dadar menghambat fungsi dopamin otak, neurotransmitter penting yang bertanggung jawab untuk motivasi. Mengkonsumsi lemak yang tinggi menyebabkan gangguan fungsi sirkuit otak sehingga menyebabkan gangguan mood, kecanduan narkoba dan makan berlebihan.

Nah demikianlah penjelasan ulasan di atas tentang kecerdasan tersebut, semoga dapat dimengerti dan dipahami ya. Nah satu lagi, semoga setelah membaca artikel ini dapat menambah wawasan kamu ya…

Follow Us On :
Lencana
Kongkow