Sifat Larutan Asam, Basa, dan Garam

Oleh : UAO - 22 February 2021 10:00 WIB

Tahukah kalian apa itu larutan asam, basa, dan garam. Larutan ini terdapat dalam banyak bahan yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu asam, basa, dan garam telah lam dikenal sebagai zat yang menarik untuk dipelajari sejak zaman dahulu. Asal sobat tahu, kimia asam dan basa memiliki perann penting dalam banyak proses di dalam tubuh kita. Misalnya, asam yang ada dalam tubuh kita selama kita melakukan aktivitas olah raga. Ketika kita berolah raga, muncul asam laktat sebagai hasil dari proses metabolisme di dalam tubuh. Semakin banyak kita berolahraga, semakin banyak pula asam tersebut dihasilkan.

Membedakan Asam dan Basa dengan Rasa dan Sentuhan

Walaupun rasa bukan cara yang relatif aman untuk mengkategorikan suatu zat itu asam atau basa, tetapi pasti kalian sudah tahu bahwa asam itu rasanya masam dan basa itu rasanya pahit. Contoh asam seperti jeruk, lemon, cuka, tomat, dan lain-lain. Contoh basa seperti arang, kapur, tanah, dan lain-lain.

Tidak hanya menggunakan rasa, kita juga bisa membedakan asam dan basa menggunakan sentuhan. Basa, sabun misalnya memiliki sifat alkali, bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian, mengelupas (bahasa jawanya ngglodogi). Hal ini merupakan bagian dari rasa licin yang ditimbulkan oleh sabun, kita sering menyebutnya dengan nama proses pembersihan. Pada kondisi murni, umumnya basa berwujud kristal padat. Contohnya dapat kita temui dalam produk rumah tangga antara seprti; deodoran, dan sabun,. Basa yang umum digunakan adalah kalsium hidroksida, yang bentuknya berupa tepung kristal putih.

Tabel beberapa asam yang telah dikenal

Nama Dapat kita temukan dalam
Asam asetat Larutan cuka
Asam askorbat Jeruk, tomat, sayuran
Asam benzoat Bahan pengawet makanan
Asam borat Larutan cuka pencuci mata
Asam formiat sengatan lebah
Asam fosfat Deterjen, pupuk
Asam karbonat Minuman berkarbonasi
Asam klorida Asam lambung, obat tetes mata
Asam laktat Keju
Asam malat Apel
Asam nitrat Pupuk, peledak (TNT)
Asam sitrat Jeruk
Asam sulfat Baterai mobil, pupuk
Asam tartrat Anggur

Tabel basa yang sudah dikenal

Nama Didapatkan kita temukanDalam
Kalsium hidroksida Mortar dan plester
Aluminium hidroksida Deodoran, antasid (obat maag)
Natrium hidroksida Pembersih saluran pipa air,bahan sabun
Magnesium hidroksida Obat urus-urus, antasid

Asam, basa dan garam itu mempunyai sifat elektrolit

Artinya jika larutan asam, basa atau garam kita larutkan kedalam air maka akan menghasilkan ion – ion . Ion yaitu suatu partikel atau zat yang memiliki muatan. larutan asam, dan basa bersifafat menghantarkan listrik, Larutan yang dapat menghantarkan listrik dinamakan larutan elektrolit.

Asam , basa dan garam juga bersifat korosif (merusak)

sifat yang lain dari asam yaitu dapat bereaksi dengan berbagai macam logam,contohnya jika kita melakukan percobaan dengan cara menaruh sebuah logam besi, misalnya paku kedalam gelas yang berisikan zat asam klorida, logam besi tersebut dengan cepat dapat bereaksi membentuk besi(II) klorida dan gas hidrogen, dalam percobaan ini membuktikan bahwa asam dapat bersifat korosif untuk sebagian besar logam. Basa secara umum tidak dapat bereaksi dengan logam, namun basa yang kuat juga dapat bersifat korosif kalau mengenai kulit yang menyebabkan luka bakar dan merusak jaringan.

Reaksi Asam apabila bereaksi dengan basa

Umumnya zat – zat yang mempunyai sifat yang berlawanan, seperti asam dengan basa, cenderung bereaksi satu sama lain. Reaksi asam basa dapat menghasilkan garam dan air, karena itulah reaksi asam basa mempunyai sebutan lain yaitu penggaraman. Reaksi antara asam klorida dan natrium hidroksida menghasilkan garam dapur (NaCI). Berikut ini nama garam yang sudah dikenal

Tabel beberapa garam yang sudah dikenal

Nama Rumus Nama Dagang Kegunaan
Natrium klorida NaCl Garam dapur Penambah rasa makanan
Amonium klorida NH4Cl Salmiak Baterai kering
Kalium karbonat K2CO3 Potash Sabun dan kaca
Kalium nitrat KNO3 Saltpeter Pupuk, bahan peledak
Kalsium karbonat CaCO3 Kalsit Cat tembok dan bahan kare
Natrium bikarbonat NaHCO3 Baking soda Pengembang kue
Natrium fosfat Na3PO4 TSP Deterjen

Identifikasi Zat Bersifat Asam, Basa dan Garam

Berikut ini caranya;

Menggunakan kertas lakmus

Untuk mengetahui suatu larutan bersifat asam , basa atau netral secara sederhana kita dapat menggunakan kertas lakmus. Kita dapat mengetahui apakah suatu larutan bersifat asam atau basa melalu tebel ini;

Tabel Perubahan warna pada kertas lakmus

Indikator kertas Larutan netral Larutan asam Larutan basa
Lakmus Merah Merah merah biru
Lakmus Biru biru merah biru

Menggunakan larutan indikator

Larutan indikator asam basa yaitu zat- zat warna yang berbeda dalam larutan yang bersifat asam, basa dan netral, yang digunakan untuk membedakan larutan yang bersifat asam, basa, dan netral. Larutan yang sering digunakan di laboratorium adalah, larutan fenolftalin, metil jingga dan metil merah. Warna indikator tersebut kami tampilkan dalam tabel di bwah ini;

Tabel warna larutan indikator dalam larutan yang mempunyai sifat asam, basa & netral

Indikator Larutan Asam Larutan Basa Larutan Netral
Fenolftalin Tidak berwarna Merah Tidak Berwarna
Metil Jingga Merah Kuning Kuning
Metil Merah Merah Kuning Kuning

larutan fenolftalein pada pH 7 dan pH 10

Menggunakan indikator alami

Kida dapat menggunakan tumbuhan yang menmpunyai warna, seperti daun mahkota bunga (bogenvil, kembang sepatu, mawar dll..),kubis ungu dan kulit manggis,dapat digunakan sebagai indikator asam basa. Karena ekstrak dari bahan – bahan ini bisa memberikan warna yang berbeda dalam larutan asam dan basa.

Sebagai contoh; kikislah kulit manggis,lalu haluskan, dan tambahkan sedikit air. Dalam kondisi netral warna manggis adalah ungu, bagilah ekstrak kulit manggis tadi menjadi dua bagian, lalu tetesilah dengan larutan asam dan basa, maka hasinya larutan yang berubah warna dari Ungu berubah maenjadi coklat adalah asam, Sedangkan Ungu berubah menjadi biru adalah basa

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :