Home » Kongkow » IPA » SIKLUS AIR

SIKLUS AIR

3 months 'ago'

3.7 Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan mahluk hidup

Dalam hal ini air merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan makhluk hidup untuk bertahan hidup. Dengan adanya pergantian musim, menyebabkan air bisa datang dan bisa pergi. Hal itulah yang disebut dengan daur air. Nah kalau begitu mari kita membahas terjadinya daur air, namun sebelum melangkah lebih jauh kita simak terlebih dahulu pengertian dari daur air.

Gambar Skema Daur Air

Perhatikan skema proses daur air di bawah ini.

Gambar 1

Skema-Daur-Air

Gambar 2

Gambar Proses Kondensasi

Tahapan Daur Air

Tahapan siklus air adalah serangkaian proses yang tergabung dan saling berkaitan. Tahapan ini memiliki bentuk memutar sehingga disebut dengan istilah siklus. Siklus air diada beberapa tahapan, berikut ini adalah penjelasannya.

  1. Evaporasi atau penguapan adalah proses dimana air yang ada di laut, rawa, danau, samudra dan lainnya menguap akibat adanya pemanasan sinar matahari. Dalam tahapan ini, air diubah menjadi uap air (gas) sehingga bisa naik ke atas atmosfer. Semakin besar energi panas matahari yang sampai ke permukaan bumi, maka laju eveporasi juga akan semakin besar.

  1. Transpirasi merupakan proses penguapan yang serupa dengan evaporasi. Hanya saja proses penguapan ini terjadi pada jaringan makhluk hidup. Transpirasi juga mengubah air menjadi uap air dan di bawa ke atmosfer Selain berasal dari sumber air langsung, penguapan dalam daur air di permukaan bumi juga dapat terjadi pada jaringan tumbuhan.

Penguapan semacam ini disebut juga dengan istilah transpirasi. Salah satu contohnya adalah akar tanaman menyerap air dan mendorongnya ke daun untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Air hasil fotosintesis ini kemudian dikeluarkan oleh tanaman melalui stomata sebagai uap air.


  1. Kondensasi adalah proses berubahnya air menjadi partikel es akibat suhu udara yang rendah hingga akhirnya membentuk awan yang tebal. Ketika air menguap menjadi uap air, ia akan naik ke lapisan atas atmosfer. Di ketinggian tertentu, uap air berubah menjadi partikel es yang berukuran sangat kecil karena pengaruh suhu udara yang rendah. Partikel-partikel es tadi akan saling mendekati satu sama lain, bersatu kemudian membentuk awan dan kabut di langit.

 


  1. Presipitasi adalah proses pencairan awan hitam hingga jatuh menjadi hujan. Awan (uap air yang terkondensasi) kemudian turun ke permukaan bumi sebagai hujan karena pengaruh angin panas atau perubahan suhu. Jika suhu sangat rendah (di bawah 0 derajat), tetesan air jatuh sebagai salju atau hujan es. Melalui salah satu proses dalam daur air ini, air kemudian masuk kembali ke lapisan litosfer.

  1. Infiltrasi adalah proses terakhir dari siklus ini yakni setelah hujan, tidak semua air ikut melalui tahap limpasan. Beberapa di antara mereka bergerak jauh ke dalam tanah. Air ini disebut air infiltrasi. Air merembes ke bawah dan menjadi air tanah. penyerapan air ke dalam tanah.

Jadi tahapan siklus air sebagaiberikut :

  • Air laut menguap (Evaporasi) menjadi uap gas karena panas matahari
  • Terjadi evaporasi, uap ini bergerak oleh tiupan angin ke darat
  • Pembentukan awan (Condensasi)
  • Turun hujan 9 Presipitasi) di permukaan daratan
  • Air mengalir di sungai menuju laut kembaliTanpa mereka sadari, kegiatan perusakan lingkungan yang dilakukan dapat mengganggu siklus keseimbangan alam, termasuk siklus air. Berikut ini merupakan kegiatan manusia yang merusak lingkungan dan dapat mempengaruhi siklus air.

FUNGSI AIR

Semua organisme membutuhkan air untuk kehidupannya. Tumbuhan membutuhkan air untuk berfotosintesis. Hasil fotosintesis digunakan organisme lain untuk hidup. Manusia dan hewan membutuhkan air untuk minum. Air menjadi komponen penting dalam mentransfer zat-zat maknan dalam tubuh . Fungsi-fungsi air antara lain sebagai berikut:

  • Sebagai pelarut
  • Pengatur suhu tubuh
  • Pengatur tekanan osmotik sel
  • Sarana transportasi zat di dalam tubuh (darah)
  • Bahan baku fotosintesis
  • Bagi manusia ; air minum, mandi, mencuci, irigasi, pembangkit listrik, dan pariwisata.

SUMBER AIR di BUMI

Sumber Air Di Bumi

  1. Laut
  2. Danau
  3. Sungai
  4. Gunung Es

Aktivitas Manusia dan Perubahan Daur Air

Seiring dengan perkembangan teknologi, manusia dituntut untuk mengembangkan teknologi yang ada ataupun menciptakan teknologi yang baru. Akan tetapi perkembangan teknologi tersebut seringkali tidak diimbangi dengan tindakan perlindungan lingkungan. Tanpa mereka sadari, kegiatan perusakan lingkungan yang dilakukan dapat mengganggu siklus keseimbangan alam, termasuk siklus air. Berikut ini merupakan kegiatan manusia yang merusak lingkungan dan dapat mempengaruhi siklus air.


  1. Penebangan hutan

Untuk mencari bahan baku dan juga lahan pekerjaan, manusia seringkali melakukan penebangan hutan secara besar-besaran. Pengurangan jumlah pohon yang sangat signifikan dapat mengurangi laju penyerapan karbon dioksida (CO2) yang dilakukan oleh pohon secara drastis. Pengurangan laju penyerapan ini menyebabkan penumpukan CO2 di atmosfer.


CO2 yang menumpuk di atmosfer akan menjebak panas matahari yang dipantulkan bumi sehingga temperatur bumi dan atmosfer akan meningkat (peningkatan temperatur bumi ini yang seringkali disebut pemanasan global atau global warming). Pemanasan global dapat mempengaruhi siklus air, khususnya pada proses evaporasi dan kondensasi. Peningkatan suhu atmosfer akan meningkatkan laju evaporasi dan memperlambat proses kondensasi.


  1. Kebakaran hutan

Kebakaran hutan terjadi secara spontan (tidak dibakar langsung oleh manusia). Hal ini terjadi karena suhu udara sekitar yang sudah sangat tinggi. Suhu udara tersebut meningkat cukup signifikan karena dampak dari pemanasan global, dimana pemanasan global terjadi karena ulah manusia yang tidak peduli akan kondisi lingkungan.


  1. Pembangunan

Pembangunan di darat juga dapat mempengaruhi siklus air lokal. Pembangunan yang dilakukan dengan penebangan pohon dan penutupan tanah oleh aspal dan semen tentu saja akan menghambat proses infiltrasi ketika terjadi presipitasi. Terhambatnya infiltrasi dapat menyebabkan kelangkaan air tanah. Karena terhambatnya infiltrasi, laju runoff meningkat sehingga lebih banyak air yang “terbuang” ke perairan.


  1. Pembuatan saluran irigasi

Pembuatan saluran irigasi biasanya dilakukan di sekitar sungai, dimana sumber air mengalir dengan sendirinya. Saluran irigasi dibuat untuk memudahkan proses pengairan sawah/lahan pertanian. Adanya saluran irigasi ini juga dapat mempengaruhi siklus air.


Adanya saluran irigasi tersebut dapat mengurangi laju air ke sunagi laut dan meningkatkan laju infiltrasi air Hal ini dikarenakan air tersebut akan ‘dialihkan’ menuju kawasan pertanian yang lokasinya relatif jauh untuk diserap oleh tanaman ataupun lahan yang ada.


5. Membuang sampah secara sembarangan

Tindakan Ini menyebabkan air sungai menjadi kotor dan tercemar sehingga mengganggu kehidupan ikan dan tumbuhan air di sungai itu. Masyarakat Yang tinggal disekitar aliran sungai pun kesulitan mendapatkan air bersih.

6. Penggunaan secara boros atau berlebihan

7. Penutupan permukaan tanah dengan aspal

 

Kebiasaan dalam menghemat air merupakan sikap yang bijaksana, beberapa cara untuk menghemat air antara lain sebagai berikut:

  • Menutup kran dengan rapat setelah selesai menggunakan.
  • Mandi dan mencuci pakaian dengan air secukupnya.
  • Menyiram halaman rumah dengan air bekas cucian.
  • Menyiram tanaman dengan air bekas mencuci sayuran

utakatikotak
0
utakatikotak
148
Halo Otakers, salam kenal semuanya.
Di "Hai Otakers" ini mimin ingin berinteraksi dengan otakers semua. "Salam Sabang sampai Merauke"
Jangan lupa subscribe channel youtube kita ya guys.
Cari materi lainnya :