Home » Kongkow » Fisika » Pemanfaatan Kemagnetan Dalam Teknologi

Pemanfaatan Kemagnetan Dalam Teknologi

Pemanfaatan Kemagnetan Dalam Teknologi

Magnet banyak digunakan dalam berbagai produk teknologi. Beberapa dapat dimanfaatkan sebagai bel listrik, MRI (Magnetic Resonance Imaging), telepon, speaker dan mikrofon, dan Kereta Terbang.

1. Bel listrik

Bagian bel listrik terdiri atas dua elektomagnetik dengan setiap solenoida dililitkan pada arah yang berlawanan. jika saklar ditekan, arus listrik akan mengalir melalui solenoida. Teras besi akan menjadi magnet dan menarik kepingan besi lentur dan pengetuk memukul bel sehingga menghasilkan bunyi.

2. MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Lebih dari sekedar mendeteksi ada tidaknya penyakit seperti tumor, MRI da pat digunakan untuk merekam pikiran manusia. Misalnya untuk merekam bagian otak yang menanggapi rangsang panas atau dingin. Selain itu, MRI juga dapat digunakan untuk melakukan deteksi dini terhadap gejala epilepsi.

Baca Juga:

Jenis-Jenis Magnet Didalam Ilmu Fisika

Cara Menghitung Medan Magnet

Saat arahnya sejajar nukleon-nukleon tersebut akan memancarkan ge lombang radio yang akhirnya diterima komputer sebagai pencitraan kondisi da lam tubuh dapat menunjukkan adanya penyakit da lam tubuh manusia Teknik ini jauh lebih aman dibanding dengan Roentgen (sinar X).

3. Telepon

Cara kerja telepon adalah mengubah sinyal listrik menjadi gelombang bunyi. sinyal listrik yang dihasilkan mikrofon akan diterima oleh pesawat telepon. jika sinyal listrik berubah-ubah mengalir pada kumparan maka teras besi akan menjadi elektromagnetik yang kekuatannya berubah-ubah. diafragma besi lentur di hadapan elektromagnet akan ditarik dengan gaya dan menyebabkan diafragma bergetar. getaran diafragma mempengaruhi udara dihadapnnya sehingga udara akn dimapatkan dan direnggangkan. tekanan bunyi yang dihasilkan sesuai dengan tekanan bunyi yang dikirim ke mikrofon.

4. Speaker dan Mikrofon : mayoritas speaker menggunakan magent permanen dan kumparan pembawa arus untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik yang menciptakan suara. kumparan tersebut dibungkus sekitar gelendong melekat pada kerucut speaker dan membawa sinyal sebagai perubahan arus yang berinteraksi dengan bidang magnet permanen. kumparan suara mendapatkan kekuatan magnetik dan sebagai respons bergerak ke kerucut dan tekanan udara tetangga, sehingga mampu menghasilkan suara.

5. Kereta Terbang

Kereta Terbang atau terkenal dengan nama Kereta maglev diterbangkan kurang lebih 10 mm di atas relnya. Meskipun rel dan kereta tidak menempel, kereta terbang yang super cepat yakni mampu melaju hingga 650 km/jam, tidak akan terjatuh dan tergelincir. Hal ini disebabkan kereta terbang menerapkan prinsip gaya tolak menolak magnet serta didorong dengan menggunakan motor induksi

Kereta terbang telah menjadi alat transportasi masal di beberapa negara maju seperti Jepang, Amerika, China, dan beberapa negara di Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Lodon. Di Jepang, kereta yang menggunakan prinsip ini, yaitu kereta Shinkansen yang menghubungkan kota Tokyo, Nagoya, dan Osaka yaitu Kemagnetan Dalam Sebuah Produk Teknologi Saat Ini. 

Sumber :
Cari Artikel Lainnya