Home » Kongkow » Kesehatan » Mitos atau Fakta: Makan Petai Menyebabkan Sakit Kepala

Mitos atau Fakta: Makan Petai Menyebabkan Sakit Kepala

- Selasa, 11 Juli 2017 | 10:00 WIB
Mitos atau Fakta: Makan Petai Menyebabkan Sakit Kepala

Petai termasuk dalam makanan yang digemari oleh sebagian masyarakat tanah air. Makanan yang memiliki aroma khas ini memang bisa membuat masakan menjadi terasa lebih nikmat. Sayangnya, cukup banyak orang yang memilih untuk menghindari konsumsi petai. Tak hanya kerap dianggap mampu membuat bau air seni menjadi lebih menyengat, petai juga disebut-sebut mampu memicu sakit kepala. Apakah hal ini benar adanya?

Pakar kesehatan menyebut petai sebagai makanan yang kaya akan berbagai nutrisi yang baik bagi kesehatan tubuh. Bagaimana tidak, di dalam petai kita bisa menemukan kandungan antioksidan, vitamin, sekaligus kandungan anti bakteri. Mengkonsumsinya bahkan disebut-sebut mampu mencegah datangnya anemia, depresi, serangan stroke, dan menurunkan tekanan darah.

Sayangnya, dibalik berbagai manfaat sehatnya, petai memang memiliki aroma yang tidak sedap. Menurut para ahli, aroma yang tidak sedap ini berasal dari asam amino yang memiliki kandungan sulfur. Gara-gara baunya yang tidak sedap inilah cukup banyak orang yang mengaku mengalami sakit kepala. Beruntung, menurut pakar kesehatan, hingga saat ini belum ada penelitian klinis yang menyebutkan bahwa bau tidak sedap dari petai bisa menyebabkan sakit kepala. Bisa jadi hal ini lebih karena faktor sugesti orang yang tidak menyukai bau dari petai saja.

Meskipun tidak terbukti menyebabkan sakit kepala, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak menkonsumsi petai secara berlebihan. Tingginya kandungan asam amino di dalam petai andai dikonsumsi dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan pada organ ginjal. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika ginjal memiliki peran besar bagi kesehatan tubuh kita, bukan?

Melihat adanya fakta ini, kita tidak perlu khawatir akan mengalami sakit kepala saat hidangan yang disajikan adalah petai. Makan dan nikmatilah petai dengan tenang. Hanya saja, pastikan untuk tidak mengkonsumsinya dengan berlebihan demi menjaga kesehatan ginjal kita.
 

Cari Artikel Lainnya