Home » Kongkow » Sosiologi » Dampak Negatif Perubahan Sosial Budaya dalam Rangka Modernisasi

Dampak Negatif Perubahan Sosial Budaya dalam Rangka Modernisasi

Dampak Negatif Perubahan Sosial Budaya dalam Rangka Modernisasi

Dampak negatif perubahan sosial budaya dalam rangka modernisasi diantaranya menimbulkan westernisasi, demoralisasi, kesenjangan Sosial Ekonomi, kriminalitas, pencemaran lingkungan, kenakalan remaja dan Individualisme yang makin tinggi.

a. Westernisasi

Westernisasi adalah suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan nasionalisnya yang meniru atau melakukan aktivitas kebarat-baratan. Westernisasi dilakukan dengan cara meniru gaya hidup bangsa Barat yang dianggap modern. Padahal, gaya hidup dan perilaku bangsa Barat belum tentu sesuai dengan budaya kita. Westernisasi dapat dilihat dari cara berpakaian, cara mengisi waktu luang, dan sebagainya. 

Westernisasi dan modernisasi adalah dua hal yang berbeda. Modernisasi adalah mengubah cara berpikir dari tradisional dan irasional menjadi cara berpikir yang rasional, efisiensi dan praktis. Sedangkan westernisasi adalah proses identifikasi dan imitasi budaya barat.

Baca juga: Bentuk-bentuk Perubahan Sosial dan Pengertiannya

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan westernisasi antara lain sebagai berikut:

1) Kurang penguasaan dan berkembangnya IPTEK,
2) Masyarakat yang bersifat konsumtif terhadap barang-barang luar negeri,
3) Masuknya budaya barat dan akulturasi budaya,
4) Kurangnya kesadaran masyarakat akan memilah budaya yang baik atau buruk
5) Munculnya keinginan untuk mencari kebebasan,seperti negara-negara barat,

Westernisasi menimbulkan dampak positif dan negatif bagi masyarakat Indonesia.

Beberapa dampak positif westernisasi antara lain sebagai berikut.

1) Dapat menguasai IPTEK
2) Terjadi Akulturasi budaya sehingga tidak mengalami kebosanan budaya karena masyarakat selalu menginginkan hal-hal yang baru
3) Penggunaan bahasa-bahasa lain dalam komunikasi dalam meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan
4) Munculnya ide-ide baru ang dapat membantu kemajuan IPTEK

Dampak negatif terjadi Westernisasi :

1) Masuknya paham-paham barat yang dapat merusak moral bangsa
2) Lunturnya jiwa nasionalisme
3) Melunturkan semangat cinta akan bangsa dan budaya sendiri
4) Gaya hidup yang bersifat konsumtif
5) Mencari segala sesuatu yang instan
6) Budaya barat yang dikenal dengan konsep liberalisme,yang mengakibatkan munculnya budaya yang tidak sesuai dengan budaya nasional Indonesia.

b. Demoralisasi

Masyarakat mulai meninggalkan nilai dan norma sosial mereka. Nilai dan norma sosial yang memudar dalam masyarakat menyebabkan munculnya dekadensi moral atau demoralisasi. Dekadensi moral atau demoralisasi adalah menurunnya atau merosotnya akhlak atau moral seseorang yang ditunjukkan dari perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma dalam masyarakat. Demoralisasi yang banyak kita jumpai saat ini diantaranya adalah pembunuhan, pencurian, korupsi, dan sebagainya. Akibat dari demoralisasi selanjutnya adalah meningkatnya kriminalitas dalam masyarakat.

Baca juga: Apa Saja Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya? 

c. Kesenjangan Sosial Ekonomi

Kesenjangan sosial ekonomi dapat terjadi karena pembangunan dan modernisasi tidak dilaksanakan secara merata dan berimbang. Kesenjangan sosial ekonomi adalah suatu kondisi sosial ekonomi dalam masyarakat yang tidak seimbang sebagai akibat dari adanya tingkat perbedaan dalam kehidupan sosial ekonomi.

Salah satu penyebab kesenjangan sosial ekonomi dalam masyarakat adalah kemiskinan. Selain kemiskinan, sempitnya lapangan pekerjaan yang menyulitkan masyarakat mendapatkan pekerjaan juga dapat menjadi penyebab terjadinya kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat. Kesempatan mendapatkan pekerjaan bisa juga karena terbentur masalah tingkat pendidikan yang rendah.


Gambar: Dampak Negatif Perubahan Sosial Budaya dalam Rangka Modernisasi

Ketidakmerataan dan ketidakseimbangan sangat membahayakan kehidupan sosial karena dapat memicu terjadinya kecemburuan sosial yang memengaruhi goyahnya stabilitas nasional.

Kesenjangan sosial dan ekonomi akan terjadi manakala hasil-hasil yang dicapai dalam pembangunan dan modernisasi hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja. Akibatnya, di satu pihak berkembang golongan masyarakat kaya dan serba-mewah, di sisi yang lain berkembang golongan masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

d. Kriminalitas

Kriminalitas dapat disebut juga sebagai segala bentuk tindakan yang melanggar norma hukum. Faktor penyebab terjadinya kriminalitas adalah:
1) Pertentangan dan persaingan
2) Perbedaan ideologi politik
3) Kepadatan dan komposisi penduduk
4) Perbedaan kekayaan dan pendapatan
5) Mentalitas yang labil

Banyaknya kriminalitas yang terjadi mengakibatkan dampak yang tidak sedikit. Adapun akibat dari kriminalitas di antaranya adalah:
1) Merugikan pihak lain baik materiel maupun imateriel
2) Merugikan masyarakat secara keseluruhan
3) Mengganggu stabilitas keamanan masyarakat

e. Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat dan energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan. Peristiwa pencemaran lingkungan disebut dengan polusi, sedangkan makhluk hidup, zat, dan energi atau komponen penyebab polusi disebut polutan.

Modernisasi, industrialisasi, dan pembangunan yang tidak dibarengi dengan analisis masalah dan dampak lingkungan (AMDAL) sering menimbulkan malapetaka, yakni berupa pencemaran lingkungan. Teknologi dan alat mesin yang digunakan oleh pabrik pengolahan ataupun industri menimbulkan dampak berupa pencemaran bagi lingkungan.

Baca juga: Apa Faktor Penghambat dari Perubahan Sosial Budaya dalam Masyarakat?

f. Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja disebut juga dengan istilah juvenille deliquency. Kartono (1992) menjelaskan bahwa kenakalan remaja atau juvenile delincuency sebagai gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Kenakalan remaja juga dapat diartikan sebagai semua perbuatan anak remaja (usia belasan tahun) yang berlawanan dengan ketertiban umum.

Menurut UU di Indonesia, remaja adalah anak berusia 14-16 tahun. Salah satu penyebab kenakalan remaja adalah demonstration effect, yaitu pola hidup yang memperlihatkan penampilan yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarya demi diperolehnya gengsi atau prestise.

g. Individualisme Yang Makin Tinggi

Individualisme bisa disebut sebagai perilaku yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu urusan atau kepentingan orang lain. Banyak sikap individualis yang berkembang di sekitar kita di antaranya adalah menggunakan mobilephone tanpa memperhatikan keadaan di sekitarnya.

Sikap individualis yang terjadi karena perkembangan teknologi ini terjadi karena mereka merasa tidak lagi membutuhkan orang lain dalam beraktivitas. Contoh sikap individualis lain ialah ketidakpedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan, seperti kaum miskin yang ada di sekitarnya. Ketidakpedulian semacam ini dapat berdampak pada makin tajamnya kesenjangan sosial ekonomi masyarakat.

Sumber :
Cari Artikel Lainnya