Home » Kongkow » Religi Islam » Dahsyatnya kisah Nabi Nuh as tentang azab Allah dan keikhlasan

Dahsyatnya kisah Nabi Nuh as tentang azab Allah dan keikhlasan

- Selasa, 06 Juni 2017 | 08:10 WIB
Dahsyatnya kisah Nabi Nuh as tentang azab Allah dan keikhlasan

Setelah cerita tentang Nabi Adam as dan Nabi Idris beberapa hari lalu, kini saatnya menyimak kisah yang tak kalah menarik dari Nabi Nuh as. Dia adalah nabi ketiga yang wajib diketahui umat Islam di seluruh dunia. Mungkin beberapa dari Anda sudah mengetahui bahwa kisah Nabi Nuh as hanya seputar pembuatan kapal besar yang digunakan untuk bertahan hidup dari azab yang diberikan Allah SWT terhadap kaum Nuh yang membangkang.

Akan tetapi kisah dan teladan Nabi Nuh jauh lebih dalam daripada itu. Mari kita melihat lebih jauh dari apa yang dikisahkan oleh beberapa orang pihak.

1. Awal diutusnya Nabi Nuh sebagai rasul Allah

Menurut beberapa sumber, Nabi Nuh memiliki nama asli Abdul Ghaffar atau Yasykur. Dia merupakan putrak Lamik bin Matta Syalih bin Idris. Menurut Al Quran, usia Nabi Nuh as adalah 950 tahun (QS: Al Ankabuut: 14).

Nabi Nuh diutus Allah menjadi rasul ketika dia berusia 480 tahun. Saat itu langsung datang Malaikat Jibril as kepadanya, dan Nuh pun bertanya, "Siapakah Engkau wahai lelaki tampan?"

Kemudian Jibril as menjawab, "Saya adalah utusan Tuhan semesta alam. Saya datang kepadamu membawa risalah. Sungguh Allah telah mengutusmu untuk umatmu.

Perintah itu tertulis langsung di dalam Al Quran (QS: Nuh ayat 1):

"Sesungguhnya kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah): Berilah kaummu peringatakn sebelum datang kepadanya azab yang pedih."

Kemudian Malaikat Jibril memakaikan baju mujahidin dan melilitkan sorban kemenangan serta memberinya ikat pinggang 'Saiful Azmi' seraya berkata pada Nuh, "Berilah peringatan pada musuh Allah yang bernama Darmasyil bin Fumail bin Jij bin Qabil bin Adam."

Damasyil merupakan raja yang lalim. Dia adalah manusia pertama yang memeras arak dan meminumnya, manusia pertama yang berjudi, dan manusia pertama yang membuat baju dengan hiasan emas. Bahkan dia dan kaumnya adalah penyembah 5 berhala, yaitu Wad, Siwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr.

2. Dakwah Nabi Nuh

Menyadarkan seseorang dari kebiasaan menyembah berhala bukan perkara mudah. Dakwah yang dilakukan Nabi Nuh tidak berjalan lancar. Kaum Nuh kala itu malah mencemooh dan menghina Nabi Nuh. Mereka juga meremehkan Nabi Nuh dan pengikutnya yang miskin.


Bahkan mereka tidak percaya bahwa nabi Nuh adalah utusan Allah SWT. Dan berkatalah pemimpin-peminpin yang kafir dari kaumnya:

"Kami tidak melihat kamu melainkan (sebagai) seorang manusia seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina diantara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang berdusta." (QS. Huud : 27).

Kemudian nabi Nuh berserah diri kepada Allah dan meminta petunjuk. Apa yang harus dilakukan pada kaumnya? Sementara dia sudah berusaha sangat keras dan tidak ada hasil. Dengan segala bentuk kekesalannya pada kaum yang membangkang dan tidak mau menyembah Allah, akhirnya Nabi Nuh as meminta kepada Allah agar melimpahkan azab yang berat kepada mereka yang kafir. Allah pun mengabulkan doa.

Sebelum membinasakan kaum kafir itu. Allah memerintahkan Nabi Nuh dan kaum Muslim menyiapkan alat untuk menyelamatkan diri. Allah menyuruh mereka untuk membuat kapal. Nabi Nuh dan pengikutnya segera menjalankan perintah Allah itu. Mereka mulai membuat kapal. Namun, pembuatan kapal diejek oleh orang-orang kafir.

Untuk menghadapi ejekan orang-orang kafir itu, Nabi Nuh berkata:

"Jika kamu mengejek Kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalin, mengejek (kami). Kelak, kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya, dan yang akan ditimpa azab yang kekal." (QS. Huud : 38-39).

Hingga akhirnya kapal pun selesai dengan kurun waktu yang cukup lama. Konon, Nabi Nuh dan para pengikutnya dibantu oleh beberapa hewan pintar menyelesaikan kapal dalam waktu 40 tahun. Namun belum ada yang bisa memastikan secara nyata berapa lama waktu yang dibutuhkan sebenarnya.

Cari Artikel Lainnya