Home » Kongkow » Tips & Trik » Cara Ampuh Mengirimkan Novel Ke Penerbit Supaya Lolos & Diterbitkan

Cara Ampuh Mengirimkan Novel Ke Penerbit Supaya Lolos & Diterbitkan

- Sabtu, 04 November 2017 | 11:55 WIB
Cara Ampuh Mengirimkan Novel Ke Penerbit Supaya Lolos & Diterbitkan

Kamu pernah bermimpi menjadi seorang penulis novel yang terkenal? Segala impian mungkin saja terwujud, asal kita mau berusaha mewujudkannya. Termasuk menjadi penulis novel. Kamu tinggal belajar menulis novel yang bagus dan menarik, tiada duanya dan tentunya laku di pasaran. Kalau novel bagus tidak laris, penulisnya tentu tidak akan dikenal!

Oka, anggap saja kamu bisa menulis novel yang bagus. Setelah naskahnya jadi, mau diapakan? Inilah yang menjadi awal kebingungan para penulis pemula yang sudah siap dengan naskah novel ditangannya. Mereka biasanya bingung tentang format dan tatacara pengiriman naskah novel hingga diterima dan diterbitkan. Oleh karena itu Izwie bakal membagikan cara ampuh mengirimkan novel ke penerbit supaya kamu tidak bingung dan bisa mandiri menerbitkan novelmu.

1. Perhatikan Kerapian Naskah

Setelah menulis sebuah novel, jangan lupa untuk memperhatikan proses editing supaya naskahmu rapi dan enak dibaca. Usahakan tidak ada typo (salah ketik) dalam naskahmu. Jilid rapi naskah yang telah di print, atau jika mengirimkan dalam bentuk softcopy melalui email, perhatikan jenis huruf, margin, dsb. Kerapian naskah ini menjadi nilai plus bagi kamu dan memperbesar kesempatan naskahmu dibaca oleh editor.

2. Ikuti Aturan Penerbit Tujuan

Untuk tata letak seperti ukuran kertas, margin, jenis dan ukuran huruf, usahakan mudah dibaca dan kalau bisa sesuai dengan ketentuan dari penerbit yang akan kamu kirimi naskah. Jika penerbit menginginkan naskah memakai huruf times new roman 12 pt, maka kamu jangan mengirimkan dengan font lain yang justru membuat kening editor berkerut.

3. Surat Pengantar dan Identitas Diri

Surat pengantar adalah sopan santun bagi seorang penulis yang bertamu dan mengajukan naskah kepada penerbit. Buatlah surat pengantar yang sederhana namun memikat. Satu lagi, jangan lupa sertakan identitas diri pada naskahmu. Seringkali penerbit tidak mau menerbitkan karya bukan karena naskahnya jelek, namun tidak ada identitas penulisnya sehingga penerbit akan kesulitan melacak siapa yang telah mengirimkan naskah tersebut.

4. Via Pos atau Email? Print Out atau Soft Copy?

Nah, kalau ini kembali ke poin kedua, sesuaikan dengan aturan penerbit. Mengirim lewat email memang lebih mudah, murah dan cepat. Namun agak riskan karena naskahnya berbentuk file softcopy sehingga rawan dibajak. Untuk naskah via pos, selain mengeluarkan banyak biaya dan biaya pos, proses pengirimannya lama dan ada kekhawatiran naskah hilang di jalan. Namun, dari kedua metode tersebut, sekarang ini bisa dipakai dua-duanya. Tinggal keyakinan dan kepercayaan kita saja, naskah kita sampai ke meja redaksi dengan selamat.

5. Cari Penerbit yang Cocok!

Setiap penerbit biasanya memberikan keterangan naskah apa saja yang ingin mereka terbitkan. Jadi, kirimkanlah naskah novelmu ke penerbit yang cocok. Kamu juga bisa mengetahui selera penerbit melalui buku-buku yang sudah terbit ke pasaran. Naskah novel percintaan yang luar biasa, tidak akan pernah diterbitkan oleh penerbit yang khusus menangani buku pelajaran, bukan? Kamu bisa dengan mudah menemukan alamat surat dan alamat email penerbit di internet dan bagian belakang buku.

6. Sinopsis yang Memukau

Salah satu kunci untuk memikat penerbit untuk menerbitkan naskah novel kita adalah dengan membuat sinopsis yang memukau. Sinopsis sebanyak 3 halaman diibaratkan sebagai gerbang awal untuk mengenalkan naskah kita yang berjumlah ratusan halaman. Ketika editor menyukai sinopsis yang kita buat, maka kemungkinan naskah kita untuk dibaca semakin besar. So, berikan sinopsis yang jujur tentang naskah kita. Jangan mambuatnya berbunga-bunga dan jangan pula menggantung seperti blurbs yang ada di sampul belakang buku.

7. Bersabarlah Menunggu Proses Seleksi

Ya, setelah naskah kamu kirimkan, tahap selanjutnya adalah menunggu. Sambil menunggu kabar, kamu bisa menulis naskah lainnya! Namun ingat, jangan pernah mengirimkan naskah yang sama ke beberapa penerbit sekaligus ya, itu melanggar etika!
 

8. Bolehkah Menanyakan Status/ Nasib Naskah?

Boleh sekali! Itu adalah hak penulis untuk menanyakan status naskah yang ia kirim. Jika sampai waktu yang ditentukan kamu belum mendapat kabar, kamu boleh menanyakan naskah tersebut kepada redaktur/editor. Namun, jangan memberi kesan kamu "meneror" mereka ya!

Cari Artikel Lainnya