Home » Kongkow » Kesehatan » 5 Makanan Rawan Bikin Sakit Kepala

5 Makanan Rawan Bikin Sakit Kepala

- Sabtu, 13 Agustus 2016 | 15:34 WIB
5 Makanan Rawan Bikin Sakit Kepala

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan sakit ekpala, makanan tentu termasuk di antaranya. Berikut daftarnya.
 
Es krim
Sakit kepala terjadi akibat pendinginan dan pemanasan kapiler-kapiler di sinus yang cepat. Di langit-langit mulut ditangkap oleh reseptor sakit lalu dikirim ke otak melalui saraf trigeminal di wajah. Keadaan ini sering disebut brain freeze—meskipun sebenarnya nggak ada yang terjadi di otak. Biasanya brain freeze hanya sebentar, kurang dari lima menit sudah hilang, kok. Untuk mencegah brain freeze, hindari mengonsumsi es krim atau minuman dingin dengan tergesa-gesa. Jika mulai terasa sakit kepala, hentikan dulu konsumsinya hingga langit-langit mulut agak hangat.
 
Keju
Keju mengandung asam amino yang disebut tyramine, yang sering dikaitkan sebagai pemicu sakit kepala, terutama migraine. Semakin lama usia protein makanan, semakin besar kandungan tyramine. Berhubung pengolahan keju bervariasi, jumlah tyramine bisa berbeda pada setiap keju, tergantung jenisnya.
 
Sosis
Daging olahan, seperti sosis mengandung nitrat dan nitrit yang digunakan sebagai pengawet dan pewarna. Dalam situs nationalpain-foundation.org, zat tambahan ini dapat melebarkan pembuluh darah dan menyebabkan sakit kepala pada beberapa orang.
 
Permen karet
Mengunyah permen karet dalam waktu lama akan menyebabkan tekanan pada sendi dan otot di pertemuan tulang rahang dengan tengkorak kepala sehingga memicu rasa sakit kepala. Aspartame atau pemanis buatan (pengganti gula) yang kerap ditemukan pada permen juga bisa berperan sebagai pemicu, tuh.
 
Kopi
Kafein dalam kopi bisa bermanfaat sekaligus berbahaya bagi penderita sakit kepala. Bermanfaat karena kafein bisa meredakan nyeri—bahkan kafein sering ditemui dalam resep dan obat bebas. Tapi sebaliknya, jika dikonsumsi berlebih justru dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu sakit kepala. Biar aman, maksimal dua cangkir per hari saja, deh.
 
Konsultasi: Dr. Sjangga Dwiguna

Cari Artikel Lainnya