Home » Kongkow » Kantin » 4 Rahasia Memasak Rendang ala Minang

4 Rahasia Memasak Rendang ala Minang

- Rabu, 19 April 2017 | 11:30 WIB
 4 Rahasia Memasak Rendang ala Minang

Rendang merupakan salah satu masakan khas Indonesia yang  sudah mendunia. Di restoran Padang rendang masakan yang paling banyak dicari. 

Rendang termasuk menu yang jarang disajikan sendiri di rumah sebab pembuatannya cukup menantang. Namun, rendang biasa dijadikan menu santap istimewa saat momen khusus seperti hari raya. Oleh karenanya, Anda bisa mengikuti tip lengkapnya di sini untuk membuat rendang lebih enak dari biasanya.

Nah, buat Anda yang ingin mencoba resep membuat rendang khas Minang yang super enak, berikut ada 4 rahasia memasak rendang yang merupakan tradisi asli ala Minang.

1. Rebus bumbu jadi satu
Hampir semua proses memasak dimulai dengan menumis bumbu hingga harum. Tapi lain halnya dengan rendang ini. Semua bumbu halus, rempah-rempah, dan santan akan sekaligus direbus bersama dalam panci. Seperti dikutip dari ResepKoki, Anda harus terus mengaduk campuran ini hingga santannya mengental dan mengeluarkan minyak. Baru bahan utamanya, seperti daging atau telur, siap dimasukkan.

2. Perbandingan kelapa 1:3
Untuk bahan 1 kilogram daging menggunakan santan kental dari 3 butir kelapa. Tidaklah paten namun perbandingan ini dianggap paling pas menghasilkan rendang yang luar biasa lezat. Walau dipercaya juga bahwa semakin banyak santan maka semakin enak. Tentunya tak ada istilah santan instan siap pakai dalam daftar bahan masak rendang otentik ini.

3. Gula tidak masuk dalam daftar bahan
Anda bisa ditertawakan orang Minang jika menambahkan gula saat memasak rendang. Dalam resep aslinya, gula tidak tersebut sebagai bumbu. Bisa dipastikan bahwa penambahan gula saat memasak rendang adalah pengaruh kultur daerah lain. 

4. Waktu memasak adalah kunci
Rahasia kelezatan rendang kuncinya pada waktu memasak yang lama. Rendang yang betul-betul kering memerlukan waktu memasak antara 5-6 jam. Sementara itu rendang basah harus dimasak sekitar 4 jam. Tiga jam pemasakan pun hanya cukup menghasilkan sajian lain yaitu kalio daging. Jadi benar apa yang dikatakan orang bijak: kesabaran berbuah kenikmatan tiada tara.

Cari Artikel Lainnya