Home » Kongkow » Materi » 10 Racun Paling Mematikan di Dunia, Sianida dan VX Termasuk

10 Racun Paling Mematikan di Dunia, Sianida dan VX Termasuk

- Selasa, 11 April 2017 | 12:30 WIB
 10 Racun Paling Mematikan di Dunia, Sianida dan VX Termasuk

Sejak dulu kala, manusia mencari cara membunuh yang paling efektif. Salah satu cara yang paling populer adalah pembunuhan melalui racun, selain melalui assassins tentunya. Cara ini sangat efektif, sulit dideteksi, dan tidak menuntut pelaku utamanya berada di TKP. Tidak perlu kekuatan ataupun keterampilan yang khusus untuk melakukan pembunuhan. Maka tidak heran banyak wanita sebagai pengantar racun ini ataupun sebagai pelaku utama yang tercatat dalam sejarah.

Tidak perlu jauh jauh, beberapa waktu lalu di negara kita sendiri sempat dihebohkan dengan pembunuhan melaui racun sianida. Namun apakah sianida ini termasuk racun yang paling mematikan atau ada racun lain yang lebih mematikan dari sianida? berikut 10 racun paling mematikan di dunia.

10. Arsenik

Ketika kita membicarakan racun paling mematikan, mungkin sebagian dari kita langsung menduga bahwa itu arsenik. Raja George III dari Inggris, Napoleon Bonaparte dan Guangxu Kaisar Cina semua diduga tewas karena arsenik ini.

Hanya satu tetes saja, atau sekitar 200 mg, cukup untuk membunuh seseorang dalam waktu dua jam. Hal pertama yang dirasakan ketika terkena racun ini adalah adanya rasa logam di mulut, yang diikuti dengan muntah serta kejang, dan mati. Memang terdengar mengerikan, namun masih agak mending jika dibandingkan dengan racun mematikan lainnya.

9. Gas mustard

Gas mustard, atau mustard belerang, yang struktur kimianya bis(2-kloroetil) sulfida, adalah racun yang dapat menyebabkan terbakarnya kulit, mata, dan juga saluran pernapasan. Gas ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, menelannya, atapun kontak langsung dengan kulit atau mata.

Gas mustard pertama kali digunakan pada Perang Dunia 1, sangat efektif untuk melumpuhkan korbannya secara massal. Gas ini umumnya tidak berwarna, meski terkadang memiliki warna kuning atau agak kehijau-hijauan. Baunya seperti bawang putih, lobak, ataupun belerang. Racun ini dapat menyebabkan pembengkakan, gatal-gatal, dan melepuhnya kulit yang disertai nanah.

Meski tingkat kefatalannya hanyaa 1%, namun akibat yang ditimbulkan gas ini sangat mengerikan, sehingga layak jika dimasukkan ke dalam kategori racun paling mematikan. Pada dasarnya cara kerja gas mustard ini adalah membakar setiap bagian tubuh yang kontak dengannya, bisa itu kulit, mata, ataupun paru-paru. Dapat membuat kulit melepuh dan bahkan merusak DNA, yang menyebabkan kanker. Gas ini juga mampu menembus pakaian dan tetap aktif di dalam tanah dalam waktu yang lama.

Dalam beberapa kasus, gas ini menyebabkan kematian ketika paru-paru korban terbakar atau rusak sehingga menyebabkan mati lemas atau kekerungan nafas.

8. Sianida

Sianida adalah salah satu jenis racun yang paling terkenal diantara semua jenis racun dan termasuk racun paling mematikan. Dikenal sebagai pil bunuh diri yang konon digunakan oleh agen rahasia. Sering juga disebutkan di beberapa film yang bertemakan detektif, ketika pembunuhan yang terjadi disebabkan oleh racun, maka salah satunya adalah sianida.

Sebenarnya senyawa sianida ada banyak jenisnya dan tidak semuanya beracun. Hanya Natrium sianida (NaCN), Kalium Sianida (KCN), Hidrogen sianida (HCN), dan Sianogen klorida (CNCl) yang mematikan, sedangkan ribuan senyawa lainnya tidak beracun.

Cara kerja dari racun sianida adalah dengan menghentikan sel tubuh menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi. Energi ini diperlukan oleh sel jantung, otot, dan saraf. Jika sel-sel tersebbut tidak mendapatkan energi ini, maka sel-sel ini akan mati, jika jumlah yang matinya banyak, maka Anda pun mati.

7. Strychnine

Strychnine adalah racun yang kuat, berakibat fatal bagi manusia ataupun hewan, dapat masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, mulut dan juga mata. Keracunan strychnine menghasilkan efek yang paling dramatis dan menyakitkan dibandingkan racun lainnya. Karena alasan ini, keracunan strychnine sering digambarkan dalam film-film.

Cara kerja strychnine adalah menyerang sistem saraf pusaf sehingga semua otot tubuh mengalami kontraksi yang hebat dalam waktu yang bersamaan.

Sepuluh sampai dua puluh menit setelah paparan, otot-otot tubuh akan mengalami kejang, dimulai dari kepala dan leher, kemudian menyebar ke setiap otot dalam tubuh. Kejang terjadi hampir terus menerus, yang kemudian intensitasnya semakin meningkat sampai tulang belakang melengkung. Kejang menyebabkan asidosis laktat, hipertermia dan rhabdomyolysis yang diikuti oleh depresi postictal. Kematian terjadi setelah 2 sampai 3 jam setelah paparan. Hal ini diakibatkan oleh kekurangan nafas karena terjadinya kelumpuhan pada saluran pernapasan.

6. Ricin

Tanaman jarak yang selama ini dipuji karena bermanfaat bagi kesehatan, ternyata memiliki sisi gelap. Tanaman yang bernama latin Ricinus communis ini memiliki biji yang mengandung ricin, salah satu racun paling mematikan. Meski sebenarnya tergantung dari dosis dan juga jalur paparannya. Menelan ricin tidak berdampak fatal, karena sulit untuk dicerna, namun akan sangat berbahaya jika terhidup atau dengan sengaja disuntikkan ke dalam tubuh.

Tidak ada penawar racun untuk ricin, sehingga tidak ada obatnya jika terpapar. Menghindari paparan adalah pencegahan terbaik.

Cara kerja ricin adalah mengganggu sintesis protein di dalam sel, yang mengakibatkan kematian bagi sel. Hal ini akan membahayakan seluruh bagian tubuh, dan dapat menyebakan kematian bagi orang yang terpapar. Efek dari ricin akan mulai nampak setelah 1 hari dari paparan.

5. Sarin

Sarin atau GB adalah cairan tidak berwarna dan tidak berbau, yang konon 26 kali lebih mematikan daripada sianida. Dikembangkan sebagai senjata kimia pada Perang Dunia 2. Produksi dan penimbunan sarin kemudian dilarang sejak April 1997 oleh Chemical Weapons Convention pada tahun 1993.

Sarin cukup mematikan meski dengan konsentrasi rendah. Kematian dapat terjadi dalam hitungan satu sampai sepuluh menit setelah terhidup pada dosis mematikan atau letal dosis. Sedangkan pada dosis rendah atau di bawah letal dosis, dapat mengakibatkan kerusakan saraf secara permanen.

Cara kerja racun paling mematikan ini adalah melumpuhkan otot paru-paru, sehingga mengakibatkan kekurangan nafas yang diikuti dengan kejang, kemudian mati. Terkecuali dengan segera mendapatkan penawar racun seperti pralidoksim.

4. VX

Adalah United Kingdom yang telah berhasil menciptakan “nerve agent” paling ampuh di dunia, VX. Saking mematikannya, racun ini diberi kode “Purple Possum”. Tidak seperti jenis racun lainnya yang diperoleh secara alami, VX sengaja dibuat untuk membunuh secara efektif. Kabar baiknya, VX telah dilarang sejak tahun 1993.

Namun, baru-baru ini terdengar kabar bahwa racun jenis VX telah digunakan pada pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri dari pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Kim Jong nam meninggal, 20 menit setelah terkena racun VX.

Cara kerja VX mirip dengan Sarin, melumpuhkan otot paru-paru, sehingga korban akan mati lemas, karena kekurangan nafas. Bedanya,VX jauh lebih kuat dimbandingkan dengan sarin.

3. Batrachotoxin

Orang indian Amazon melapisi panah mereka dengan batrachotoxin ketika berburu. Racun ini diperoleh dari jenis katak yang berasal dari family Dendrobatidae, meski bisa juga diperoleh dari sejenis kumbang dan burung tertentu.
Adalah katak emas yang menghasilkan batrachotoxin, meski berukuran sebesar ibu jari, namun cukup untuk membunuh sekitar 10 orang. Katak beracun ini memiliki ciri khas, kulitnya berwarna cerah.

Batrachotoxin merupakan neurotoxin alami yang paling kuat. Dengan dosis yang setara dengan 2 butir garam saja, cukup untuk membunuh seorang manusia dewasa. Cara kerjanya terbagi dua, yaitu sebagai neurotoxin, yang menyebabkan kelumpuhan, dan juga sebagai cardiotoxin, yang berpengaruh ada otot-otot jantung. Karena hal ini, hanya dalam hitungan menit saja, kematian pun tak terelakan.

2. Polonium

Unsur polonium merupakan racun paling mematikan di abad 21. Racun ini sering dikait-kaitkan dengan kematian para aktivis Rusia dan juga Peminpin Palestina, Yasser Arafat. Polonium sangat beracun bagi makhluk hidup, dan peran biologisnya masih belum diketahui. Isotop polonium 210 dikabarkan memiliki kemampuan 250.000 kali lebih beracun dibandingkan dengan sianida.

Sifat racun yang dimilikinya ini lebih disebabkan oleh sifat radioaktif , dengan memancarkan partikel alpha yang dapat merusak jaringan organik. Partikel alpha sebenarnya tidak dapat menembus kulit, namun jika tertelan, terhirup, ataupun sengaja disuntikan, akan sangat mematikan meski dosisnya kecil.

Secara teori, satu gram polonium 210 mampu membunuh 10 juta orang. Kalaupun keracunan radiokatif ini tidak membunuh korbannya, maka minimal yang terjadi adalah kanker.

1. Botulinum Toxin (Botox)

Botulinum adalah zat yang paling beracun yang pernah dikenal manusia (racun paling mematikan di dunia). Satu sendok teh botulinum toxin cukup untuk membunuh lebih dari 1 miliar orang. Angka ini tentu menggiurkan bagi para pengembang senjata pemusnah masal.

Racun paling mematikan ini dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum yang dapat ditemukan di seluruh di dunia. Kematian akibat racun ini sering terjadi akibat mengonsumsi makanan yang telah mengalami botulisme, makanan yang terkontaminasi bakteri botulinum. Namun kejadian ini sebenarnya cukup mudah dihindari, yaitu dengan memanaskan makanan lebih dari 100 derajat Celcius selama satu menit.

Botulisme juga dapat terjadi pada luka yang mengalami ifeksi. Untuk saat ini botulisme jarang yang berakibat fatal. Pada kasus-kasus yang serius, neurotoxin dari racun ini menyebabkan kelumpuhan akibat kerusakan organ dan juga kematian.

Ironisnya racun ini telah digunakan dalam dunia medis dan kosmetik. Botulinum toxin digunakan untuk mengobati keringat yang berlebihan, sakit kepala migrain, dan menghilangkan keriput yang dirasa tidak enak dipandang mata pada wanita, dengan menggunakan botox. Diperkirakan 1 gram botulinum toxin cukup untuk memenuhi kebutuhan botox sedunia dalam satu tahun.

Demikian 10 Racun paling mematikan di dunia, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita .

 
Cari Artikel Lainnya