Salah satu jenis olahan susu fermentasi adalah kefir dan yoghurt. Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa kedua jenis minuman tersebut adalah sama. Namun sebenarnya kedua minuman fermentasi tersebut memiliki perbedaan. Yuk simak apa saja perbedaan kefir dan yogurt. 1. Perbedan jumlah dan jenis mikrobia Perbedan terletak pada jumlah dan jenis mikrobia yang ditambahkan. Pada kefir susu segar diberi penambahan strater berupa kefir grain yang terdiri dari bakteri asam laktat dan khamir sedangkan pada yoghurt hanya dilakukan penamahan beberapa strain bakteri saja. Hal itu membuat mikrobia yang terkandung pada kefir lebih beragam seperti Lactobacillus acidophillus, Streptococcus sp, Lactobacillus kefiri, Lactobacillus kefirgranum, Lactobacillus fructivorans, Lactococci dan Bulgaricus (Pangkal ide, 2008). Baca Juga: Produk Hasil Fermentasi Susu Murni Kefir biasanya mengandung lebih banyak lemak daripada yogurt. Meskipun begitu, kefir mengandung lebih tinggi protein dan probiotik dibandingkan dengan yogurt. Umumnya kefir mengandung 3 kali lebih banyak probiotik dibandingkan yogurt. Perbedaan jenis bakteri tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap manfaat yang diberikan. Yoghurt mengandung bakteri yang dapat mempertahankan kebersihan sistem pencernaan. Sedangkan kefir dapat membersihkan saluran usus secara langsung. 2. Tekstur dan rasa Kefir juga memiliki tekstur lebih cair dan paling baik dijadikan sebagai minuman. Sementara, yogurt lebih kental ketimbang kefir. Jika Anda lebih suka minuman yang tidak terlalu kental tapi dengan rasa yang lebih tajam, maka Anda bisa pilih kefir. Namun jika Anda menyukai yang teksturnya lebih kental, creamy, dan lembut, pilihlah yogurt. Dengan lebih banyaknya kandungan probiotik dalam kefir, biasanya kefir terasa lebih asam dibandingkan dengan yogurt alami pada umumnya.