Sebanyak 286 siswa kelas VII hingga IX SMP Namira Kota Probolinggo mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan 1447 Hijriah yang berlangsung selama tiga hari pada 4–6 Maret 2026. Kegiatan yang digelar di aula sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan karakter dan spiritualitas siswa selama bulan suci Ramadhan. Program ini mengusung tema “Dengan PAISLOVE Pondok Ramadhan, kita kuatkan karakter peserta yang berakhlakul karimah, nasionalis, dan cinta lingkungan.” Selama kegiatan, siswa mengikuti berbagai rangkaian pembinaan yang memadukan kegiatan ibadah, materi motivasi, serta aktivitas edukatif. Kepala sekolah SMP Namira Kota Probolinggo, Fajar Adi Pamungkas, S.Pd menjelaskan Pondok Ramadhan dirancang sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai spiritual sekaligus pembentukan karakter bagi para peserta didik. “Ramadhan di sekolah kami ingin menjadi pengalaman yang bermakna bagi siswa. Tidak hanya belajar ibadah, tetapi juga melatih kedisiplinan, kebersamaan, serta kepedulian sosial,” ujarnya. Pada hari pertama, kegiatan difokuskan untuk membangun suasana religius melalui tadarus Al-Qur’an yang diikuti seluruh siswa. Di bawah bimbingan ustadz dan ustadzah, para peserta membaca Al-Qur’an secara bergiliran di aula sekolah. Selain tadarus, siswa juga memperoleh penguatan materi dasar ibadah dan pembinaan akhlak. Fajar mengatakan pembukaan kegiatan sengaja diarahkan pada penguatan spiritual agar siswa lebih siap mengikuti agenda selanjutnya. “Kami memulai dengan tadarus dan penguatan akhlak agar siswa lebih tenang dan siap mengikuti kegiatan Ramadhan di sekolah,” katanya. Materi Motivasi dan Ibadah Bersama Memasuki hari kedua, rangkaian kegiatan diisi dengan sesi materi dari Ust. Azam Elhaq, Izzur Rozabi, dan Ust. Fahrul Hidayatullah. Para pemateri mengajak siswa memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat akhlak. Selain penyampaian materi, siswa juga mengikuti berbagai kegiatan ibadah bersama, seperti salat berjamaah, dzikir, dan kegiatan Cinta Sholawat yang dipandu tim SAHARA SMP Namira. Pada malam harinya, para peserta melanjutkan kegiatan dengan berbuka puasa bersama, salat Isya, serta tarawih berjamaah. Pada hari terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan materi kesehatan mental yang disampaikan Ustadzah Novita Irawati. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya keseimbangan emosional bagi siswa dalam menjalani aktivitas belajar. “Kesehatan mental sangat penting bagi siswa. Mereka perlu belajar mengelola emosi dan tekanan agar tetap seimbang dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” kata Ustadzah Novita. Setelah sesi materi, kegiatan ditutup dengan berbagai lomba edukatif, seperti Patroli Islami, Mini Vlog, Cerdas Cermat, Bola Trenggiling, Tebak Gambar, serta Gerakan Tulis Cinta Al-Qur’an yang diikuti para siswa dengan antusias. Pada akhir kegiatan, panitia juga mengumumkan Bintang Pondok Ramadhan dari setiap jenjang kelas. Mereka adalah Aliesha (kelas VII putri), Ahmad Maulana Fazlur Rizky (kelas VII putra), Aulia Andina Putri (kelas VIII putri), Faturrohman Ibrahim (kelas VIII putra), Dwi Amelia (kelas IX putri), dan Rafa Nizar Ideawan (kelas IX putra). Fajar berharap kegiatan tersebut dapat meninggalkan kesan mendalam sekaligus memperkuat karakter para siswa setelah Ramadhan. “Harapan kami, setelah kegiatan ini siswa semakin disiplin, memiliki akhlak yang baik, dan mampu membawa nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.