0
50
0
PARAFRASE
3 weeks 'ago'

PARAFRASE

Pengertian

Parafrase atau parafrasa adalah pengungkapan kembali suatu tuturan bahasa ke dalam bentuk bahasa lain tanpa mengubah pengertian. Pengungkapan kembali tersebut bertujuan untuk menjelaskan makna yang tersembunyi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, parafrasa adalah penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata) yang lain, dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi.

 

Ciri-Ciri Parafrase

  • Bentuk tuturannya berbeda
  • Cara penyampaiannya berbeda
  • Bahasa penyampaiannya berbeda
  • Makna tuturan tetap sama
  • Substansi tak berubah

Tujuan Parafrasa

  • Untuk mengungkapkan kembali bermacam wacana yang kita baca atau kita dengar dengan cara dan bentuk yang berbeda contohnya kita menuturkan isi sebuah puisi dalam bentuk paragraf atau sebaliknya.
  • Untuk menguraikan suatu teks dalam bentuk atau susunan kata yang lain semoga makna yang tersembunyi dalam teks tersebut sanggup diterangkan.

Jenis-Jenis Parafrase

1. Parafrase Bebas

Parafrase bebas ialah jenis parafrase yang tidak mewajibkan penulis untuk menggunakan kata-kata asli yang digunalam dalam karya sastra rujukan untuk membangun karya satra yang lain, namun tetap mempertahankan inti dan makna dari karya sastra tersebut.

Dalam parafrase bebas, penulis diberi kekebasan dalam menggunakan kata-kata lain, dan bahkan jika sama sekali tidak menggunakan kata dari teks asli.

2. Parafrase Terikat

Parafrase terikat yaitu suatu bentuk parafrase yang mewajibkan pengguna dalam menggunakan kata-kata asli dalam karya sastra rujukan dan kemudian bisa ditambah dengan lata-kata lain untuk membangun karya sastra lain dengan bentuk yang lebih berbeda, namun makna dan intinya harus sama.

Cara Membuat Parafrasa

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam membuat parafrasa dari sebuah bacaan.

Untuk membuat parafrasa lisan, langkah-langkahnya adalah :

  1. Membaca informasi secara cermat,
  2. Mencatat kalimat inti,
  3. Mengmbangkan kalimat inti menjadi pokok pikiran,
  4. Menyampaikan pokok pikiran dalam bentuk uraian lisan dengan kalimat sendiri.
  5. Gunakanlah sinonim, ungkapan yang sepadan,
  6. Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung,
  7. Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat tidak aktif,
  8. Menggunakan kata ganti orang ketiga untuk narasi jika kesulitan menguraikan.

Cara Memparafrasekan Puisi Menjadi Prosa

Bagaiamana cara memparafrasekan puisi menjadi prosa?

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memfaraprasekan puisi menjadi prosa, ialah :

  1. Membaca atau mendengarkan pembacaan puisi dengan seksama ;
  2. Pahami isi kandungan puisi secara utuh ;
  3. Jelaskan kata-kata kias atau ungkapan yang terdapat dalam puisi ;
  4. Uraikan kembali isi puisi secara tertulis dalam bentuk prosa dengan menggunakan kalimat sendiri .
  5. Sampaikan secara lisan atau dibacakan.

Langkah- langkah membuat parafrasa

1. Membaca teks keseluruhan

2. Menentukan pokok-pokok pikiran wacana

3. Menetuka tuturan yang hendak menjadi variasinya

4. Menyusun pokok pikiran tanpa mengabah arti

5. Menyempurnakan pokok pikiran

6. Membentuk wacana sesuai keinginan

Contoh parafrase bebas

Aku

Kalau sampai waktuku

'Ku mau tak seorang 'kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

Bila peluru menembus kulitku

Aku tetap meradang menerjang

Lukadan bisa kubawa berlari

Berlari

Hingga hilang perih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

(Chairil Anwar, DCD 1959:7)

 

Parafrasanya :

Kalau si aku meninggal, ia menginginkan jangan ada seorangpun yang bersedih, bahkan juga kekasih atau istrinya.

Tidak perlu juga ada sedu sedan yang meratapi kematian si aku sebab tidak ada gunanya. Si aku ini adalah binatang jalang yang lepas bebas, yang terbuang dari kelompoknya. Ia merdeka tidak terikat oleh aturan-aturan yang mengikat, bahkan meskipun ia ditembak, peluru menembus kulitnya. Si aku tetap berang dan memberontak terhadap aturan-aturan yang mengikat tersebut.

Segala rasa sakit dan penderitaan akan ditanggung, ditahan, diatasi hingga rasa sakit dan penderitaan itu pada akhirnya akan hilang sendiri.

Si aku akan makin tidak peduli pada segala aturan dan ikatan, halangan, serta penderitaan. Si aku mau hidup seribu tahun lagi. Maksudnya, si aku menginginkan semangatnya, pikirannya, karya-karyanya akan hidup selama-lamanya. (Rachmat Djoko Pradopo)

 

Contoh parafrase terikat

Menyesal

Pagiku hilang sudah melayang

Hari mudaku sudah pergi

Kini petang datang membayang

Batang usiaku sudah tinggi.

Aku lalai di hari pagi,

Beta lengah di masa muda

Kini hidup meracun hati

Miskin ilmu, miskin harta

Ah, apa guna kusesalkan,

Menyesal tua tiada berguna,

Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan,

Atur barisan di hari pagi,

Menuju kearah padang bakti.

(ALY HASJMY)

 

Parafrasanya :

MENYESAL

Kini PAGIKU HILANG SUDAH MELAYANG entah kemana

Sekarang HARI MUDAKU SUDAH PERGI jauh tak kan pernah kembali

KINI hanya PETANG yang DATANG MEMBAYANGi alam pikiranku

Yang kini BATANG USIAKU SUDAH mulai TINGGI.

Dulu AKU LALAI DI HARI PAGI,

Karena BETA LENGAH DI MASA MUDA yang masih suka bermalas-malasan

Hingga KINI HIDUP menjadi MERACUN HATI tak bisa berbuat apa-apa lagi

Sudah MISKIN ILMU, MISKIN HARTA pula

Namun AH, APA GUNA KUSESALKAN,

Karena MENYESAL TUA itu TIADA BERGUNA,

HANYA MENAMBAH LUKA SUKMA di hati

KEPADA YANG MUDA KUHARAPKAN,

Untuk ATUR BARISAN DI HARI PAGI,

MENUJU KEARAH PADANG BAKTI.

(ALY HASJMY)

 

 

 

 

 

 

 

Follow Us On :
Ranking
Lencana
Kongkow