Home » Kongkow » Materi » Tabel Periodik : Metode Pengelompokan, Tren Periodik, dan Gambar Tabel

Tabel Periodik : Metode Pengelompokan, Tren Periodik, dan Gambar Tabel

- Rabu, 03 Juni 2020 | 10:03 WIB
Tabel Periodik : Metode Pengelompokan, Tren Periodik, dan Gambar Tabel

“Tabel periodik adalah tampilan unsur kimia berbentuk tabel”

Unsur-unsur tersebut disusun berdasar nomor atom, konfigurasi elektron, dan keberulangan sifat kimia. Tabel terbagi menjadi empat blok yaitu: blok -s, -p, -d, dan -f. Secara umum, dalam satu periode atau baris, di sebelah kiri bersifat logam, dan di kanan bersifat non-logam.

Gambar Tabel Periodik

gambar tabel periodik

gambar tabel periodik

Metode pengelompokan

Pada dasarnya metode pengelompokan tabel periodik di bagi empat, yaitu :

1. Golongan
2. Periode
3. Blok
4. Logam, metaloid, dan nonlogam

Golongan

Golongan adalah kolom vertikal pada tabel periodik.

golongan dalam tabel periodik

golongan dalam tabel periodik

Golongan biasanya memiliki tren periodik yang bermakna daripada periode dan blok, yang akan dijelaskan kemudian. Teori mekanika kuantum modern dari struktur atom menjelaskan bahwa unsur yang beada rada dalam golongan yang sama mempunyai konfigurasi elektron yang sama pada kulit valensinya

Akibatnya, unsur dalam golongan yang sama cenderung mempunyai sifat dan tren yang jelas seiring dengan kenaikan nomor atom Namun, dalam beberapa hal bagian tabel periodik, misalnya blok-d dan blok-f, kesamaan horisontal lebih penting, atau lebih jelas daripada vertikalnya.

Periode

Periode adalah baris horizontal pada tabel periodik.

Meskipun golongan lebih menggambarkan tren periodik, akan tetapi ada beberapa bagian di mana tren horizontal lebih signifikan daripada vertikal. Seperti pada blok-f, di mana lantanida dan aktinida membentuk dua seri unsur horizontal substansial.

Blok

blok dalam tabel periodik

blok dalam tabel periodik

Bagian tertentu pada tabel periodik isa dirujuk sebagai blok sesuai dengan urutan pengisian kulit elektron unsur-unsurnya. Tiap blok diberi nama sesuai dengan sub kulit tempat elektron terakhir berada. Blok-s terdiri dari dua golongan pertama yaitu logam alkali dan alkalil tanah ditambah hidrogen dan helium.

Logam, metaloid, dan nonlogam

unsur dalam tabel perioidik

unsur dalam tabel perioidik

Logam, metaloid, nonlogam, dan unsur dengan sifat kimia tidak diketahui pada tabel periodik. Beberapa sumber tak sepakat dengan klasifikasi beberapa unsur ini.

Sesuai dengan sifat fisika dan kimianya, unsur bsa diklasifikasikan ke dalam tiga kategori besar yaitu logam, metaloid dan nonlogam. Logam biasanya berkilau, padatan dengan konduktivitas tinggi, bsa membentuk aloy dengan logam lainnya dan membentuk senyawa ion mirip garam dengan nonlogam (selain gas mulia). Sebagian besar nonlogam adalah gas berwarna atau tak berwarna. Di antara logam dan nonlogam ada metaloid, yang memiliki sifat di antara logam dan nonlogam atau campuran keduanya

Tren periodik

tren periodik

tren periodik

  1. Konfigurasi elektron
  2. Jari-jari atom
  3. Energi ionisasi
  4. Elektronegativitas
  5. Afinitas elektron
  6. Karakter logam

Konfigurasi Elektron

konfigurasi elektron

konfigurasi elektron

Konfigurasi elektron atau disebut juga organisasi elektron yang mengorbit atom netral menunjukkan keberulangan pola / periodisitas. Elektron menempati serangkaian kulit elektron. Tiap-tiap kulit mengandung satu ataupun lebih subkulit

Jari-jari atom

jari-jari atom

jari-jari atom

Jari-jari atom pada tabel periodik bervariasi dalam cara yang bisa diperkirakan dan dijelaskan. Contoh : jari-jari atom menurun untuk unsur yang ada dalam satu periode, dari logam alkali sampai gas mulia; dan jari-jari atom naik untuk unsur dalam satu golongan dari atas ke bawah.

Energi ionisasi

energi ionisasi

energi ionisasi

Energi ionisasi pertama yaitu energi yang diserap guna melepas satu elektron dari sebuah atom. Energi ionisasi kedua merupakan energi yang diserap guna melepas elektron kedua dari sebuah atom. Untuk atom, energi ionisasi yang berurutan meningkat sesuai kenaikan derajat ionisasi

Elektronegativitas

Elektronegativitas

Elektronegativitas

Elektronegativitas yaitu kecenderungan suatu atom untuk menarik elektron. Elektronegativitas suatu atom dipengaruhi nomor atom dan jarak antara elektron valensi dengan inti atom

Afinitas elektron

afinitas elektron

afinitas elektron

Afinitas elektron suatu atom yaitu jumlah energi yang dilepaskan saat sebuah elektron ditambahkan dalam atom netral membentuk ion negatif. Meskipun afinitas elektron bervariasi, tetapi ada pola yang bs ditarik. Secara umum, nonlogam mempunyai nilai afinitas elektron yang lebih positif daripada logam. Klorin merupakan yang paling kuat dalam menarik elektron. Afinitas elektron pada gas mulia belum sepenuhnya terukur, oleh sebab itu mungkin mempunyai nilai yang sedikit negatif

Karakter logam

Semakin kecil energi ionisasi, elektronegativitas, dan afinitas elektron, semakin kuat pula karakter logam yang dipunyai suatu unsur. Sebaliknya, karakter nonlogam meningkat sebanding dengan peningkatan sifat di atas.

Sesuai dengan tren periodik ketiga sifat ini, karakter logam lebih cenderung menurun untuk unsur dalam periode yang sama dan dengan beberapa penyimpangan (sebagian besar) akibat efek relativistik, cenderung meningkat dari atas ke bawah untuk unsur pada golongan (atau kolom) yang sama.

Demikianlah pembehasan tabel periodik beserta tren dan metode pengelompokan, Semoga bermanfaat

Cari Artikel Lainnya