999 +
0
11
0
Fujifilm hadir dengan kamera instax terbarunya, yaitu Instax Square SQ20
2 months 'ago'


Laporan Wartawan NexTren, Rezky AmaliahNexTren.com - Kebutuhan alat fotografi dengan hasil instan saat ini cukup penting. Karenanya Fuji hadir dengan kamera instax terbarunya, yaitu Instax Square SQ20.Tapi ada yang beda dari Instax Square SQ20 ini, pasalnya kamera instan Fuji ini menjelma jadi kotak yang diklaim canggih.Yap benar, Instax Square SQ20 ini bisa dibilang paling canggih di kelasnya.Klaim yang diberikan oleh Fuji untuk kamera ini adalah "kamera instan hybrid pertama""Fujifilm tidak akan pernah berhenti berinovasi untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup anak muda yang dinamis dan mobile," kata Johanes J. Rampi, GM Electronic Imaging and Consumer Printing Division FujiFilm Indonesia.Ada beberapa contoh teknologi baru yang di bawa oleh si SQ20 ini, seperti motion mode.Kenapa motion mode ini jadi teknologi baru?Karena belum ada satupun kamera instan yang mampu mengabadikan objek bergerak.Motion mode ini punya tiga fitur utama yang unik untuk di coba.
Ada frame grab, yaitu merekam gambar selama 15 detik.
Apa? Merekam gambar? Iya. Instax Square SQ20 dapat merekam gambar. Setelah itu kalian dapat memilih frame yang ingin kalian print.
Lalu ada time shift collage, nah fitur ini membantu banget untuk mengambil gambar dengan objek bergerak.Karena time shift collage memungkinkan kalian untuk mengambil empat gambar hanya dalam satu kali klik.
Fitur ketiga dalam motion mode adalah sequence filter.Apa yang bikin beda dari fitur ini?Kalian dapat menangkap gambar bergerak dan tetap menghasilkan bayangannya. Sehingga gambar yang dihasilkan terlihat hidup. Layaknya kamera instan di kelasnya, Instax Square SQ20 ini dapat memberikan tahap editing sebelum kalian mencetak fotonya.Penasaran dimana belinya?Kamera Instax Square SQ20 ini bisa dibeli di outlet resmi Fuji atau lakukan pre-order di e-commerce Blibli tanggal 15 - 25 November 2018.Bicara harga, kamera instan terbaru Fuji ini dibanderol seharga Rp 2.999.000 untuk pasar Indonesia.(*)
https://nextren.grid.id/read/01998441/kamera-instan-rp-2-jutaan-fuji-instax-square-sq-20-punya-fitur-menarik


Sejak masuknya kamera digital, banyak kamera dengan film analog tergusur termasuk kamera dengan fasilitas foto langsung jadi yang dulu dikenal dengan Polaroid. 

Tapi kini ada satu pemain kamera langsung jadi yaitu FujiFilm dengan produk Instaxnya.  Cukup berani juga FujiFilm merambah pasar kamera langsung jadi di Indonesia yang terbilang sedikit ini. 

Pasalnya kini kian jarang masyarakat kita untuk mencetak foto apalagi biaya produksi film langsung jadi ini terbilang mahal. 

Dengan masih eksisnya FujiFilm menggarap pasar kamera langsung jadi ini di Indonesia menjadi bukti bahwa kamera jenis ini masih cukup banyak penggemarnya. 

Seperti apa kamera langsung jadi seri Instax SQ20 dari FujiFilm ini, yuk simak ulasannya berikut ini.

 

Desain

FujiFilm sudah mengeluarkan beberapa seri Instax di Indonesia, ada Instax Square, Instax Mini serta Instax Wide. Foto yang dihasilkan pun sesuai dengan namanya. 

Instax Square menghasilkan foto dengan bentuk bujur sangkar, Instax Mini menghasilkan foto dengan ukuran mini (62 x 46mm) sedangkan Instax Wide menghasilkan foto panorama berukuran 62 x 99mm.

Karena itu pula bentuk atau bodi kamera menyesuaikan dengan film yang digunakan.  Untuk jenis Instax Square menghasilkan foto dengan ukuran 62 mm x 62 mm.

Salah satu ciri utama dari seri Instax Square adalah bentuknya yang “bongsor”. Kamera jenis ini merupakan kamera dengan ukuran bodi terbesar dibanding Instax Mini. 

Hal ini tentu saja karena foto yang dihasilkan juga lebih besar dibanding seri lainnya.  Bodi Instax Square SQ20 didominasi dari bahan plastik sehingga memiliki bobot yang ringan karena hanya seberat 400 gr dengan film di dalamnya. 

Terdapat dua tombol shutter kiri dan kanan yang terletak di antara lensa dan kamu bisa menggunakan salah satunya.  Tombol shutter yang ada di depan ini sangat nyaman jika digunakan untuk selfie, dengan menggunakan ibu jari. 

Namun jika kamu ingin memotret subjek di depanmu, maka kamu bisa menggunakan jari telunjuk untuk menekan salah satu tombol shutter.
Meskipun tak memiliki layar viewfinder yang bisa dilipat untuk selfie, kamera ini memiliki cermin kecil yang bisa digunakan untuk penanda apakah sudah pas posisi wajahmu di depan lensa. 

 

Agar hasil jepretan kamera menjadi lebih oke, FujiFilm menyematkan flash light built-in.  Berbeda dengan seri lainnya, Instax Square memiliki slot untuk micro SD card sehingga gambar tak harus dicetak tapi bisa juga disimpan. 

Micro SD yang ada pada kamera ini juga bermanfaat untuk memilih foto mana yang akan kamu cetak.  Hal ini akan menghindarkan dari salah cetak atau mencetak gambar yang kurang bagus hasil jepretannya.

Di bagian belakang terdapat layar display berukuran 2,7mm yang berfungsi untuk mengatur kamera dan juga untuk melihat hasil jepretan kamera.  Semua tombol pengaturan kamera dipusatkan di belakang kamera tepatnya di bagian tengah. 

Jajaran tombol yang ada membentuk konfigurasi lingkaran dengan tombol menu di tengahnya.  Lalu disekelilingnya terdapat empat tombol sesuai arah mata angin yang berfungsi sebagai tombol navigasi saat mengoperasikan menu. 

Kemudian disekelilingnya terdapat enam tombol yang berfungsi sebagai tombol pintas untuk preview, cetak, pembesaran, back dan pengaturan kecerahan. 

Sedangkan di bagian atas terdapat lubang memanjang yang cukup mencolok yang merupakan tempat keluarnya hasil cetakan foto.

Untuk pengoperasiannya Instax Square SQ20 relatif mudah, namun buat yang tidak terbiasa atau baru pertama kali menggunakannya butuh waktu untuk membiasakannya. 

Terutama pada saat ingin memotret sesuatu dengan dua tangan ada sedikit kendala.  Hal ini karena kita harus sedikit meraba tombol shutter yang ada di depan, sedangkan umumnya terletak di pundak kamera. 

Tombol shutter yang agak tersembunyi berpotensi membuat pengambilan gambar menjadi sedikit goyang dan membuat gambar menjadi berbayang. 

Fitur

Kamera ini memang seperti kamera otomatis jaman dulu sehingga tidak memiliki banyak tombol seperti layaknya kamera digital yang lebih canggih. 

Meski demikian kamera ini juga memiliki beberapa fitur yang cukup menarik seperti membuat kolase foto atau membuat foto dengan beberapa efek.

Semua pengaturan berpusat pada tombol menu dan tombol navigasi yang ada dan ditampilkan pada display layar.  Instax Square SQ20 juga memiliki fitur zoom yang dioperasikan melalui lingkaran di seputar lensa depan. 

Walau agak kesulitan dalam mengoperasikannya namun fitur ini cukup membantu terutama untuk subjek yang agak jauh.  

Walau tak memiliki kemampuan untuk memotret secara berurutan (continuous shutter) layaknya kamera pro, namun kamera ini bisa membuat foto berurutan. 

Caranya dengan memotret subjek bergerak dengan mode video selama 10-15 detik. Lalu video yang sudah diambil bisa di-capture dan mengambil bagian yang kita inginkan. 

Fasilitas capture gambar ini bisa dilakukan dengan mudah.  Kamu juga bisa membuat foto kolase dengan menggabungkan 4 atau 5 foto dalam satu frame. 

Namun harus diingat, karena bidang fotonya terbatas, jika menggunakan fitur ini maka masing-masing frame akan menjadi kecil.  Foto kolase ini bagus untuk merangkum beberapa gerakan sehingga seperti bercerita.

SQ20 memiliki dua mode shutter speed yaitu auto dengan kecepatan 1/7500 detik hingga 1/2 detik. Dan buat kamu yang suka memotret malam bisa menggunakan mode bulb yang mampu membuka rana hingga 10 detik. 

ISO Auto yang ada pada kamera ini memiliki bentang antara 100 hingga 1600 sehingga bisa menghasilkan foto yang juga cerah sesuai dengan keadaan. 

SQ20 menggunakan lensa dengan focal length setara 35mm dan aperture f/2.4 dengan sensor CMOS yang menghasilkan  gambar dengan ukuran 1920 x 1920 piksel. 

Kamera ini juga memiliki beberapa filter yang menarik untuk segala usia. Total ada 16 filter yang bisa digunakan untuk foto dan video serta 3 filter khusus untuk video dan 2 filter khusus untuk foto.

Printer

Berbeda dengan kamera lainnya, Instax yang bisa langsung mencetak foto seperti menggabungkan kamera dan printer dalam satu alat.  Instax Square SQ20 menggunakan FUJIFILM Instant Film “Instax Square”. 

Printer kamera ini mampu memproduksi foto langsung jadi dengan ukuran 62 mm x 62 mm dan ukuran film 86 mm x 72 mm.  Foto yang dihasilkan memiliki kerapatan piksel sebesar 12.5 dots/mm (318 dpi, 80 μm dot pitch).

Untuk menghasilkan foto langsung jadi, printer pada kamera ini membutuhkan waktu hingga 12 detik sejak kamu menekan tombol print pada layar.  Setelah itu layar putih yang ada pada film akan berangsur memperlihatkan gambar.

FUJIFILM Instant Film yang digunakan SQ20 berisi 10 lembar film per bungkusnya sehingga kamu hanya bisa mencetak sebanyak 10 foto dalam satu kali pengisian film. 

Pengisian film pada kamera ini cukup mudah yaitu dengan menggeser tombol film yang ada di atas layar dan kemudian kamera seperti terbelah dua dan akan nampak film yang sudah kosong. 

Kamu hanya perlu mengangkat kotak film yang kosong dan menggantikannya dengan yang baru.  Setelah kamu tutup kembali maka kamera akan mempersiapkan diri dan siap untuk mencetak lagi. 

Hanya saja FUJIFILM Instant Film cukup mahal karena banyak dijual dengan harga rata-rata Rp 200 ribuan per bungkus isi 10 lembar, yang berarti perlembar film seharga sekitar Rp 20 ribuan.

Kesimpulan

Jangan menyamakan kamera Instax Square SQ20 dengan kamera jenis lainnya seperti kamera pocket, mirrorless dan bahkan DSLR.  Jika melihat teknologinya jelas berbeda dan kamera jenis Instax ini memang kamera yang sederhana baik fitur maupun teknologinya.

Kamera Instax Square SQ20 merupakan kamera untuk segala usia dan memiliki operasional yang sangat mudah dan sederhana namun tetap memiliki fitur-fitur menarik.

Kamera ini cocok untuk kamu yang suka kepraktisan dan gemar mengoleksi foto untuk dipajang di kamar atau di meja.  Namun harga film masih tergolong mahal jika dibandingkan dengan mencetak secara digital.

 

Follow Us On :
Ranking
Lencana
Kongkow