999 +
0
84
0
Menelusuri Jejak Arsitektur Megah Ottoman dari Masjid Biru Turki
4 months 'ago'

Masjid Biru atau Masjid Sultan Ahmed merupakan masjid termegah dan terbesar di Istanbul, Turki. Dalam bahasa Turki, masjid ini disebut Sultanahmed Camii. Keindahan dan keunikan masjid ini diakui oleh UNESCO sehingga dinobatkan sebagai situs warisan dunia. Masjid ini dibangun oleh Sultan Ahmed I pada saat Abad ke 14 saat kerajaan Ottoman masih berkuasa.

Kemegahan arsitektur dan interiornya mengadaptasi pada gaya Ottoman Byzantium Klasik. Arsitektur khas Turki yang tak kalah indah dengan Hagia Shopia. Masjid ini dirancang oleh arsitek terkenal yang bernama Sedefkar Mehmed Agha. Dengan rancangan enam kubah yang dibuat bertumpuk-tumpuk akan membuatmu terpesona.

Fakta- fakta menarik mengenai Masjid Biru ini akan membuatmu mengenang sejarah kejayaan Kerajaan Ottoman. Simak yuk!

1. Julukan 'Masjid Biru' dibalik keindahan interiornya

Menelusuri Jejak Arsitektur Megah Ottoman dari Masjid Biru TurkiMasjid Biru memiliki kemegahan interior yang didominasi warna biru. Keramik-keramik yang menghiasi dinding masjid menambah kesan menakjubkan. Sultan Ahmed I memerintahkan pada arsitek Sedefkar Mehmed Agha untuk membangun masjid terbesar di Turki. Membutuhkan waktu tujuh tahun untuk mendirikan masjid megah tersebut.

Berdiri di sekitar Hagia Shopia menambah kesan indah di wilayah tersebut. Namun peristiwa kebakaran yang terjadi pada tahun 1574 membuat masjid harus mengalami restorasi. Kini warna interior biru ini banyak mengalami perubahan sehingga kesan biru tidak mendominasi lagi. Namun masjid ini tetap indah dan megah.

2. Kisah unik dibalik enam menaranya

Menelusuri Jejak Arsitektur Megah Ottoman dari Masjid Biru Turki

Kisah unik dari ide membangun enam menara ini berawal dari kesalahan sang arsitek. Sultan Ahmed I memerintahkan Sedefkar Mehmed Agha untuk membuat masjid dari emas agar menandingi keindahan Hagia Shopia. Dalam bahasa Turki, emas disebut Altin. Namun karena kesalahan pendengaran, sang arsitek mengira bahwa Sultan Ahmed I memintanya membuatkan masjid dengan enam menara.

Semula Sultan kecewa, namun hasil karya dari Sedefkar Mehmed Agha ini akhirnya membuat kagum Sultan. Arsitektur menara yang bertumpuk-tumpuk menghadirkan kemegahan dan keindahan yang mempesona. Jika kamu mengunjungi Hagia Shopia, wajib kamu singgah sebentar ke Masjid ini.

3. Gaya byzantium klasik melekat pada arsitektur masjid

Menelusuri Jejak Arsitektur Megah Ottoman dari Masjid Biru TurkiMasjid ini mencatat sejarah kejayaan kerajaan Ottoman dari kemegahannya. Arsitektur dibuat kubus dengan 6 menara besar yang bertumpuk-tumpuk. Kubah dibuat dari 4 arah yang berbeda dengan diameter 23,5 meter dan ketinggian 43 meter. Selain itu, Menara pensil yang menjulang tinggi menambah keunikan dari masjid ini.

Bentuk runcing ini merupakan arsitektur khas Turki Utsmani pada masa itu. Seni muqarnas atau kubah stalaktit menghadirkan keindahan akustik khas arsitektur islam. Pada setengah lingkaran kubah diberi 14 jendela dan 28 jendela pada tengahnya. Bingkai jendela dibuat membentuk pola mozaik dengan teknik opus sectile yang menambah kemegahan masjid.

4. Interior keramik Iznik dengan desain tradisional Turki

Menelusuri Jejak Arsitektur Megah Ottoman dari Masjid Biru TurkiMasjid ini dihiasi dengan interior keramik yang didominasi berwarna biru. Keramik yang dibuat oleh kerajinan dari kota Iznik memantulkan keindahan yang berkilauan. Sekitar 20.000 keramik menghiasi interior didalamnya. Motif daun, tulip, mawar, anggur, bunga delima hingga motif geometris lainnya dibuat cantik. Desain tradisional Turki terlihat dari lantai bawah, sedangkan lantai galeri diperindah dengan desain bunga dan buah-buahan.

200 kaca hias menambah keunikan dari masjid ini. Kaca dibuat untuk menyerap cahaya yang masuk. Lampu-lampu masjid dibuat dengan emas-emas yang berkilauan. Sebagian jendela merupakan persembahan Ratu Venice untuk Sang Sultan. Kemegahan ini ditambah dengan mihrab yang terbuat dari marmer dengan desain stalaktit dan panel incritive ganda. Kaligrafi Seyyid Kasim Gubari menambah kesan islami yang kental. Akibat kebakaran pada tahun 1574, masjid harus direnovasi. Perubahan-perubahan interior pada masjid dilakukan secara berkala.

5. Tujuan pembangunan masjid oleh Sultan Ahmed I

Menelusuri Jejak Arsitektur Megah Ottoman dari Masjid Biru Turki

Semula Sultan Ahmed membuat masjid ini untuk menandingi keindahan Hagia Shopia. Sehingga perpaduan arsitektur Byzantium klasik dan Hagia Shopia melekat dalam bangunannya. Sang Sultan membangun masjid dengan tujuan sebagai tempat ibadah umat muslim.

Setiap salat jum'at, salat idul fitri, dan salat idul adha masjid ini dapat menampung 10 ribu jamaah. Nonmuslim dipersilahkan untuk mengunjungi masjid ini dengan syarat memakai pakaian yang rapih dan sopan.

Fakta-fakta unik pada Masjid Biru ini mengungkap sejarah kejayaan Turki Utsmani. Kamu harus tahu potret kekayaan budaya islam sejak dahulu melalui arsitekturnya. Kamu harus mengunjungi Masjid Biru ini saat mengunjungi Turki dan nikmati perjalanan menyenangkan khas negeri Ottoman.

 

Follow Us On :
Lencana
Kongkow