999 +
0
265
0
Tips Menjaga Otak Selama Masa Liburan!
6 months 'ago'

Liburan sekolah merupakan masa-masa yang paling dinantikan oleh anak-anak, terutama setelah melewati ujian kenaikan kelas. Biasanya liburan sekolah menandakan anak-anak boleh berekreasi, bermain games, nonton sepuasnya tanpa ada kewajiban untuk mengerjakan tugas sekolah. Karena ketika liburan kenaikan kelas, sekolah tidak memberikan PR yang perlu dikerjakan saat siswa masuk sekolah.

Ketika masa-masa seperti ini tiba, sebenarnya waktu anak tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk beristirahat dari aktivitas sekolah. Melainkan liburan ini merupakan waktu yang tepat untuk mengisi ulang ‘tenaga’ anak agar kemampuannya menjadi lebih optimal ketika kembali ke sekolah. Liburan panjang dapat menyebabkan anak masih terbawa suasana libur saat kembali ke kelas. Lalu bagaimana caranya kita sebagai orangtua menjaga agar otak anak tetap produktif dan siap kembali ke sekolah setelah liburan berakhir? Di masa-masa seperti ini ada 4 tips utama untuk menjaga produktivitas otak selama liburan panjang.

1. Olahraga Fisik.

Otak adalah bagian tubuh yang penting. Ketika anak melatih tubuhnya, maka secara bersamaan juga berfungsi untuk melatih otak. Olahraga fisik tidak hanya membantu meningkatkan aliran darah sehingga meningkatkan persediaan energi ke neuron, namun juga meningkatkan dan memengaruhi perkembangan neuron baru di otak. Dengan berolahraga, anak dapat menstimulasi produksi protein yang disebut “growth factors” yang dapat meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak. Tetapi seiring perkembangan teknologi, anak-anak lebih menyukai permainan yang mengandalkan kekuatan jari seperti playstationdan bukan fisik seperti bermain bulutangkis. Bahkan tingkat obesitas semakin dini dialami. Jadi ingatlah untuk membuatkan jadwal rutin untuk berolahraga.

2. Nutrisi Sehat.

Makanan yang sehat untuk tubuh, juga sehat untuk otak. Penting untuk memberikan asupan diet yang bernutrisi kepada anak, dibandingkan hanya memberikan vitamin. Penting bagi anak untuk mengonsumsi sayur, gandum, buah, susu dan protein. Begitu pula Omega-3 yang ditemukan pada ikan seperti mackerel, herring, tuna, dan salmon – yang terbukti bermanfaat bagi anak. Kurangi makanan yang dibuat dengan banyak bumbu. Jangan lupa berikan makanan yang mengandung anti-oxidant agar semakin menjaga produktivitas otak anak.

3. Istirahat Cukup Dan Manejemen Stres.

Fakta yang sering tidak diperhatikan orangtua padahal ini merupakan hal yang penting, yaitu tidur. Aktivitas ini bukanlah tidak berguna, tetapi merupakan salah satu faktor penting untuk belajar serta menjaga otak tetap produktif. Anak yang tidak tidur dengan cukup akan sulit memiliki daya ingat yang baik. Dan jika anak anda tidak tidur dengan cukup, maka otomatis belajar pun menjadi terhambat. Sepanjang hari, anak akan mendapatkan informasi dan pengetahuan, serta mempelajari kemampuan baru, dan sebagainya. Hal yang baru dipelajarinya ini akan disimpan di memori jangka pendek. Kemudian ketika anak tidur, terutama ketika fase Rapid Eye Movement (REM) yang diasosiasikan dengan bermimpi, informasi yang ada dalam memori jangka pendek akan masuk ke memori jangka panjang. Apabila anak sering tidur terlambat, maka ketika liburan biasakanlah untuk memperbaiki kebiasan tidurnya yang buruk. Selain itu kebiasaan pernafasan yang benar ketika beristirahat juga menjadi faktor dalam membantu anak belajar dan menjaga kesehatan otak. 

4. Melatih Otak & Stimulasi Mental Berkelanjutan.

Seperti telah disampaikan sebelumnya bahwa olahraga fisik membantu terbentuknya neuron baru di otak, dan olahraga mental akan menentukan bagaimana neuron itu digunakan dan berapa lama neuron itu dapat bertahan. Olahraga otak yang dimaksud memiliki manfaat jangka pendek dan panjang. Dalam jangka pendek, olahraga otak dapat meningkatkan fokus, memori, menjaga pikiran tetap jernih di bawah tekanan, meningkatnya toleransi terhadap stres, bahkan meningkatnya kreativitas. Dalam jangka panjang, stimulasi mental membantu membangun “brain reserve” yang bertugas membantu meminimalkan potensi penyakit degeneratif seperti Alzheimer. Akan tetapi bila olahraga otak seperti catur dan sudoku menjadi hal lazim dan rutin, manfaatnya akan berkurang karena adanya pembiasaaan.

Pelatihan berbasis neuroplastisitas – otak bisa berubah – secara positif.

Saat ini pelatihan seperti di atas yang juga berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan sosial-emosi anak atau yang disebut dengan Neurofeedback telah hadir di Indonesia. Selagi masa liburan, berpartisipasilah mengikuti keempat tips di atas bersama anak anda untuk mempersiapkan anak anda kembali ke bangku sekolah setelah liburan berakhir.

Follow Us On :
Lencana
Kongkow