Mengenal Lup Sebagai Alat Optik

Oleh : Nurul Marta - 14 September 2021 14:00 WIB

Penglihatan manusia sangat terbatas. Jangkauan penglihatan manusia tidak sanggup melihat benda yang terlalu jauh maupun terlalu dekat. Alternatif yang dipilih untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan alat bantu penglihatan (alat optik). 

Kaca pembesar atau disebut juga dengan lup, termasuk salah satu alat optik yang paling sederhana. Alat optik yang terbuat dari lensa cembung ganda (bi-konveks) ini sudah diperkenalkan kepada siswa sejak sekolah dasar.

Di sekolah lanjutan tingkat pertama (SMP/MTs) pengenalan terhadap kaca pembesar lebih diperluas. Lup diperkenalkan tidak hanya mengenai fungsinya melainkan juga cara atau prinsip kerja lup sampai perhitungan secara matematis.

Lup atau kaca pembesar berguna untuk memperbesar bayangan objek/benda sehingga terlihat lebih jelas. Cara kerja lup sebenarnya memperbesar sudut pandang sehingga benda-benda ukuran kecil dapat diperbesar dan jelas dilihat. 

Coba perhatikan tukang arloji memperbaiki arloji yang rusak dengan menggunakan lup. Dengan menempelkan kaca pembesar pada salah satu mata, tukang arloji dapat melihat komponen-komponen arloji dengan ukuran kecil untuk diperbaiki. 

Tidak hanya tukang arloji, tukang service elektronik, penggemar filatelli dan tenaga medis juga sering menggunakan kaca pembesar ini.

Saat menggunakan lup, ada dua kondisi mata yang perlu diketahui. Kondisi lensa mata berakomodasi dan tanpa akomodasi. Mari kita kenali lebih jauh:

1. Mata berakomodasi maksimum

Jika benda ditempatkan antara titik fokus dan lensa lup, itu artinya kondisi mata normal akan berakomodasi secara maksimum. Bayangan benda akan terbentuk di titik dekat (jarak baca normal= +/- 25 cm). Sifat bayangan benda adalah; semu, tegak dan diperbesar.

Titik fokus (f) lup berada dekat dengan lensa lup tersebut. Untuk melihat bayangan benda, maka benda ditempatkan antara titik fokus dan lensa lup.

Perhatikan lukisan pembentukan bayangan di bawah ini!

alt="lukisan,pembentukan bayangan,lup" src="https://2.bp.blogspot.com/-lcKV_q3N28E/WNY96OICPQI/AAAAAAAAJNs/k8zat7mW3UgjKu83eC3fmgkW9W7OximLgCLcB/s300/berakomodasi.jpg" style="height:213px; width:320px" title="lukisan-akomodasi" />

Penempatan benda antara titik fokus dan lensa kaca pembesar akan menyebabkan lensa mata mencembung maksimum. Akibatnya mata akan terasa cepat lelah dan sakit. Namun penempatan seperti menyebabkan bayangan benda terlihat lebih terang dan jelas.

2.Mata tidak berakomodasi

Menghindari kelelahan pada mata, dapat ditempuh dengan cara dimana lensa mata dalam keadaan rileks, tanpa berakomodasi. Benda harus diletakkan tepat di titik fokus lup sehingga bayangan jauh tak berhingga. 

Amati lukisan terbentuknya bayangan saat lensa mata tidak berakomodasi berikut ini!

alt="lukisan,terbentuknya bayangan,tak berakomodasi" src="https://2.bp.blogspot.com/-strmUHiy7_k/WNY-MMjjWeI/AAAAAAAAJNw/TbD_qAxsUnw0IY0ng8jUcRjuSDK0eK0ngCLcB/s300/tak%2Bakomodasi.jpg" style="height:213px; width:320px" title="lukisn-bayangan" />

Bayangan benda akan terbentuk pada jarak yang jauh tak berhingga atau di titik jauh.  Dengan demikian lensa mata terasa tidak lelah. Nah, perhitungan matematis tentang variabel lup akan ditampilkan pada postingan berikutnya dalam bentuk contoh soal.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :