Bahas Rambutan, Mahasiswa ITB Juarai IEPC 2017

Oleh : Rizki Mumpuni - 10 November 2017 13:00 WIB

Mahasiswa ITB, Naomi Febrina Silaban dan Juang Arwafa Cita yang tergabung dalam tim Black Soldier berhasil meraih juara kedua pada ajang ITS Expo Paper Competition (IEPC). Ajang ini diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (BEM ITS).

Sebelum dinyatakan sebagai pemenang, Naomi dan tim harus melewati serangkaian tahap seleksi yang dimulai dari seleksi abstrak, seleksi paper, dan presentasi karya. Tema yang diangkat dalam kompetisi ini adalah Inovasi Teknologi dalam Optimalisasi Sumber Daya Alam Guna Mewujudkan Indonesia Mandiri.

Dalam ajang ini, Tim Black Soldier sendiri mengangkat karya tulis dengan judul Desain Awal Sistem Produksi Pengolahan Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Dengan Penerapan Konsep Biorefinery Sebagai Upaya Diversifikasi Produk dan Peningkatan Nilai Ekonomi Buah Rambutan.

Dalam paper yang disusun oleh tim Black Soldier, dijelaskan mengenai biorefinery pada rambutan dan perbandingannya dengan pengolahan rambutan konvensional. Rambutan merupakan buah khas negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 

Dalam karya ini, Naomi dan tim menawarkan tiga konsep utama penerapan biorefinery rambutan, yakni optimasi penggunaan sumber daya, peningkatan keuntungan produksi, serta minimalisasi produksi limbah. Dalam hal ini, Naomi dan tim memakai agen biorefinery, yaitu BSFL.

Sedangkan pada pengolahan konvensional hanya dapat dihasilkan satu produk saja, yakni buah kaleng. Ekstrak kulit rambutan mengandung senyawa geranin yang merupakan super antioksidan dan dapat dikelola menjadi suplemen makanan. Sementara itu ekstrak minyak rambutan mengandung edible fat yang merupakan bahan baku produk kecantikan/kosmetik.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :