Mengenal Senyawa Garam

Oleh : Rizki Anugrah Ramadhan - 17 December 2016 10:00 WIB

Merunut jalan sejarah peradaban manusia, garam ternyata sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu.

Para ahli memperkirakan garam sudah digunakan sebagai campuran makanan sejak 6050 SM oleh masyarakat neolitik kebudayaan Precucuteni.

Dalam kehidupan sehari-hari garam banyak digunakan sebagai salah satu bumbu masak yang terpenting.

Dengan garam kita dapat memberikan rasa asin dalam sup, sayuran dan berbagai makanan olahan, bahkan garam juga digunakan untuk proses pengawetan makanan.

Namun sebenarnya garam yang digunakan di masakan hanya salah satu dari beragam jenis garam, yaitu yang biasa kita kenal dengan garam dapur.

Garam sendiri adalah senyawa kimia yang terdapat secara alami dan umumnya larut dalam air. Garam terbuat dari senyawa ion dan karena ion inilah garam dapat mudah larut dalam air dan larutannya dapat menghantarkan listrik.

Garam terbentuk dari pencampuran reaksi asam dan basa dan jika ditinjau dari unsur-unsur pembentuknya, maka garam memiliki banyak jenis.

Namanya biasanya diawali dengan ion kation (ion Positif) dan diikuti dengan ion anion (ion negatif), misal Natrium (+) Klorida (-) (NaCl), bahan pembentuk utama garam dapur.

Selain garam dapur, kita juga mengenal garam sulfat, yang dihasilkan dari asam sulfur, garam tembaga, yang dihasilkan oleh tembaga oksidasi, dan garam sitrat yang dihasilkan oleh asam sitrat.

Lalu bagaimana dengan air laut? Mengapa air laut bisa mengandung garam juga?

Air laut mengandung garam karena terbawa dari air yang mengalir dari daratan melalui sungai-sungai. Air tersebut mengikis dan membawa larutan garam mineral yang ada dalam batuan dan tanah.

Dilihat dari kadar garamnya, Laut yang paling tinggi kadar garamnya adalah Laut Merah yang terletak di sebelah barat Jazirah Arab.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :