Apa Itu Tanaman Porang?

Oleh : UAO - 21 August 2021 09:00 WIB

Tanaman porang saat ini menjadi salah satu bisnis yang banyak diminati. Hal tersebut dikarenakan permintaan akan Tanaman Porang akhir-akhir ini semakin meningkat. Tapi sebelum itu, tau nggak sih Apa itu Tanaman Porang?

Tanaman porang (Amorphophallus oncophyllus muelleri Blume) merupakan umbi-umbian yang termasuk dalam famili Areaceae dan umumnya tumbuh di hutan. Tak hanya memiliki nilai jual tinggi untuk pasar ekspor, tanaman yang termasuk jenis iles-iles ini juga memberi segudang manfaat bagi kesehatan. Budidaya tanaman porang juga terbilang mudah karena tanaman yang satu ini sangat cocok ditanam pada lahan terbuka.

Umbi porang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan dan bisa dengan mudah diolah menjadi bahan pangan dan industri kosmetik. 

Tanaman Porang termasuk tanaman herbal yang bisa tumbuh hingga mencapai ketinggian 1,5 meter. Tanaman ini adalah penghasil umbi yang banyak tumbuh di hutan tropis.

Secara fisiknya, tanaman ini tumbuh dengan batang bercorak belang hijau putih atau tangkai yang tunggal. Tanaman ini hanya bisa tumbuh di bawah pohon penyangga.

Cara Menanam Tanaman Porang

Berikut adalah cara menanam tanaman porang.

1. Syarat Tumbuh Tanaman Porang

Agar budidaya tanaman porang berhasil, maka ada beberapa persyaratan yang harus Moms dan Dads penuhi ketika ingin menanam pohon ini.

Misalnya saja keasaman tanah yang dibutuhkan tanaman ini adalah pH 6-7 dengan kondisi tanah harus gembur dan tidak tergenang air.

Kegemburan tanah memang jadi faktor pertumbuhan tanaman. Porang yang ditanam pada tanah keras akan membuat umbi yang ada di dalam tumbuh ke atas. Hal ini akan menyebabkan umbi mirip dengan singkong jadi lebih memanjang.

Jika ditanam di tanah yang gembur, maka hasil umbi porang akan tumbuh ke samping dan tumbuh membulat besar. Jika ingin tumbuh lebih bagus, tanamlah porang di tanah yang kandungan pasirnya tinggi.

Tanaman porang membutuhkan naungan agar bisa tumbuh dengan baik dengan tingkat persentase kerapatan minimal 40%.

Naungan pohon yang cocok untuk tanaman ini adalah pohon mahoni, sono, atau jati.

2. Pembibitan Tanaman Porang

Cara menanam tanaman porang bisa dilakukan secara generatif dan vegetatif. Jika menggunakan teknik generatif, maka lakukan pembibitan terlebih dahulu dalam polybag

Namun jika yang dipilih adalah metode vegetatif, maka pembibitan tidak perlu dilakukan karena menggunakan umbi atau katak. Secara umum ada beberapa teknik perkembangbiakan porang yang bisa dilakukan.

  • Katak atau Bintil

Katak disini merupakan bintil porang yang muncul di tangkai daun dan di pangkal. Warnanya coklat agak kehitaman. Biasanya dalam 1 kg porang berisi sekitar 100 butir katak.

Moms dan Dads bisa menyimpan katak hingga musim hujan tiba agar bisa ditanam langsung pada lahan yang sudah disiapkan.

  • Buah atau Biji

Setiap kurun waktu 4 tahun, tanaman porang biasanya menghasilkan bunga yang nantinya menjadi biji atau buah.

Dalam satu tongkol buah bisa menghasilkan 250 butir biji yang bisa digunakan untuk bibit porang. Namun, Moms dan Dads harus melakukan penyemaian dulu.

  • Umbi

Umbi berukuran besar bisa dipecah sesuai ukuran yang diinginkan sehingga bisa ditanam pada lahan yang sudah disiapkan.

Sementara untuk umbi kecil diperoleh dari pengurangan tanaman yang sudah terlalu rapat. Hasil pengurangan ini kemudian dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bibit.

3. Menanam Tanaman Porang

Tanaman porang sebaiknya ditanam saat awal musim hujan, yaitu di bulan Oktober-Desember.

Lahan terbuka merupakan lahan terbaik untuk menanam tanaman porang karena dapat menghasilkan jumlah lebih besar dengan kualitas lebih tinggi.

Berikut adalah cara menanam tanaman porang:

  • Bersihkan lahan dari gulma lalu dibajak atau lakukan penggemburan lahan.

  • Buat lubang tanam dengan jarak 25x50 cm atau 25x60 cm.

  • Tambahkan pupuk sekam dan kompos di setiap lubang agar pertumbuhan optimal.

  • Bibit dimasukkan satu per satu ke dalam lubang tanam dengan posisi bakal tunas menghadap ke atas.

  • Tiap lubang tanaman diisi dengan 1 bibit porang yang jarak tanamnya sesuai kebutuhan.

  • Tutup bibit dengan tanah olahan atau halus dengan tebal sekitar 3 cm.

4. Pemeliharaan Tanaman Porang

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka Moms dan Dads perlu melakukan perawatan yang cukup insentif.

Setelah tadi mengetahui bagaimana cara menanam tumbuhan porang, maka kini saatnya mengetahui juga bagaimana memeliharanya.

  • Penyiangan

Lakukan penyiangan rutin atau membersihkan gulma yang bisa jadi pesaing dari tanaman porang.

Penyiangan ini dilakukan sebulan setelah umbi porang telah ditanam. Lalu, untuk selanjutnya penyiangan dilakukan saat gulma sudah muncul. Gulma yang sudah disilang ini kemudian ditimbun di dalam lubang agar bisa dijadikan pupuk organik.

  • Penjarangan

Untuk menjaga ketegakan pada tanaman, timbun pangkal batang porang dengan tanah disekitarnya agar guludan bisa semakin tinggi.

Penjarangan juga perlu dilakukan agar umbi bisa tumbuh besar. Penjarangan bisa dilakukan jika dalam 1 lubang tanam terlalu banyak tanaman porang yang tumbuh.

  • Pengendalian Hama

Hama yang menyerang tanaman porang juga harus diberantas seperti ulat, nematoda, belalang, dan lain-lain.

Mereka bisa menyebabkan penyakit pada tanaman porang seperti daun layu, busuk batang semu, dan sebagainya.

Untuk pengendalian nematoda, Moms dan Dads dapat menggunakan carbofuran. Untuk pengendalian hama gunakan Thiodan dan Basudin, sedangkan pengendalian penyakit gunakan fungisida Benlate dan Ridomil.

5. Tahap Memanen Tanaman Porang

Tanaman porang bisa dipanen ketika sudah mencapai usia 2 tahun, Umbi yang sudah siap dipanen biasanya umbi besar yang beratnya mencapai 1 kg. Sedangkan umbi yang masih kecil dibiarkan saja untuk dipanen pada tahun berikutnya.

Sebaiknya panen porang pada saat musim kemarau, karena pohon porang memiliki siklus alami yaitu mati saat musim kemarau dan tumbuh saat musim hujan.

Untuk satu pohon porang biasanya bisa menghasilkan 2 kg. Ciri-ciri porang yang sudah siap dipanen terletak pada daunnya yang sudah kering dan jatuh ke tanah.

Cara memanennya adalah dengan menggali tanaman hingga ke akar, sama seperti cara memanen tumbuhan umbi-umbi lainnya.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :