Sistem Gerak Pada Hewan

Oleh : Amirah Adzkiyyah - 23 July 2020 15:30 WIB

Sistem Gerak Pada Hewan

Suatu Makhluk dikatakan hidup salah satunya karena ia dapat bergerak atau dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Sistem gerak pada hewan berbeda-beda, misalnya pada kucing dan ikan. Kucing berpindah tempat dengan cara menggerakkan kaki-kakinya. Sedangkan ikan berpindah tempat dengan cara berenang menggunakan ekor dan siripnya di dalam air. Pada artikel ini kamu akan mempelajari sistem gerak pada hewan vertebrata dan avertebrata.

Bertulang Belakang (Vertebrata)

Sistem gerak pada hewan vertebrata tergantung pada kelompok hewannya. Berikut yang termasuk hewan vertebrata adalah mamalia, pisces, aves, amfibi, reptil.

  • Sistem Gerak Pada Hewan Mamalia

Kelompok hewan mamalia diantaranya adalah kerbau, sapi, kucing, kuda, harimau, singa, dan lain-lain.

Karakteristik kerangka

Hewan mamalia yang bertubuh besar seperti gajah dan kerbau harus melawan inersia yang nilainya besar. Tetapi karena perbedaan bentuk kerangka tulang dan otot, maka gajah dan kerbau tetap dapat bergerak dengan lincah.

Sebenarnya kelincahan hewan mamalia saat bergerak tergantung pada kekuatan kaki belakangnya yang berdampak sebagai pendorong utama untuk melaju dengan cepat.

citah (pixabay.com)

Hewan mamalia yang memiliki kerangka tulang yang kuat dan kaki yang ramping, seperti kijang dan cheetah akan memiliki elastisitas tinggi saat melompat. Kaki yang ramping menjadikan kijang dan cheetah mampu melompat lebih banyak di udara saat berlari kencang.

  • Sistem Gerak Pada Hewan Pisces (Ikan)

ikan badut (giphy.com)

Habitat ikan yaitu di dalam air. Air memiliki massa jenis yang lebih besar daripada massa jenis (berat badan ikan) ikan. Hal ini yang menyebabkan semua ikan yang hidup di air tawar maupun di air laut memiliki gaya angkat lebih tinggi pada saat berada di dalam air. Selain itu ikan juga memiliki sirip yang membuat ikan dapat berenang bebas kesana kemari dengan cepat di dalam air, yang hanya mengeluarkan energi yang sedikit.

Ikan memiliki sirip yang jumlahnya sepasang, yaitu berada di sisi kanan dan kiri ikan. Sirip ikan berfungsi untuk mempermudah pergerakan ikan melaju ke depan atau belakang. selain itu ada lagi sirip tengah, yaitu sirip yang berada di atas tubuh ikan.

Ikan yang hanya mengandalkan sirip tengah dan sirip pasangan biasanya kemampuan renangnya tidak secepat ikan yang menggunakan sirip pasngan dan sirip ekornya. Contohnya adalah ikan yang hidup pada terumbu karang.

Karakteristik kerangka

rangka ikan (amongguru.com)

Sebagian besar ikan yang berhabitat di air laut atau di air tawar memiliki bentuk tubuh yang unik. Sebagian besar berwujud seperti torpedo. Ada yang berpendapat lain bahwa bentuk tubuh ikan berbentuk streamline. Bentuk ikan yang mirip torpedo (streamline) itu, mempermudah ikan bermanuver ke arah kanan dan ke kiri secara cepat dan praktis saat di dalam air tanpa mengalami hambatan atau gesekan dengan air. Susunan otot dan tulang belakang bersifat elastis sehingga memudahkan mendorong ekor saat berada di dalam air. Saat ikan bergerak dalam air, ikan sering sekali mengeluarkan gelembung- gelembung udara. Maksud dan tujuan ikan melakukannya yaitu agar ikan mudah mengatur naik atau turunnya tubuh pada ikan.

  • Sistem gerak Pada Hewan Aves (Burung)

elang (pixabay.com)

Hewan yang berada di udara ialah burung. Burung dapat terbang leluasa karena mempunyai sayap dan rangka tulang yang mendukung. Setiap jenis burung memiliki cara tersendiri dalam hal terbang. Burung- burung dapat terbang karena tubuhnya mempunyai gaya angkat yang sangat besar, sehingga dapat melepas diri dari gaya gravitasi bumi.

Karakteristik kerangka

rangka merpati (wikisains.blogspot.com)

Bentuk sayap burung memiliki susunan rangka yang kuat tapi ringan. Selain itu burung juga diperkuat oleh tulang dada dan otot-otot yang solid dan kekar saat menahan hembusan angin yang kencang pada saat terbang di udara. Susunan tulang sayap yang kuat tapi ringan membuat tekanan angkat yang sangat besar sehingga memudahkan burung untuk terbang. Bentuk sayap burung seperti airfoil. Bentuk ini membuat udara yangmengalir di bawah sayap burung mengalir lebih lambat daripada udara yang mengalir di atas sayap burung. Saat burung akan terbang, udara akan mengalir ke bagian bawah yang menghasilkan gaya angkat sehingga burung dapat terangkat ke udara.

  • Sistem Gerak Pada Hewan Amfibi

katak (pixabay.com)

Salah satu contoh hewan amfibi adalah katak. Kerangka tulang katak terdiri dari tulang badan, tulang anggota gerak dan tulang tengkorak (tulang kepala). Amfibi mempunyai persendian- persendian di lutut, bahu, pinggul, siku, pergelangan kaki dan tangan. Persendian ini memudahkan amfibi seperti katak dalam hal melompat.

Karakteristik kerangka

rangka katak (wikisains.blogspot.com)

Selain itu bentuk kepala katak berukuran kecil dan hanya memiliki sedikit tulang. Hal ini membuat tulang kepala katak sangat ringan tetapi keras. Selain itu, postur badan katak juga ditunggangi oleh tulang belakang yang dapat menahan berat badan katak. Katak memiliki kaki yang sangat panjang dan otot-otot yang kekar dan kuat, semua itu membuat katak mudah saat berenang. Katak memiliki selaput renang pada bagian kakinya. Selaput ini memudahkan katak bergerak lincah di dalam air.

  • Sistem  Gerak Pada Hewan Reptil

Hewan yang termasuk ke dalam golongan reptil adalah kadal, ular, kura-kura, komodo, cicak, buaya, dan lain-lain. Hewan Reptil bergerak dengan cara merayap atau melata di atas tanah maupun saat renang di atas air, Contohnya adalah ular.

ular (pixabay.com)

Karakteristik kerangka

Bentuk tulang ular terdiri dari tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang ekor. Pada tulang badan, terdiri dari ratusan ruas-ruas tulang belakang. sedangkan pada tulang rusuk ular terhubung dengan tulang belakang yang dibalut dengan otot-otot yang lentur dan kuat. Hal inilah yang menyebabkan ular bergerak dengan cara meliuk-liukkan  badannya ke kanan dan ke kiri dengan cepat.

Tidak Bertulang Belakang (Avertebrata atau Invertebrata)

Sistem gerak pada hewan avertebrata atau invertebrata tergantung pada kelompok hewannya. Berikut yang termasuk avertebrata adalah fillum porifera, fillum protozoa, fillum coelenterata, fillum annelida, fillum antropoda, fillum molusca, fillum echinoderata, fillum platyhelminthes, fillum nemathelminthes.

  • Sistem Gerak Pada Filum Nemathelminthes

cacing pipih (gurupendidikan.co.id)

Hewan yang termasuk filum nemathelminthes bergerak dengan melakukan kontraksi pada otot-otot tubuhnya. Betuk tubuhnya dapat memanjang serta dapat memipih yang membuatnya dapat melakukan gerak maju atau mundur. Contohnya adalah cacing tambang

Sistem Gerak Pada Filum Platyhelminthes

cacing pipih (jenisajatitik.blogspot.com)

Hewan yang termasuk filum platyhelminthes memiliki badan yang pipih dan tubuh yang melebar dan meluas. Platyhelminthes dapat bergerak dengan cara meregangkan otot-otot tubuh. Contohnya adalah cacing pipih.

  • Sistem Gerak Pada Filum Echinodermata

bintang laut (edubio.info)

Hewan yang termasuk filum echinodermata memiliki kulit yang berduri dan memiliki alat gerak yang menggunakan tentakel (organ tubuh yang dapat memanjang dan bergerak fleksibel). Contohnya adalah landak laut, teripang, dan bintang laut.

  • Sistem Gerak Pada Filum Molusca

hewan filum molusca (gurupendidikan.co.id)

Hewan yang termasuk filum molusca memiliki tubuh yang sangat lunak dan memiliki cabang pada bagian atas tubuhnya, yang berfungsi sebagai pelindung tubuh bagian luar. Hewan molusca terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu

  • Gastropoda bergerak menggunakan kaki dan perutnya, contohnya adalah siput
  • Cepalophoda bergerak dengan menggunakan kaki dan kepalanya, contohnya adalah cumi-cumi dan gurita
  • Pelicipoda bergerak dengan menggunakan kaki pipihnya, contohnya adalah scaphopoda.
  • Sistem Gerak Pada Filum Arthropoda

kepiting (pixabay.com)

Hewan yang termasuk filum arthropoda mempunyai ruas dan tubuh yang berdegmen, hewan ini bergerak menggunakan kaki yang berada pada ruas-ruas tubuh mereka, contohnya adalah kupu-kupu, kepiting, dan lain-lain.

  • Sistem Gerak Pada Filum Annelida

lintah (pixabay.com)

Hewan yang termasuk filum annelida memiliki sistem gerak hewan invertebrata jenis vermes atau bangsa cacing. Hewan ini bergerak dengan melakukan peregangan pada otot-otot yang ada pada tubuh mereka. Contohnya adalah cacing tanah dan lintah.

  • Sistem Gerak Pada Filum Coelenterata

ubur-ubur (pixabay.com)

Hewan yang termasuk filum coelenterata memiliki tubuh yang berlubang dan menyemburkan racun kepada mangsa/makanannya. Hewan ini tidak memiliki sistem gerak. Contohnya adalah ubur-ubur dan anemone laut.

  • Sistem Gerak Pada Filum Protozoa

Hewan yang termasuk filum protozoa adalah hewan yang hidup di air dan hanya memiliki satu sel saja. Protozoa terbagi kedalam beberapa kelas, diantaranya adalah

  • Kelas Rhizopoda bergerak dengan cara menggunakan kaki semu
  • Kelas plagel bergerak dengan cara menggunakan bulu
  • Kealas cilliata bergerak dengan cara menggunakan rambut getar
  • Kelas sporozoa bergerak dengan cara menggerakkan seluruh tubuh
  • Sistem Gerak Pada Filum Porifera

hewan filum protozoa (gurungeblog.files.wordpress.com)

Hewan yang termasuk ke dalam filum porifera umumnya hidup di laut dan tubuhnya berlubang dan berpori-pori, hewan ini bergerak dengan menggeserkan tubuhnya dan ada beberapa hewan ini yang tidak memiliki alat gerak. Contohnya adalah calcarea, hexactnelida.

 

Sekian dari pembahasan singkat dari sistem gerak pada hewan semoga bisa menambah ilmunya. Terima kasih!!

 

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :