Mengapa Kita Perlu Omega -3 ?

Oleh : Rizki Mumpuni - 15 February 2020 08:00 WIB

Global Organization for EPA and DHA Omega-3s Propriety Consumer Surveys 2016 memperkirakan ada sekitar 50% masyarakat Indonesia tidak mengonsumsi omega-3 EPA dan DHA. “Padahal, omega-3 penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular dan kesehatan otak,” ungkap dr. Fiastuti Witjaksono, M.S., Sp.GK, ahli gizi dari FKUI-RSCM, dalam seminar yang digagas perusahaan kimia BASF Human Nutrition.

Pada ibu hamil, omega-3 yang banyak terkandung dalam ikan perairan dalam ini membantu mengurangi risiko persalinan prematur dan membantu pertumbuhan, terutama otak janin. “Pada bayi, omega-3 membantu memaksimalkan perkembangan fungsi kognitif dan visual, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mengurangi risiko alergi,” ujar dr. Mary Foong, peneliti dari Saw Swee Hock School of Public Health National University of Singapore.

Ada persepsi dalam masyarakat bahwa yang membutuhkan asam lemak esensial omega-3 hanyalah bayi dan anak-anak. Tak heran jika orangtua hanya memberikan ikan laut dalam seperti salmon maupun suplemen yang kaya akan kandungan omega-3 kepada mereka. Padahal, menurut para pakar yang bicara dalam seminar  yang digagas BASF, perusahaan kimia BASF Human Nutrition, omega-3 dibutuhkan pada setiap tahapan kehidupan manusia, mulai dari janin hngga usia lanjut.

  • Ibu hamil: memenuhi kebutuhan pertumbuhan, terutama otak, janin, serta mengurangi risiko persalinan prematur.
  • Bayi: membantu memaksimalkan perkembangan fungsi kognitif dan visual, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mengurangi risiko alergi.
  • Anak usia dini: menunjang kemampuan belajar anak.
  • Orang dewasa: menjaga kesehatan jantung dengan menjaga tekanan darah dan kadar trigliserida, serta meningkatkan fleksibelitas pembuluh darah. Omega-3 juga berperan besar mengurangi stres dan depresi, menjaga mood, dan menjaga kesehatan otak.
  • Lansia : menunda penurunan daya ingat dan kognitif, mencegah depresi dan pikun, melindungi mata dari penuaan retina, serta menjaga kesehatan tulang dan sendi.

“Walaupun masyarakat Indonesia menyadari pentingnya omega-3 dan percaya terhadap manfaat yang diberikan, tetapi tetap pelu diadakan edukasi mendalam tentang dosis yang tepat untu omega-3 EPA dan DHA pada makanan dan suplemen,” ujarAdam Ismail, Executive Director, Global Organization for EPA and DHA Omega-3s (GOED), Amerika Serikat yang menyampaikan penelitiannya.

Menurut Proprietary Consumer Surveys 2016 yang dilakukan GOED, di Indonesia diperkirakan ada sekitar 50% populasi yang tidak mengkonsumsi omega-3 EPA dan DHA. Kesulitan masyarakat Asia Tenggara memenuhi kebutuhan itu dari bahan alami antara lain disebabkan oleh mahalnya ikan laut dalam yang kaya akan kandungan omega-3 dan kekhawatiran akan kandungan merkuri dalam ikan laut. Masyarakat Asia Tenggara seperti Indonesia lebih terbiasa mengkonsumsi ikan air tawar. Karenanya suplemen omega-3 dirasa lebih praktis dan efektif untuk memenuhi kebutuhan omega-3.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diingat dalam memilih suplemen omega-3. Antara lain: selalu pilih suplemen yang mengandung asam lemak esensial asam eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) yang dapat memenuhi kebutuhan tubuh sekitar 600 mg. Adam juga menyarankan untuk menyimpan suplemen di bawah suhu 25 derajat Celcius untuk mencegah kerusakan. “Tidak masalah Anda meminumnya sekaligus atau terbagi dalam beberapa kapsul, tapi cara terbaik untuk mengonsumsinya adalah bersama susu.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :