5 Langkah Praktis Menanam Cabai di Pekarangan Rumah. Bibitnya Pakai Biji dari Cabai Busuk

Oleh : UAO - 21 April 2020 11:00 WIB

Sebagai orang Indonesia, rasanya bakal kurang jika masakan tak ada pedas-pedasnya. Karena harga cabai sering naik turun, menanamnya  dirumah bisa jadi satu solusi untuk menghemat pengeluaran. Sebab, kadang saat sedang naik, harga cabai bahkan bisa lebih mahal daripada daging. Lagipula, kalau menanam sendiri kamu bisa memastikan bahwa cabai bebas dari pertisida.

Menaman cabai cukup mudah untuk dilakukan. Tak harus punya pekarangan luas, kamu bisa menamannya di teras rumah dengan menggunakan media tanam seperti pot atau polybag. Berikut langkah praktis menanamnya.

1. Untuk bibitnya, kamu bisa memanfaatkan biji dari cabai busuk

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2020/04/hipwee-biji-cabai.jpg" style="height:200px; width:300px" />

Kupas cabai yang hampir busuk, lalu ambil bijinya. Setelah itu jemurlah di bawah sinar matahari hingga kering. Lakukan penyemaian untuk mendapatkan bibit yang unggul. Caranya:

  • Campurkan tanah dan pupuk dengan perbandingan 3:1, biarkan selama satu minggu di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan air hujan.
  • Masukkan bibit cabai yang sudah direndam dalam air hangat selama tiga jam.
  • Masukkan bibit ke polybag sedalam satu sentimeter lalu tutupi dengan tanah.
  • Jika biji bagus, biasanya dalam satu minggu akan mulai berkecambah.

2. Cabai yang berkecambah bisa dipindahkan ke pekarangan rumah

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2020/04/hipwee-maxresdefault-8-1-1138x640.jpg" style="height:169px; width:300px" />

Setelah berumur empat tinggi, pindahkan benih cabai ke tanah langsung. Polybag bisa kamu gunting di tiap sisinya, kemudian angkat tanah dan benih cabai pelan-pelan. Biar makin subur, tanah mesti dicampur dengan pupuk dan sekam mentah dengan perbandingan 3:2:1. Jika tak ada pekarangan, kamu bisa memindahkan benih di polybag ke pot atau ember bekas yang lebih besar,

3. Selama masa penanaman, kamu mesti rajin memberikan pupuk

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2020/04/hipwee-20245751-man-in-face-mask-and-gloves-spraying-insecticide-on-tomato-plants-in-garden-865x640.jpg" style="height:222px; width:300px" />

Jika mau cabai organik, kamu bisa menyemprotkan pupuk organik cair dari bahan alami. Kamu juga mesti menambahkan kompos saat cabai mau berbuah. Untuk cabai biasa, kamu bisa tambahkan pupuk NPK setiap bulannya.

4. Selain pemupukan, tanaman cabai juga mesti dirawat

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2020/04/hipwee-salad-water-garden-plant-6eef23a7ee0e2a066e511019c3028ab7-960x640.jpg" style="height:200px; width:300px" />

Perawatan cabai nggak sesulit yang dibayangkan kok. Kamu hanya perlu menyiraminya setiap pagi atau sore hari supaya tumbuh subur. Selain itu, cabuti juga tanaman lain yang ada di sekeliling cabai agar tak mengganggu pertumbuhannya.

5. Jika cabai sudah tumbuh sempurna, kamu mulai bisa melakukan pemanenan

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2020/04/hipwee-petik-cabai_20170120_221244.jpg" style="height:168px; width:300px" />

Masa tumbuh cabai bervariasi, tergantung pada varietas dan lingkungannya. Tapi umumnya, umur tiga bulan cabai sudah bisa berbuah banyak kok. Nah, cabai sudah bisa dipetik jika buahnya mulai berwarna merah dan ada garis hijaunya. Maksimal, tiga hari cabai sudah harus dipetik biar nggak kering di pohon. Waktu panen yang terbaik adalah pada pagi hari setelah embun kering.

Cara ini berlaku untuk semua jenis cabai. Tapi, biar buah cabai nggak gampang busuk dan tetap segar, pastikan kamu memperlakukan benihnya dengan benar. Harus dijemur sampai benar-benar kering supaya cabai berhasil tumbuh dan bisa dipanen. Selamat mencoba, ya!

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :