Pengertian Anabolisme

Oleh : Nurul Marta - 15 April 2020 10:18 WIB

Anabolisme atau biosintesis atau disebut juga dengan asimilasi merupakan suatu proses penyusunan senyawa kimia yang sederhana ke senyawa kimia atau pun juga molekul kompleks.Senyawa komplek tersebut biasanya disebut dengan senyawa makromolekul. Makromolekul yang terbentuk tersebut dapat atau bisa menjadi segala macam bentuk seperti misalnya asam nukleat, lemak, karbohidrat serta juga protein. Peristiwa tersebut tetntu memerlukan energi dari luar, setelah itu energi tersebut kemudian digunakan untuk mengikat senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks.

Proses Anabolisme

alt="Proses-Anabolisme" src="https://pendidikan.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Proses-Anabolisme.png" style="height:246px; width:300px" />

Anabolisme ini ialah suatu lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik sederhana tersebut menjadi senyawa kimia atau pun juga molekul kompleks. Proses tersebut membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan didalam reaksi ini dapat atau bisa berupa energi cahaya ataupun juga energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk dapat mengikat senyawa-senyawa sederhana itu dan menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, di dalam proses tersebut energi yang diperlukan itutidak hilang, tetapi justru tersimpan di dalam sebuah bentuk ikatan-ikatan kimia disenyawa kompleks yang terbentuk. Di dalam reaksi anabolisme dibutuhkan energi yang juga diperoleh dari reaksi katabolisme.

Reaksi pada sel tersebut bisa atau dapat dikelompokkan menjadi dua kategori:

  1. reaksi anabolisme tersebut ialah suatu reaksi pembentukan, yakni terjadi sintesis molekul besar dari molekul sederhana atau pun kecil. Pada proses anabolisme tersebut membutuhkan energi, serta prosesnya disebut dengan istilah reaksi endogenic.
  2. reaksi katabolisme ini reaksi pemecahan. Katabolisme ini ialah pemecahan molekul besar itu menjadi lebih sederhana yang disertai dengan pelepasan energi yang disebut dengan istilah reaksi exergonic. Total penjumlahan dari reaksi anabolisme serta  katabolisme ini disebut dengan metabolisme (pembentukan serta pemecahan). Contoh dari proses katabolisme ini ialah respirasi, sedangkan untuk contoh proses anabolisme itu ialah fotosintesis (Green et al, 1988).

Hasil-hasil anabolisme tersebut berguna di dalam fungsi yang esensial. Hasil tersebut seperti misalnya glikogen serta protein yakni sebagai bahan bakar di dalam tubuh, asam nukleat untuk kemudian pengkopian informasi genetik. Protein, lipid, serta juga karbohidrat tersebut kemudian menyusun struktur tubuh makhluk hidup, baik itu intraselular atau pun juga ekstraselular. Bila sintesis bahan-bahan tersebut lebih cepat dari perombakannya, maka organisme tersebut kemudian akan tumbuh.

Tahap Anabolisme

Anabolisme tersebut meliputi 3 tahapan dasar.

  1. Produksi prekursor seperti asam amino, monosakarida, serta nukleotida.
  2. Aktivasi senyawa-senyawa tersebut kemudian menjadi bentuk reaktif dengan menggunakan energi dari ATP.
  3. Penggabungan prekursor tersebut kemudian akan menjadi molekul kompleks, seperti misalnya polisakarida, protein, lemak, serta juga asam nukleat.

Anabolisme yang memakai energi cahaya tersebut kemudian dikenal dengan istilah fotosintesis, sedangkan untuk anabolisme yang menggunakan energi kimia yang dikenal dengan istilah kemosintesis.

Perbedaan Antara Anabolisme dan katabolisme

  • Anabolisme ini merupakan suatu proses sintesis molekul kimia kecil itu menjadi molekul yang lebih besar, sedangkan untuk katabolisme merupakan suatu proses penguraian molekul besar itu menjadi molekul kecil.
  • Anabolisme ini ialah suatu proses yang membutuhkan energi sedangkan untuk katabolisme merupakan proses yang melepaskan energi.
  • Anabolisme ini ialah sebuah reaksi reduksi sedangkan untuk katabolisme ini ialah reaksi oksidasi.
    Sering kali hasil akhir anabolisme tersebut merupakan senyawa pemula proses katabolisme. (Wiradikusumah, 1985).

Ciri Anabolisme

alt="Ciri-Anabolisme" src="https://pendidikan.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Ciri-Anabolisme.jpg" style="height:181px; width:300px" />

Adapun Ciri dari anabolisme diantaranya sebagai berikut :

  • Merupakan reaksi penyusunan
  • Substrat berupa senyawa sederhana
  • Hasil reaksi berupa senyawa kompleks
  • Memerlukan energi
  • Bersifat endoterm
  • Dapat atau bisa dicontohkan dengan reaksi fotosintesis atau juga kemosintesis

Fungsi Reaksi Anabolisme di dalam Tubuh

alt="Fungsi-Reaksi-Anabolisme-dalam-Tubuh" src="https://pendidikan.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Fungsi-Reaksi-Anabolisme-dalam-Tubuh.jpg" style="height:309px; width:300px" />

Anabolisme ini memungkinkan tubuh untuk dapat membangun atau juga menumbuhkan sel-sel baru serta memelihara jaringan tubuh. Proses ini kemudian menggunakan energi yang dihasilkan reaksi katabolisme, serta kemudian dipengaruhi oleh segala macam hormon serta enzim untuk dapat membentuk serta memperbaiki sel dan juga jaringan. Contoh dari adanya proses anabolisme antara lain ialah seperti pada pertumbuhan serta juga mineralisasi tulang, dan juga pada peningkatan massa otot.

Peranan Hormon pada Reaksi Anabolisme

alt="Peranan-Hormon-pada-Reaksi-Anabolisme" src="https://pendidikan.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Peranan-Hormon-pada-Reaksi-Anabolisme.jpg" style="height:276px; width:300px" />

Hormon-hormon dibawah ini dikategorikan yakni sebagai hormon anabolik.

Hormon pertumbuhan.

Hormon ini dibuat pada kelenjar pituitari (kelenjar kecil di sebelah bawah otak). Fungsinya ialah untuk dapat mengatur pertumbuhan tubuh. Terlalu banyak hormon pertumbuhan dimasa kanak-kanak tersebut bisa atau dapat menyebabkan seseorang tumbuh lebih tinggi dari rata-rata (gigantisme). Sedangkan apabila terlalu sedikit dapat atau bisa menyebabkan tinggi tubuh kurang dari rata-rata (dwarfisme).

Insulin-like growth factors (IGF-1 dan IGF-2).

Insulin-like growth factors tersebut menstimulasi produksi protein serta lemak. IGF-I dan IGF-2, yang bekerja sama dengan hormon pertumbuhan, memiliki peran penting di dalam pertumbuhan serta perkembangan tulang dan juga segala macam jaringan tubuh, termasuk itu kelenjar susu serta didalam terjadinya suatu proses reproduksi (prokreasi). Hormon ini kemudian mengendalikan produksi hormon pertumbuhan oleh kelenjar hipofisis (pituitari), serta juga kadar gula di dalam darah.

Insulin.

Hormon ini dibuat oleh kelenjar pankreas. Insulin ini memiliki tugas yakni mengatur kadar glukosa (gula) di dalam darah, membantu tubuh mengubah makanan yang dikonsumsi itu menjadi energi, serta jhuga membantu menyimpan cadangan energi. Sel tubuh tersebut tidak dapat atau bisa memanfaatkan glukosa tanpa insulin.

Testosteron.

Testosteron ini merupakan hormon laki-laki yang diproduksi pada testis. Testosteron tersebut menyebabkan terbentuknya sperma serta perkembangan karakteristik seks pria, seperti misalnya suara yang lebih berat, otot yang lebih besar, serta juga pertumbuhan rambut di wajah dan juga tubuh. Hormon testosteron ini juga memainkan peran penting di semua tubuh disebabkan karna berdampak kepada otak, tulang dan juga massa otot,  sistem pembuluh darah, distribusi lemak,  organ, tingkat energi, serta juga fungsi seksual. Tidak hanya pada pria, hormon testosteron tersebut juga diproduksi di dalam tubuh wanita, namun jumlahnya itu lebih sedikit. Pada wanita, hormon tersebut diproduksi di dalam ovarium.

Estrogen.

Estrogen ini merupakan hormon wanita yang diproduksi di dalam ovarium (serta plasenta itu selama kehamilan). Hormon estrogen bertanggung jawab di dalam memperkuat jaringan tulang, kemudian mengembangkan karakteristik bentuk tubuh perempuan, seperti misalnya payudara, berperan di dalam penebalan jaringan di rahim (endometrium), serta juga mengatur siklus menstruasi. Dalam jumlah kecil, estrogen tersebut juga diproduksi di jaringan lemak serta otot. Ini merupakan sumber utama estrogen pada wanita yang telah melalui masa menopause. Pria pun juga memproduksi hormon estrogen, namun tetapi jumlahnya lebih sedikit.

Contoh Reaksi Anabolisme

alt="Contoh-Reaksi-Anabolisme" src="https://pendidikan.co.id/wp-content/uploads/2020/04/Contoh-Reaksi-Anabolisme.jpg" style="height:206px; width:300px" />

Anabolisme tersebut terjadi pada saat senyawa sederhana serta unsur-unsur tersebut  direaksikan pada mkhluk hidup untuk kemudian menghasilkan senyawa organik yang lebih kompleks. Anabolisme tersebut menggunakan sumber energi seperti halnya cahaya matahari atau pun juga zat kimia, supaya senyawa serta unsur-unsur tersebut bisa atau dapat digabungkan menjadi senyawa kompleks.

Contoh dari anabolisme ialah fotosintesis yang terjadi pada tanaman.

Fotosintesis ini merupakan suatu proses yang digunakan oleh tanaman yangmana energi dari sinar matahari tersebut digunakan untuk dapat mengubah karbon dioksida (CO2) serta air (H2O) itu menjadi molekul zat gula atau juga glukosa (C6H12O6) yang dibutuhkan sebagai pertumbuhan. Proses tersebut kemudian dibantu oleh enzim serta klorofil. Klorofil ini merupakan pigmen hijau daun yang terdapat di kloroplas, organel di dalam sel tanaman.

Reaksi kimia fotosintesis diantaranya :

6 CO2 (Karbon dioksida) + 6 H2O (air) + cahaya matahari –> C6H12O6 (glukosa) + 6 O2 (oksigen)

Contoh Anabolisme

Anabolusme ini merupakan suatu proses metabolisme yang mengubah senyawa sederhana itu menjadi senyawa kompleks. Misalnya seperti

  1. pembentukan glikogen dari glukosa,
  2. pembentukan protein dari asam amino,
  3. pembentukan trigliserida dari asam lemak dan
  4. gliserol

Jangan Lupa Lihat Juga : 

Peran Enzim dalam metabolisme

Pengertian , Proses , Fungsi, Macam-macam, dan Cara Meningkatkan Metabolisme

Demikianlah Penjelasan mengenai Pengertian Anabolisme, Ciri, Fungsi, Peran, Reaksi, Tahap dan Contoh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :