Sejarah Nabi Ibrahim Yang Wajib Anda Tahu

Oleh : Rizki Anugrah Ramadhan - 24 April 2020 11:00 WIB

Ibrahim adalah seorang Nabi yang dilahirkan di antara masyarakat jahiliyah. Beliau merupakan anak dari Azar yang masih keturunan Sam bin Nuh. Nabi Ibrahim as dilahirkan pada tahun 2295 SM di Mausul.

alt="gambar Sejarah Nabi Ibrahim" src="https://www.ayoksinau.com/wp-content/uploads/2017/08/Sejarah-Nabi-Ibrahim.jpg" style="height:194px; width:300px" />

Ayahnya adalah seorang pembuat patung berhala padahal Nabi Ibrahim sendiri sangat membenci patung-patung tersebut. Beliau lahir pada zaman Raja Namrud yang mengaku dirinya sebagai Tuhan.

Nabi Ibrahim as diasingkan ke hutan oleh ayahnya sebagai bentuk penyelamatan terhadap dirinya, sebab di zaman Raja Namruh setiap bayi laki-laki yang lahir harus dibunuh. Atas izin Allah, Nabi Ibrahim selamat dari binatang-binatang buas yang ada di hutan.

Setelah Nabi Ibrahim besar, ia berpikir siapakah yang pantas untuk disembah. Meskipun kaumnya menyembah berhala yang terbuat dari batu, ia tidak mau ikut untuk menyembahnya.

Lalu ia melihat bulan dan bintang di malam hari, matahari di siang hari, seraya ia berkata “Mungkinkah benda-benda itu Tuhan?” akan tetapi bulan dan bintang menghilang lalu matahari terbenam, “aku tak bertuhan kepada benda-benda seperti itu”

Table of Contents

Firman Allah dalam Surah Al An’am ayat 76-79 :

“Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”. Kemudian tatkala melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku” tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang sesat”.

Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.”

Ketika Nabi Ibrahim as beranjak dewasa, Allah SWT memberikannya akal dan kecerdasan yang luar biasa dan mulailah beliau menyampaikan dakwahnya.

Di saat Raja Namrud beserta pengikutnya meninggalkan negerinya, Nabi Ibrahim menghancurkan berhala-berhala yang selama ini dipuja dan disembah menggunakan kampak. Dan satu berhala tidak dihancurkan, sengaja dia kalungkan kampak ke leher patung tersebut.

Setelah Raja Namrud kembali ke negerinya, ia murka mengetahui patung-patung berhala hancur. Sesudah mengetahui bahwa pelaku dari penghancuran berhala adalah Nabi Ibrahim, ia berniat untuk membakarnya hidup-hidup. Akan tetapi Allah lebih berkuasa dan di tengah kobaran api yang sangat besar, Nabi Ibrahim keluar dengan selamat tanpa luka sedikitpun. Akhirnya Nabi Ibrahim as hijrah ke Kan’an serta baitul Maqdis. Disanalah Nabi Ibrahim tinggal dan memiliki keturunan.

Kisah yang paling menguji Nabi Ibrahim adalah ketika beliau harus mengorbankan anaknya Ismail. Akan tetapi Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor domba untuk disembelih. Peristiwa ini diabadikan dalam Surah Ash-Shaffat ayat 101-111.

Membaca sejarah Nabi Ibrahim tersebut semoga senantiasa meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah STW, bahwa Allah adalah dzat yang Maha Besar dan Maka Kuasa atas segala sesuatu

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :