Hentikan 7 Kebiasaan ini, Karena Dapat Menurunkan Daya Ingat

Oleh : Rizki Mumpuni - 16 May 2020 11:00 WIB

 Lupa atau sulit mengingat sesuatu tak melulu dialami oleh orang dengan usia lanjut. Sebab, orang yang masih berusia muda pun dapat mengalami hal ini. Faktor yang paling umum yang dapat menurunkan daya ingat adalah kebiasaan atau gaya hidup yang kurang baik. Jika tidak ingin hal ini terjadi pada dirimu, sebaiknya hentikan segera beberapa kebiasan buruk berikut ini, ya!

alt="Hentikan 7 Kebiasaan ini, Karena Dapat Menurunkan Daya Ingat" src="https://i2.wp.com/seruni.id/wp-content/uploads/2020/03/Ilustrasi-meningkatkan-daya-ingat.jpg?resize=696%2C348&ssl=1" style="height:175px; width:350px" />

tipspengembangandiri.com

1. Mengonsumsi Makanan Tanpa Memperhatikan Asupan Gizi

Salah satu yang dapat menurunkan daya ingat adalah terlalu sering mengonsumsi makanan sembarangan, tanpa memperhatikan asupan gizinya. Seperti yang disebutkan oleh seorang asisten profesor di Hardvard Medical School menjelaskan, jika apa yang buruk bagi jantung, maka buruk juga bagi otak.

Jika kamu memang sering mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi, jangan heran apabila tak hanya kondisi kesehatanmu saja yang menurun, namun juga otakmu. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat, dapat menjadi pemicu yang merusak fungsi kognitif otak, termasuk kemampuan dalam mengingat.

Selain itu, kurangnya asupan vitamin dan mineral penting bagi tubuh. Mengutip dari laman Bustle, kurangnya asupan vitamin D, zat besi, dan beberapa vitamin B, dapat berdampak buruk pada ingatanmu.

2. Diselimuti Rasa Stres

Kita tentu akan sulit mengingat sesuatu ketika dalam keadaan stres. Hal ini terjadi, disebabkan karena pikiran sudah terbebani dan terkuras, jadi kondisi seperti ini dapat menurunkan daya ingat. Kemampuan mengingat akan kembali pulih jika rasa stres mulai mereda. Namun, apabila stres dibiarkan dan berlarut-larut, maka risiko penyakit dementia pun semakin meningkat.

Tingginya hormon stres di otak yang berlangsung setiap hari, dapat membuat sel-sel otak kehilangan sinapsis, atau jembatan yang menghubungkan sel-sel otak antara satu dengan lainnya, sehingga otak sulit membentuk memori ataupun mengingat sesuatu.

3. Kurang Tidur

Kebiasaan buruk yang sering kita sadari dapat menurunkan daya ingat adalah kurang tidur. Mereka yang tidak tidur selama 7-9 jam tidur berkualitas per malam, berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kognitif. Ini selama tidur, tubuh memperbaiki dan melakukan regenerasi sel-sel. Jika proses ini tidak terjadi, kinerja dan kesehatan otak juga dapat mengalami kemunduran.

4. Mendengarkan Musik dengan Volume Keras

Mendengarkan musik dengan volume keras memang paling asyik untuk mengusir stres. Namun, tahukah kamu, bahwa mendengarkan musik dengan suara kencang dapat menurunkan daya ingat? Sebuah penelitian menunjukkan, bahwa hubungan antara mendengarkan musik keras, gangguan pendengaran, dan masalah memori.

Untuk mencegah agar hal ini tidak terjadi, sebaiknya turunkan tingkat volume yang lebih masuk akal agar tidak menurunkan kesehatan otak. Harvard Health menyebutkan, bahwa orang dengan depresi atau gangguan pendengaran memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia.

5. Jarang Olahraga

Olahraga memang penting untuk kesehatan tubuh kita. Tapi ada yang tak kalah penting, loh. Yakni olahraga sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan otak. Menurut sebuah studi, dengan olahraga dapat mempengaruhi volume hippocampus, bagian otak yang bertugas membentuk ingatan. Untuk mejaga ingatanmu agar tetap tajam, kamu perlu sering berolahraga atau paling tidak memiliki gaya hidup yang aktif bergerak.

6. Tidak Mengonsumsi Vitamin

Pola makan yang kurang makan buah dan sayur, mungkin menjadi alasan mengapa otak rasanya sulit untuk bekerja dengan baik. Hal ini disebabkan karena kurangnya vitamin, termauk vitamin D, zat besi, dan vitamin B tertentu.

7. Mengabaikan Gejala Penyakit Mental

Menurut Healthline, penderita depresi memiliki kemungkinan untuk mengalami gangguan ingatan. Berdasarkan dua penelitian terhadap penderita depresi, para peneliti menyimpulkan bahwa depresi memiliki kemungkinan untuk menyebabkan hilang ingatan jangka pendek. Hilang ingatan akibat depresi ini dapat membaik dan memburuk tergantung kondisi emosional dan mental orang tersebut.

Selain depresi, gangguan kecemasan pun juga dapat berdampak pada ingatan. Pikiran dapat mendadak blank di situasi tertentu, padahal kamu tahu benar apa yang harus dilakukan. Very Well Mind menyebutkan kalau hal ini bisa semakin buruk bila gangguan kecemasan yang kamu alami terbilang parah.

Itulah alasan mengapa kamu mendadak menjadi pelupa, meski usia masih muda. Jnagan sepelekan hal ini, ya. Sebab, setiap masalah atau gangguan yang kamu alami harus segera mendapatkan penangan agar tidak berlarut-lartu. Semoga bermanfaat.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :