Mahasiswa Cerdas Asal Papus yang Jadi Staff Khusus Presiden Jokowi

Oleh : UAO - 21 December 2019 21:56 WIB

Gracia Billy Yosaphat Membrasar, pemuda asal Papua yang dipercaya menjadi salah satu staf khusus presiden Jokowi dari kalangan milenial. Namanya termasuk salah satu dari 6 lainnya yang disebut Presiden Joko Widodo ketika mengumumkan komposisi staf khususnya di Istana Negara, Jakarta. “Billy adalah putra tanah Papua, lulusan ANU (Australian National University) dan sekarang, sebentar lagi, selesai di Oxford. Oktober akan masuk ke Harvard untuk S3-nya,” ujar Presiden di beranda Istana Negara, Jakarta.

“Billy adalah talenta hebat tanah Papua yang kita harapkan ke depan berkontribusi dengan gagasan positif,” lanjut dia. Saat ini Billy sedang menempuh pendidikan S2 di University of Oxford, Inggris dan telah menamatkan pendidikan di Australian National University dengan gelar Master of Business Administration (MBA), Sustainability Management.

Billy juga memiliki gelar sarjana sains dari University of London, dan dalam waktu dekat ini, billy akan melanjutkan pendidikan doktoralnya dengan beasiswa afirmasi dari LPDP di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Mengenal lebih dekat Gracia Billy Yosaphat Membrasar dengan mengetahui profil dari Billy berikut ini.

Profil Gracia Billy Yosaphat Membrasar

Gracia Billy Yosaphat Membrasar lahir di Serui, Kepulauan Yapen, Papua. Billy terlahir dari dari keluarga kurang mampu. Ayahnya berprofesi sebagai guru dan ibunya membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kue. Tak jarang, sewaktu kecil Billy sering ikut membantu sang ibu untuk berjualan kue.

Billy memiliki hoby bernyanyi, dimasa kecilnya untuk menutupi kebutuhan hidup, ia bernyanyi dimana saja. Seperti di acara pernikahan, dikafe bahkan mengamen di jalan-jalan. Billy hidup dengan keterbatasan, rumah Billy tidak dialiri listrik. Pelita menjadi teman ketekukan Billy untuk tetap melahap semua buku-buku pelajaran.

Keterbatasan tidak membuat Billy jatuh, ia tetap belajar dengan tekun dan kecerdasannya mulai terlihat ketika ia lulus SMP. Billy mendapatkan beasiswa menempuh pendidikan SMA di Jayapura dari Pemerintah Povinsi Papua.

Saat itu, Billy menjadi lulusan terbaik dari sembilang kabupaten yang mendapat beasiswa afirmasi dari pemerintah dan ia diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB.

Perjalanan Karir

Billy pernah diundang untuk magang oleh Pemerintah Amerika Serikat dan berbicara di depan State Department AS. Dalam kunjungannya ke Gedung Putih, Billy yang merupakan penggemar Ir.Soekarno ini sempat bertemu dan berjabat tangan dengan Barack Obama. Setelah lulus dari kuliah, Billy mendapatkan pekerjaan bergensi dari salah satu perusahaan minyak dan gas asal Inggris. Namun, meskipun mendapatkan pekerjaan dengan gaji fantastis tidak Billy bahagia.

Setelah melakukan banyak pertimbangan, akhirnya ia meninggalkan pekerjaannya. Ia melepas jabatan diperusahaannya dan memilih berfokus mengurus lembaga “Kitong Bisa” yaitu lembaga yang didirikan sejak tahun 2009, yang memfokuskan diri pada persoalan pendidikan anak-anak papua. Kitong bisa yang berarti “kita bisa” berfokus pada anak-anak Papua agar bisa meraih pendidikan meskipun berasal dari keluarga kurang mampu.

Saat ini, Kitong bisa telah mengoperasikan sembilan pusat pendidikan di Papua dan Papua Barat. Dengan jumlah relawan sebanyak 158 yang mengajar sekitar 1.100 anak. Yayasan Kitong Bisa mendapatkan dana yang bersumber dari dua anak perusahaan yaitu Kitong Bisa Consulting dan Kitong Bisa Enterprise.

Berkat aktivitasnya di yayasan Kitong Bisa, Billy dapat menempuh pendidikan di Australian National University dan Oxford University di Inggris dengan Beasiswa. Billy juga menjabat sebagai konsultan untuk Proyek Sektor Publik, seperti di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, memberi nasihat tentang Pendekatan Pembangunan Manusia untuk Provinsi Papua dan Papua Barat.

Selain itu Billy juga menyusun tim revitalisasi Sekolah Kejuruan untuk Provinsi Papua Barat, dan sedang bekerja menyusun Konsep Investasi Inisiatif Hijau yang Inklusif untuk Masyarakat Asli Papua, dengan organisasi Perdagangan Berkelanjutan IDH.Berkat inisiatif untuk membangun Papua dan Papua Barat, Billy banyak menerima penghargaan termasuk pengakuan internasional dan liputan medis yang luas.

alt="" class="aligncenter wp-image-1079" src="https://www.infobiografi.com/wp-content/uploads/2019/11/staff-khusus-presiden-630x380.jpg" style="height:314px; width:521px" />

Billy berhasil membuktikan meski berasal dari keluarga tidak mampu di Papua, kini ia menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi. Selain Gracia Billy Yosaphat Membrasar , ada 6 staff khusus presiden dari kalangan milenial lainnya yaitu Angkie Yudistia (CEO Thisable Enterpise), Adamas Belva Syah Devara (Pendiri Ruang Guru), Putri Indahsari Tanjung (CEO CreativePreneur Event), Ayu Kartika Dewi (Pendiri SabangMerauke) , Andi Taufan Garuda Putra (Pendiri Amartha) dan Aminuddin Ma’ruf (mantan Ketua PMII) akan membantu Jokowi sebagai staf khusus.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :