Pengertian Jaringan Penguat Kolenkim dan Sklerenkim

Oleh : Rizki Anugrah Ramadhan - 10 December 2019 13:33 WIB

Salah satu jenis jaringan dewasa pada tumbuhan adalah jaringan penguat. Apa itu jaringan penguat? Apa fungsi jaringan penguat? Agar lebih memahaminya, kali ini kita akan membahas tentang pengertian jaringan penguat, ciri, fungsi, struktur dan jenis jaringan penguat pada tumbuhan secara lengkap.

Pengertian Jaringan Penguat

Pengertian jaringan penguat atau sering disebut dengan jaringan penyokong adalah salah satu jaringan penyusun tumbuhan yang berfungsi memperkuat atau menyokong tubuh tumbuhan sehingga tumbuhan dapat berdiri tegak.

Jenis Jaringan Penguat

Berdasarkan bentuk dan sifatnya, ada 2 (dua) jaringan penyokong tumbuhan yaitu jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

Jaringan Kolenkim

Pengertian jaringan kolenkim adalah jaringan yang berfungsi sebagai jaringan penguat atau penyokong pada organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan dan pengembangan.

Jaringan kolenkim tersusun dari sel-sel hidup, memiliki bentuk memanjang dan umumnya memiliki dinding dengan penebalan yang tidak teratur. Penebalan dinding tersebut terutama terjadi pada bagian sudutnya dan terdiri atas bahan selulosa yang tebal. Jaringan kolenkim hanya memiliki dinding primer yang lunak lentur dan tidak berlignin. Isi selnya bisa mengandung tanin dan kloroplas. Kolenkim bisa ditemukan pada batang, daun, bunga, dan buah serta akar yang terkena sinar matahari.

Baca Juga : Jaringan Tumbuhan: Epidermis, Parenkim, Penyokong, Endodermis, Pengangkut

Ciri-Ciri Jaringan Kolenkim

Karakteristik atau ciri ciri jaringan kolenkim yaitu:

  • Memiliki bentuk memanjang sejajar dengan pusat organ tempat kolenkim itu berada.
  • Dinding sel kolenkim tidak berlignin, namun mengandung selulosa, pektin dan hemiselulosa.
  • Beberapa sel kolenkim berkloroplas sehingga bisa berfungsi menunjang fotosintesis.
  • Biasanya sel kolenkim mengalami penebalan setempat.

Macam-Macam Jaringan Kolenkim

Berdasarkan bentuk penebalan dan letaknya, jenis jaringan kolenkim dapat dibedakan menjadi:

Kolenkim Angular
Kolenkim angular (sudut) adalah jaringan kolenkim yang mengalami penebalan pada bagian-bagian sudutnya. Jaringan kolenkim ini dapat ditemukan pada daun-daunan, misalnya daun tanaman seledri.

Kolenkim Lamellar
Kolenkim lamellar (tangensial) adalah jaringan kolenkim yang mengalami penebalan pada bagian dinding sel yang tangensial atau menjalar saja. Jaringan ini menopang kekuatan lapisan luar struktur tanaman, seperti pada batang atau daun.

Kolenkim Annular
Kolenkim annular adalah jaringan kolenkim yang dinding selnya menebal dengan rata. Jenis kolenkim ini jarang ditemukan karena hanya terdapat pada daun wortel dan beberapa tanaman merambat.

Kolenkim Lakunar
Kolenkim lakunar (lacunate) adalah jaringan kolenkim yang mengalami penebalan pada permukaan ruang antar sel.

BACA JUGA : 5 Jenis Jaringan Tumbuhan Beserta Fungsi dan Gambarnya Lengkap​​​​​​​

Jaringan Sklerenkim

Pengertian jaringan sklerenkim adalah jaringan penguat atau jaringan penyokong dengan dinding sekunder yang tebal karena mengandung zat lignin. Jaringan sklerenkim ini hanya dijumpai pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.

Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut sklerenkim (serat sklerenkim) dan sklereid (sel batu). Serabut sklerenkim memiliki bentuk yang panjang, ramping, dan terdapat dalam bentuk untaian atau lingkaran. Serabut sklerenkim dapat ditemukan pada serat rami, Agave, dan Hibiscus sabdariffa. Sedangkan, sklereid memiliki ukuran yang lebih pendek dan memiliki bentuk yang tidak beraturan. Sebenarnya sklereid dapat ditemukan pada semua bagian tumbuhan terutama kulit kayu, pembuluh tapis dan biji. Pada tempurung kelapa hampir seluruhnya terdiri atas sklereid. Sel batu pada buah bisa memberikan ciri khas, misalnya struktur berpasir pada kulit buah dan daging buah pir atau butiran berpasir pada daging buah jambu biji.

Fungsi jaringan sklerenkim adalah sebagai penguat bagian tumbuhan yang sudah dewasa atau tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan serta sebagai pelindung bagian atau organ lunak yang ada di dalamnya. Contohnya pada tempurung kelapa, kulit biji jarak dan buah kenari.

Demikian artikel pembahasan tentang pengertian jaringan penguat, ciri, fungsi, struktur dan jenis jaringan penguat pada tumbuhan secara lengkap. Semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan lainnya.

BACA JUGA : Fungsi Xilem dan Floem pada Tumbuhan​​​​​​​

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :