Masjid Harun Keuchik Leumik di Banda Aceh, Indahnya

Oleh : UAO - 15 November 2019 07:00 WIB

Azan magrib baru saja usai, Selasa (5/11/2019). Sejumlah mobil berjejer di halaman nan luas Masjid Keuchik Leumik, di Desa Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Aceh. Sejumlah pejalan kaki tergopoh-gopoh menuju tempat wudhu nan bersih. Dibalut marmer dan granit. 

Semua ingin melaksanakan shalat berjamaah di masjid yang tersohor itu. Bergaya timur tengah, dengan satu kubah besar diapit empat menara. Bentuk masjid mengingatkan akan masjid-masjid di Timur Tengah.

Masjid Keuchik Leumik dibangun mulai 19 Juli 2016, dan diresmikan 28 Januari 2019. Sejak diresmikan, masjid dengan luas 34 x 22 meter ini menjadi ikon baru di Banda Aceh.

Bukan cuma menarik wisatawan untuk berkunjung dan menunaikan ibadah, masjid ini juga memikat bagi para calon mempelai untuk memulai perjalanan hidup bersama.  

Tercatat ada 70 pasangan ingin melangsungkan pernikahan di masjid tersebut. Mereka tidak seluruhnya warga Desa Lamseupeung. Sebagian berasal dari warga Aceh Besar, bahkan ada yang dari Provinsi Banten dan DKI Jakarta.

 

alt="" src="https://asset.kompas.com/crops/ixZ4LsAsRj9tMMczkVPm2x3bj_4=/0x107:1280x960/750x500/data/photo/2019/11/06/5dc275fc9fb38.jpeg" />

 

Masjid ini didominasi warna kuning keemasan. Keindahan masjid akan semakin tampak saat malam hari. Pasalnya ada sungai di seberang masjid yang memantulkan keindahan masjid. 

Pada siang hari, kubah masjid yang menonjol mempercantik bangunan di lahan seluas 3.500 meter.

Masjid Keuchik Leumim dibangun oleh Haji Harun Keuchik Leumik. Nama Masjid Keuchik Leumik, diambil dari nama ayah dari wartawan senior, kolektor benda bersejarah, pengusaha logam mulia dan budayawan Aceh ternama itu. 

Pengurus masjid sigap menerima seluruh masyarakat berkunjung. Di depan masjid dibangun rumah panggung yang desainnya seperti rumoh (rumah) Aceh tempo dulu. Awalnya, rumoh itu dijadikan tempat pengajian anak-anak.

 

alt="" src="https://asset.kompas.com/crops/APTbI3FBAt1enreGKxPeID0DdMQ=/0x52:1278x904/750x500/data/photo/2019/11/06/5dc27614a7bf8.jpeg" />

 

“Putra saya mendisain ornamen dan bangunannya,” sebut Haji Harun.

Niat membangun masjid seindah mungkin itu jauh tertanam di relung hatinya. Pengusaha dan kolektor benda bersejarah itu meniatkan masjid itu untuk seluruh masyarakat. Masjid dibangun seindah mungkin agar masyarakat nyaman beribadah.

Ucapan Haji Harun benar adanya. Di dalam masjid dominasi warna hijau dan kuning keemasan serta relif kaligrafi sungguh memesona. Udara dingin membekap jamaah saat shalat. 

Pengurus masjid disiagakan saban waktu. Bahkan menginap di bagian gedung lainnya. Oleh karena itu, masjid ini sungguh bersih dan yaris tidak ada sampah selembar pun.

 

alt="" src="https://asset.kompas.com/crops/WMoDkY3Y2c977Gs4fzIydQhQb-A=/0x42:1280x896/750x500/data/photo/2019/11/06/5dc2762ab22d0.jpeg" />

 

Setelah shalat jamaah, masyarakat ramai berfoto di kompleks masjid. Sangat Instagrambale. Sehingga wajar saja jika berkunjung ke ibukota Provinsi Aceh itu, belum lengkap rasanya jika tidak shalat di masjid itu. Tentunya sekalian berfoto dan menandakan sudah tiba di Banda Aceh.

Kini, Aceh semakin menandakan diri sebagai provinsi dengan syariat Islam. Memiliki ribuan masjid indah dan menjadi lokasi wisata religi terbaik. Silakan datang dan beribadah di masjid berpendar cahaya emas ini.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :