Rumus BEP Beserta Pengertian, Fungsi, Dan Rumus Nya

Oleh : Rizki Anugrah Ramadhan - 25 February 2022 10:00 WIB

 Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang rumus bep dan pada pembahasan sebelumnya kita telah membahas soal rumus besaran turunan.  Dan di dalam rumus bep terdapat rumus bep kewirausahaan, rumus bep apotek, grafik bep, manfaat bep, contoh soal bep, cara menghitung bep usaha kecil.

Pengertian BEP

BEP atau singkatan dari ( Break Even Point ) adalah titik dimana entity atau company atau bisa juga business dalam keadaan belum memperoleh keuntungan, dan tidak mengalami kerugian juga.

Break Even point atau BEP bisa di artikan yakni sebuah analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus di jual kepada para konsumen dan pada harga tertentu untuk menutupi biaya – biaya yang timbul serta bisa juga untuk mendapatkan keuntungan atau profit.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Pokok Produksi

BEP bisa juga di artikan sebagai sebuah keadaan di  mana  dalam  operasi  perusahaan, perusahaan  tidak  memperoleh  keuntungan  dan tidak  mengalami  kerugian atau ( penghasilan   yang di hasil kan  menggunakan  total  biaya ).

Namun analisa  BEP  tidak  hanya  semata – mata untuk  mengetahui apakah  keadaan  perusahaan mencapai  titik  BEP atau tidak,  tetapi analisa dari  BEP  mampu  memberikan hasil informasi  kepada  pinjaman  perusahaan mengenai  berbagai dari  tingkat  volume penjualan,  serta  hubungan nya  dengan kemungkinan  memperoleh  keuntungan  menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.

Fungsi Analisis Dari BEP

Rumus BEP atau analisis break even point yaitu analisis balik modal yang di gunakan untuk menentukan hal – hal seperti :

  • Pertama jumlah dari penjualan yang minimum harus di pertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Dan jumlah penjualan minimum ini berarti juga jumlah produksi minimum yang harus segera di buat.

  • Kedua jumlah penjualan yang harus di capai untuk memperoleh keuntungan yang telah di rencanakan atau bisa di artikan bahwa tingkat dari produksi nya harus di tetapkan untuk memperoleh keuntungan tersebut.

  • Ketiga mengukur dan menjaga agar penjualan dan tingkat dari produksi nya tidak lebih kecil dari BEP.

  • Keempat menganalisis perubahan harga jual, harga pokok dan besar nya hasil penjualan atau tingkat produksi nya. Sehingga analisis terhadap BEP merupakan sebuah alat perencanaan penjualan dan sekaligus alat perencanaan tingkat produksi, agar sebuah perusahaan secara minimal tidak mengalami kerugian. Kemudian karena harus memperoleh keuntungan berarti sebuah perusahaan harus berproduksi di atas BEP nya.

Rumus BEP

Berikut ini iyalah beberapa model rumus BEP yang bisa digunakan untuk menganalisis Break Even Point :

1. Pendekatan Matematis

Rumus BEP yang pertama iyalah cara menghitung break even point yang harus di ketahui yakni jumlah dari total biaya tetap, biaya variabel per unit atau total  variabel, hasil  penjualan total atau harga jual per unit. Lalu untuk rumus iyalah seperti ini :

  • Break even point dalam unit. alt="" src="https://rumus.co.id/wp-content/uploads/2018/10/Screenshot_49.png" style="height:116px; width:273px" />

Keterangan :

BEP = Break Even Point
FC = Fixed Cost
VC = Variabel Cost
P = Price per unit
S = Sales Volume

  • Break even point dalam rupiah.

alt="" src="https://rumus.co.id/wp-content/uploads/2018/10/Screenshot_48.png" style="height:74px; width:255px" />

Keterangan :
BEP = Break Even Point
FC = Fixed Cost
VC = Variabel Cost
S = Sales Volume

2. Pendekatan Grafik

Kemudian rumus BEP yang kedua iyalah pendekatan grafik menggambarkan hubungan antara volume penjualan dengan biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan serta  keuntungan.  Selain itu untuk mengetahui tentang biaya tetap, biaya variabel dan tingkat kerugian sebuah perusahaan.

Asumsi yang digunakan dalam analisis peluang pokok ini yakni bahwa harga jual, biaya variabel per unit iyalah konstan.

alt="Grafik BEP" src="https://rumus.co.id/wp-content/uploads/2018/10/Screenshot_47.png" style="height:253px; width:400px" />

Grafik BEP

Dan dari grafik di atas terlihat bahwa untuk tiap – tiap masing unit penjualan terdapat sebuah informasi yang lengkap setiap rupiah penjualan, biaya tetap, biaya variabel, total biaya maupun untung atau rugi.

Jadi pihak manajemen dapat melihat jika akan melakukan produksi sekian unit, akan terlihat seluruh komponen di atas. BEP melalui grafik sangat  jelas ditunjukkan baik dari segi unit maupun dari segi rupiah yang telah diperoleh.

Contoh Soal dan Cara Menghitung BEP

Diketahui sebuah PT. XYZ memiliki usaha yang bergerak dibidang alat perkakas mesin listrik dengan data – data lengkap sebagai berikut :

  1. Kapasitas produksi yang mampu dipakai 100.000 unit mesin listrik.

  2. Harga jual persatuan diperkirakan Rp. 5000,- unit

  3. Total biaya tetap sebesar Rp. 150.000.000,-

  4. Total biaya variabel sebesar Rp.250.000.000,-

Perincian data masing-masing biaya sebagai berikut :

Fixed Cost
Overhead Pabrik = Rp. 60.000.000,-
Biaya disribusi = Rp. 65.000.000,-
Biaya administrasi = Rp. 25.000.000,-
Total FC = Rp.150.000.000,-

Variable Cost
Biaya bahan = Rp. 70.000.000,-
Biaya tenaga kerja = Rp. 85.000.000,-
Overhead pabrik = Rp. 20.000.000,-
Biaya distribusi = Rp. 45.000.000,-
Biaya administrasi = Rp. 30.000.000,-
Total VC = Rp.250.000.000,-

Penyelesaian untuk mendapatkan nilai BEP dalam unit maupun rupiah.

Penyelesaian :

Kapasitas produksi 100.000 unit
Harga jual per unit Rp. 5000,-
Total Penjualan 100.000 unit x Rp 5000,- = Rp. 500.000.000,-

alt="mencari bep" src="https://rumus.co.id/wp-content/uploads/2018/10/mencari-bep.jpg" style="height:92px; width:272px" />

Untuk mendapatkan nilai BEP dalam unit sebagai berikut :

alt="contoh bep" src="https://rumus.co.id/wp-content/uploads/2018/10/contoh-bep.jpg" style="height:87px; width:289px" />

Catatan : Jadi perusahaan PT. XYZ harus menjual 60.000 Unit perkakas mesin listrik agar BEP.

Kemudian, untuk mencari nilai BEP dalam rupiah sebagai berikut :

alt="bep rumus" src="https://rumus.co.id/wp-content/uploads/2018/10/bep-rumus.jpg" style="height:60px; width:296px" />

Catatan : Jadi perusahaan PT. XYZ harus mendapatkan omset senilai Rp. 300.000.000,- agar terjadi BEP.

Itulah penjelasan lengkap tentang rumus bep beserta pengertian, fungsi dan contoh soal dan perhitungannya semoga bermanfaat… 

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :