Karakteristik Kingdom Protista, Ciri-ciri dan Klasifikasinya

Oleh : Rizki Anugrah Ramadhan - 12 September 2021 08:00 WIB

Pengertian Protista Menurut Ahli

Protista adalah mahluk hidup uniseluler, namun terdapat pula Protista yang multiseluler, seperti ganggang laut. Protista ada yang bersifat autrotrof, adapula yang heterotrof, hidup bebas di laut, air tawar, atau sebagai parasit pada mahluk hidup lain. Berbeda dengan Monera, Protista telah memiliki membran inti sehingga disebut organisme eukariotik (Abdurahman, 2006).

Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler yang hidup soliter atau berkoloni. Protista dapat digolongkan menjadi protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga) dan protista mirip jamur (jamur lendir/slame mold). Bentuk tubuh organisme golongan protista amatlah beragam. Protista memiliki cara makan yang berbeda-beda, dan dapat digolongkan dalam tiga kategori:

  1. Protista autototrof, yaitu protista yang memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis. Contohnya : Alga
  2. Protista menelan makanan, dengan cara fagositosis melalui membran sel. Contohnya: Protozoa
  3. Protista saprofit dan parasit, mencerna makanan di luar sel dan menyerap sari-sari makanannya. Contoh: jamur
  4. Protista Mirip Hewan (Protozoa).

Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu Protos artinya pertama dan Zoon artinya hewan. Protozoa sering disebut hewan bersel satu (uniseluler). Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri melalui organel-organel yang secara fungsi analog dengan sistem organ pada hewan-hewan bersel banyak (metazoa).

Ciri-Ciri Kingdom Protista

Protista memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Eukariotik, sudah memiliki membran inti.
  • Ada yang cuma satu sel (uniseluler) dan ada yang banyak sel (multiseluler)
  • Hidup bebas koloni/soliter dan simbiosiS
  • Beberapa meiliki alat gerak sederhana
  • Ada yang punya pigmen warna (alga)
  • Ada yang autotrof (memproduksi makanan sendiri) ada juga yang heterotrof dengan menyerap atau menelan makanan.
  • Belum memiliki sistem jaringan yang jelas.

Klasifikasi Protista

Protista dikelompokan menjadi tiga kelompok, yakni, Protista mirip jamur (jamur lender), Protista mirip tumbuhan (alga), dan Protista mirip hewan (protozoa).

Protista Mirip Jamur

Protista mirip jamur tidak dimasukkan kedalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Reproduksi jamur lender mirip fungi, tetpai gerakan pada fase egetatifnya mirip amoeba. Meskipun tidak berklorofil, struktur membrane jamur ini mirip ganggang.

  1. Myxomycota (jamur lendir)

      Jamur ini memiliki beberap sifat yang mirip dengan jamur sejati. Struktur vegetative jamur lendir disebut plasmodium, merupakan massa sitoplasma berinti banyak dan tidak dibatasi oleh dinding yang kuat.

  alt="" src="https://cdn.utakatikotak.com/finder/Gambar-jamur-lendir.jpg" style="height:291px; width:444px" />

Gambar jamur lendir

Ciri myxomycetesyang menyerupai fungi adalah pada waktu stadium badan buah, sedangkan stadium vegetatifnya mirip protozoa(ameboid). Tetapi perlu diketahui bahwa baik pada stadium miselium (pada waktu terbentuk badan buah) maupun pada waktu stadium vegetative pada dasarnya strukturnya sama saja, yaitu senositik dan tetap menunjukkan aliran sitoplasma. Walaupun pada stadium miselium aliran sitoplasma ini dibatasi dalam dinding badan buahnya.

 

  1. Oomycota

       Tubuh Oomycota (jamur air) trsusun atas benang hifa tidak bersekat dan mengandung banyak nukleus. Oomycota dapat dengan mudah ditemukan pada bingkai tubuh ikan atau bangkai tubuh hewan lainnya yang tergenang air sehingga sering juga disebut dengan jamur. Oomycota berkembang biak secara seksual dan aksesual.

Beberapa Oomycota hidup di saproit dengan cara menguraikan zat organik dari bangkai seperi Saprolegina. Beberapa di antaranya ad juga yang hidup parasit pada individu lainnya seprti Phytophtora dan Plasmospara viticola.

alt="" src="https://cdn.utakatikotak.com/finder/Gambar-Oomycota%20atau%20jamur%20air.jpg" style="height:317px; width:500px" />

Ciri-Ciri Oomycota :

  • Habitatnya di tempat yang lembab/perairan
  • Jamur air mempunyai hifa yang tidak bersekat (senositik)
  • Dinding sel dari selulosa
  • Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora yang memiliki dua flagel untuk berenang.
  • Reproduksi generatif dengan cara fertilisasi yang akan membentuk zigot yang tumbuh menjadi oospora.
  1. Acrasiomycota

     Acrasiomycota berbeda dengan Myxomycota. Acrasiomycota tetap mempertahankan identitasnya sebagai satu sel. Acrasiomycota merupakan individu utuh yang dipisahkan oleh membran, terutama pada saat membentuk agregat di salah satu tahap siklus hidupnya. Acrasiomycota merupakan organisme haploid, sedangkan pada Myxomycota didominasi oleh fase diploid. Acrasiomycota memiliki tubuh buah yang berfungsi sebagai alat reproduksi aseksual dan umumnya tidak memiliki fase berflagel.

alt="" src="https://cdn.utakatikotak.com/finder/Gambar-Acrasiomycota.jpg" style="height:325px; width:438px" />

Protista Mirip Tumbuhan (Alga)

Protista mirip tumbuhan uniseluler, sering disebut juga sebagai fitoplankton. Sedangkan Protista mirip tumbuhan multiseluler sering disebut alga. Protista fotosintetik ini tersebar secara luas di lautan dan danau-danau. Walaupun sebagaian termasuk organisme mikroskopik. Organisme ini memiliki peran yang sangat penting.

Fitoplankton di lautan menyumbangkan sekitar 70% dari semua aktivitas fotosintesis yang ada di muka bumi ini, yaitu menyerap karbondoksida, mengisi atmosfer dengan oksigen, dan menyokong siklus kehidupan dalam kehidupan air.

Ciri-ciri alga:

  1. Ukurannya beraneka ragam, ada yang berukuran mikroskopis (tidak tampak mata telanjang) seperti navicula, ada juga yang berukuran sangat besar seperti Macrocystis yang mencapai puluhan meter.
  2. Alga ada yang uniseluler dan multiseluler. Untuk yang bersel satu ada yang hidup berkoloni dengan bentuk-bentuk yang unik seperti bentuk bola, koma, ataupun cakram. Ada yang hidup individual. seperti
  3. Alga multiseluler ada yang berbentuk benang dan lembaran.
  4. Bereproduksi dengan dua cara seksual dan aseksual.
  5. Sebagian besar hidup di habitat berair seperti kola, danau, sungai, laut, rawa, tanah basah, batu, dan pohon.
  6. Alga dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis dengan memanfaatkan bahan-bahan organik dan cahaya matahari.

Protista mirip tumbuhan, dibagi menjadi 7 filum, yaitu Euglenophyta, Cryshophyta, Bacillariophyta (Diatomae), Pyrrophyta (Dinoflagellata), Rhodophyta, Phacophyta, dan Chlorophyta (Abdurahman, 2006).

alt="" src="https://cdn.utakatikotak.com/finder/Gambar-Protista-Mirip-Tumbuhan.jpg" style="height:374px; width:500px" />

Protista Mirip Hewan

              Protozoa yang menyerupai hewan dikenal dengan nama protozoa (protos = pertama, zoon = hewan). Sebagian protozoa adalah hewan eukariotik bersel tunggal dan mikroskopis. Protozoa dapat hidup pada air tawar, air laut, air payau dan ada juga yang hidup di dalam tubuh organisme multiseluler. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma , sitoplasma dan mitokondria.

 

Baca Juga :

Karakteristik Kingdom Monera, Ciri-ciri Umum dan Klasifikasi

 

Beberapa protozoa ada yang mempunyai peranan dalam menghancurkan sisa-sisa organisme yang telah mati, tetapi ada juga yang bersifat parasit di dalam tubuh organisme, misalnya dapat menyebabkan penyakit tidur, malaria, dan disentri. Protozoa hidup secara individual, tetapi ada juga diantara mereka yang hidupnya berkoloni.

Protozoa berkembangbiak dengan cara aseksual, yaitu dengan cara pembelahan biner dan membentuk spora serta secara seksual yaitu melalui konjugasi. Hewan ini memilki alat gerak berupa cilia, flagel, dan kaki semu (Pseudopia), tetapi ada juga yang tidak memiliki alat gerak.

alt="" src="https://cdn.utakatikotak.com/finder/Gambar-Protista-Mirip-Hewan.jpg" style="height:324px; width:500px" />

Pada dasarnya protozoa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Organisme uniseluler (bersel satu)
  2. Eukariotik (memiliki membran nukleus )
  3. Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni
  4. Umumnya tidak dapat membuat makananya sendiri (heterotof)
  5. Hidup bebas, saprofit dan parasit
  6. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup
  7. Alat gerak berupa pseudopia , silia atau flagela

Klasifikasi protozoa

  1. Berdasarkan struktur alat geraknya , filum protozoa dibedakan menjadi empat kelas:
  2. Kelas Rhizopoda (sarcodina)
  3. Kelas Ciliata
  4. Kelas Flagellata
  5. Kelas sporozoa

alt="" src="https://cdn.utakatikotak.com/finder/klasifikasi%20protozoa.jpg" style="height:344px; width:500px" />

Kelas Rhizopoda 

Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma sel, yang berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia. Perkembangbiakan secara tidak kawin melalui pembelahan biner dan pembentukkan kista.

Jenis yang paling mudah diamati adalah Amoeba. Pada Amoeba , pergerakkan Amoeba dengan menggunakan kaki semu terjadi karena adanya rangsangan makanan. Makananya dapat berupa ganggang, bacteri atau sisa-sisa organik. Ektoamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup liar di luar tubuh organisme lain (hidup bebas). Contohnya Amoeba proteus, Foraminifera , Arcella, Radiolaria. Entamoeba adalah jenis Amoeba yang hidup di dalam tubuh organisme , contohnya Entamoeba histolityca, dan Entamoeba coli.

Struktur tubuh Amoeba:

Sel dilindungi oleh membrane sel. Didalam selnya terdapat organel – organel, diantaranya inti sel, vakuola kontraktil, dan vakuola makanan.

Membrane sel atau membran plasma

  1. Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi protoplasma.
  2. Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula. Didalam endoplasma terdapat 1 inti, satu vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan. Inti sel (nukleus) berfungsi untuk mengatur selurug kegiatan yang berlangsung di dalam sel.
  3. Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil)
  4. Rongga berdenyut disini berfungsi sebagai organ eksresi sisa makanan. Vakuola kontraktil juga menjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekanan osmosis di sekitarnya.
  5. Rongga makanan (vakuola makanan )
  6. Rongga makanan atau sering disebut dengan vakuola makanan berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan melalui rongga berdenyut.
  7. Tempat hidup dan habitat

alt="" src="https://cdn.utakatikotak.com/finder/Gambar-Kelas-Rhizopoda.jpg" style="height:344px; width:483px" />

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :