10+ Alasan Kita Harus Pakai Toga Saat Wisuda. Filosofinya Keren, yang Udah Lulus Mestinya Tahu

Oleh : UAO - 15 August 2019 17:41 WIB

Sebagian besar orang yang pernah atau sedang berstatus sebagai mahasiswa, tentu tahu apa itu toga. Pakaian serba hitam lengkap dengan topi persegi dan talinya ini merupakan busana yang paling dinantikan bagi siapa saja yang menempuh pendidikan di bangku perkuliahan. Bagaimana tidak? Busana resmi yang jauh dari kesan modis ini biasa dikenakan dalam upacara wisudaan.

Meski saat memakainya timbul rasa bangga yang begitu besar, agaknya nggak semua orang tahu bagaimana sejarah maupun filosofi di balik penggunaan toga. Bahkan, toga buru-buru dikembalikan usai seremoni wisuda dirayakan, seolah toga sudah nggak penting lagi keberadaannya. Nah terus sejak kapan ya toga jadi melekat dengan wisuda dan kenapa juga tali di topinya harus disampirkan dari kiri ke kanan?! Yuk kita kulik fakta-faktanya bareng Hipwee News & Feature!

1. Toga berasal dari bahasa Latin ‘tego‘ yang berarti ‘penutup’. Kala itu, toga berbentuk kain sepanjang sekitar 6 meter yang dililitkan ke tubuh dan biasa dikenakan oleh pribumi Italia

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/01/hipwee-toga-640x338.jpg" style="height:158px; width:300px" />

2. Toga mulai berkembang di Romawi berupa sehelai mantel wol tebal yang dipakai setelah mengenakan cawat atau celemek. Hingga pada masa ini, toga tetap dianggap satu-satunya busana yang pantas dikenakan di luar ruangan

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/01/hipwee-e5b86ede2f0a16e9f63eaf76bcc2ca31-640x426.jpg" style="height:200px; width:300px" />

3. Seiring berjalannya waktu, pemakaian toga mulai bergeser dari busana sehari-hari menjadi pakaian resmi seremonial, termasuk acara kelulusan. bentuknya pun dimodifikasi menjadi sejenis jubah

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/01/hipwee-theog_mik-640x278.jpg" style="height:130px; width:300px" />

Digunakan untuk acara seremonial

4. Di Eropa, kostum kelulusan biasanya disebut gown. Sementara topinya yang berbentuk bujur sangkar disebut mortarboard, ada juga yang menyebutnya graduate cap atau black cap

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/01/hipwee-general-splash4-640x427.jpg" style="height:200px; width:300px" />

Digunakan sebagai kostum kelulusan

5. Penambahan komponen tali pada mortarboard diduga berasal dari tradisi orang Amerika, di mana semua jenis kelulusan dari tingkat sekolah dasar hingga jenjang perguruan tinggi selalu memakai gown dan mortarboard

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/01/hipwee-LEAD-BZ-Weber-State-Graduation-01-640x360.jpg" style="height:169px; width:300px" />

6. Selain melambangkan keagungan, toga yang berwarna hitam menyimbolkan misteri kegelapan yang berhasil dikalahkan oleh wisudawan/ti sewaktu di perkuliahan

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/01/hipwee-wisuda-2016-640x384.jpg" style="height:180px; width:300px" />

Para sarjana diharapkan mampu menyibak kegelapan dengan ilmu yang didapatkannya selama kuliah.

7. Topi toga yang berbentuk persegi dengan sudut-sudutnya dimaksudkan agar wisudawan/ti dituntut untuk berpikir secara rasional dan menilai segala sesuatu dari berbagai sudut pandang

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/01/hipwee-move-tassel-right-left-graduation_37118f19af4737a5-640x360.jpg" style="height:169px; width:300px" />

8. Tali pada topi toga diibaratkan sebagai otak. Pemindahan tali saat upacara wisuda dari kiri ke kanan berhubungan dengan pekerjaan yang akan dipilih setelah wisuda

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/01/hipwee-stikomwisuda2-640x426.jpg" style="height:200px; width:300px" />

Banyak yang beranggapan bahwa awalnya tali topi toga diletakkan di sebelah kiri karena pada saat kuliah, mahasiswa menggunakan otak kiri yang berhubungan dengan bahasa dan juga hafalan. Saat wisuda, tali dipindah ke kanan dengan harapan sarjana lebih menggunakan otak kanan yang berhubungan dengan daya imajinasi, kreativitas dan juga inovasi.

9. Selain itu, tali toga juga diibaratkan sebagai simbol pita pembatas buku. Saat dipindahkan, artinya seorang sarjana harus terus belajar dan menambah wawasan agar ilmunya nggak stagnan

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/01/hipwee-Grad-1567-640x441.jpg" style="height:207px; width:300px" />

10. Sedangkan prosesi pelemparan topi toga merupakan sebuah ekspresi kebahagiaan, layaknya mencorat-coret baju saat lulus SMA

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/01/hipwee-2882838.main_image-640x427.jpg" style="height:200px; width:300px" />

11. Selain sarjana, hakim dan sebagian pemuka agama juga mengenakan toga sebagai atributnya

alt="" src="https://cdn-image.hipwee.com/wp-content/uploads/2018/01/hipwee-kehakiman-640x427.jpg" style="height:200px; width:300px" />

Nah, setelah mengetahui asal usul hingga makna filosofis di balik pemakaian toga, harapannya bukan rasa bangga saja yang patut kamu sematkan, namun tugas seorang sarjana yang berjuang dengan ilmu pengetahuan juga harus kamu tanamkan. Satu hal yang mestinya menjadi perhatian adalah bagaimana caranya agar bisa menjadi orang yang berguna setelah lulus dan menyandang status sebagai sarjana, bukan semata soal perayaan wisuda dan pakai toganya saja.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :