7+ Fungsi Xilem dan Floem (Lengkap dengan Pengertian dan Gambarnya)

Oleh : Nurul Marta - 30 December 2021 07:00 WIB

Fungsi xilem dan floem – tumbuhan mampu menjalankan metabolismenya karena ia didukung oleh sebuah sistem jaringan pengangkut. Sama dengan manusia yang memiliki pembuluh darah yang memiliki fungsi yakni untuk mengirim berbagai jenis zat pada seluruh tubuh.

Nah pada tumbuhan, fungsi tersebut kita kenal dengan sebutan sistem pengangkut, yakni xilem dan floem. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba berbagi dan mengulas mengenai pengertian xilem dan floem, serta fungsi xilem dan floem.

Fungsi Xilem dan Floem

Xilem dan floem adalah jaringan pada tumbuhan yang saling terhubung. Jaringan pengangkut pada tanaman merupakan jaringan yang memiliki fungsi untuk mengangkut mineral yang dihasilkan dari proses penyerapan yang dilakukan oleh akar.

Jaringan xilem dan floem ini juga memiliki fungsi untuk mengangkut maupun menyalurkan fotosintat yang berasal dari daun keseluruh bagian tanaman untuk melangsungkan proses pertumbuhannya.

Berdasarkan sifat dan bentuknya jaringan pengangkut pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 jenis yakni jaringan xilem dan jaringan floem. Nah berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang fungsi jaringan xilem dan floem.

Jaringan Xilem (Jaringan Kayu)

Xilem merupakan tempat pengangkut air dan juga unsur hara yang diperoleh dari penyerapan akar menuju ke daun. Jaringan xilem adalah jaringan yang sangat kompleks dan tersusun dari berbagai jenis sel. Pada umumnya, xilem tersusun dari sel mati dengan dinding sel yang tebal dan juga mengandung lignin.

Selain itu xilem juga mempunyai fungsi yakni sebagai jaringan penguat untuk pertumbuhan pada tanaman. Jaringan xilem ini tersusun dari beberapa jenis komponne. Diantaranya adalah unsur trakeal, serat xilem dan parenkim xilem.

Unsur Xilem

Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai unsur-unsur yang ada pada xilem:

  • Trakea

Trakea ialah komponen xilem yang terdiri dari tabung-tabung yang berdinding tebal. Tabung tersebut dilapisi oleh selulosa sekunder dan juga oleh lignin, sehingga teksturnya kerasa dan kuat. Pada umumnya trakea hanya ada pada tumbuhan yang berbiji tertutup ataupun angiospermae. Sedangkan pada tumbuhan berbiji terbuka (gymsnospermae) komponen ini tidak ada, kecuali pada gnetaceae (family melinjo).

  • Trakeid

Traeid ialah trakea yang memiliki diameter yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan diameter trakea. Trakeida mempunyai diameter dengan rata-rata 30mm lebih kecil jika dibandingkan dengan trakea. Meskipun dinding selnya juga tebal dan juga berkayu, akan tetapi trakeida terdapat pada setiap tumbuhan yang berbiji.

  • Parenkim Xilem

Parenkim xilem biasanya terdiri dari beberapa sel yang masih hidup. Dapat kita jumpai pada xilem primer dan juga pada xilem sekunder. Didalam xilem sekunder terdapat 2 macam parenkim, yakni parenkim kayu dan satunya adalah jari-jari empulur. Parenkim kayu selnya dibentuk oleh sel yang membentuk fungsi unsur-unsur trakea yang sering mengalami penebalan pada dindingnya.

Parenkim jari jari empulur terdiri dari beberapa sel yang umumnya mempunyai dua bentuk dasar, yakni memiliki sumbu panjang ke arah radial dan sel sel yang bersumbu panjang ke arah vertikal. Sel sel parenkim xilem memiliki fungsi sebagai tempat untuk cadangan makanan yang berupa zat tepung. Zat tepung ini biasanya tertimbun hingga pada saat saat pertumbuhan kemudian akan berkurang bersamaan dengan kegiatan kambium.

Jaringan Floem (Pembuluh Tapis)

Floem atau jaringan tapis adalah jaringan pengangkut pada tumbuhan yang memiliki fungsi yaitu untuk mengankut dan menyalurkan hasil dari fotosintesis yang berasal dari daun kepada bagian tanaman sebagai proses pertumbuhannya. Jaringan floem terdiri dari sel hidup dan juga sel mati.

Sel-sel penyusunnya yakni sel pengantar, unsur-unsur kibral, parankim, sel albumen dan serat floem. Unsur kibral ialah sel penyusun floem yang memiliki pori dan juga memiliki fungsi sebagai tempat penyaring atau filter.

Sel ini dibagi menjadi dua komponen yakni sel tapis dan komponen pembuluh tapis. kedua komponen ini mempunyai dinding yang melintang dan menjadi penyekat setiap fotosintat yang akan disalurkan melalui jaringan ini.

Unsur Floem

Berikut ini adalah penjelasan mengenai unsur-unsur yang ada pada jaringan floem:

  • Parenkim Floem

Parenkim floem ialah jaringan parenkim yang terdapat pada jaringan pengankut tapis. Komponen penyusun dari floem ini memiliki fungsi yakni sebagai tempat untuk menyimpan karbohidrat, tanin, resin, lemak dan juga zat organik lainnya. Jaringan ini mempunyai dua sel yang memiliki fungsi yang berbeda, yakni sebagai sel pengantar dan sebagai sel albumen.

  • Sel Pengantar

Sel pengantar ialah sel penyusun floem yang berupa sel hidup yang memiliki sifat meristematik. Komponen tersebut diperkirakan memiliki fungsi sebagai pembawa hormon-horomon yang mampu menyembuhkan luka dan juga sebagai penyalur fotosintat bagi setiap sel tapis.

  • Sel Albumin

Sel albumin ialah sel jari empelur yang kaya dengan zat putih telur. Sel albumin ini berupa sel mati yang memiliki fungsi sebagai tempat perlindungan sel pengantar.

  • Serat Floem

Serat serat floem merupakan penyusun yang terdiri dari dua komponen floem, yakni komponen floem primer dan floem sekunder. Floem primer biasanya terdapat didalam organ-organ tumbuhan yang mengalami pertumbuhan memanjang. Sedangkan serat floem sekunder biasanya terdapat didalam sel sel kambium.

  • Unsur Tapis

Unsur unsur tapis memiliki ciri-ciri yakni adanya daerah tipis pada bagian dinding dan intinya hilang dari protoplas. Daerah tapis ini merupakan daerah noktah yang termodifikasi dan nampak sebagai daerah cekung pada dinding yang berpori-pori. Pori-pori tersebut dilalui oleh plasmodesmata yang menjadi penghubung antara dua unsur tapis yang saling berdampingan. Sel tapis ini adalah sel panjang yang pada ujungnya meruncing dibidang tangensial dan membulat pada bidang radial. Dinding lateral banyak mengandung daerah tapis yang berpori. pada komponen bulu tapis, dinding ujungnya akan saling menempel dengan dinding ujung sel yang ada di bawahnya ataupun yang ada di atasnya. Sehingga hal tersebut membentuk deretan sel-sel yang memanjang yang disebut dengan pembuluh tapis.

Tipe Dasar Jarinan Xilem dan Floem

Jika dilihat dari letak xilem dan floemnya maka berkas jaringan pengangkut dapat dibedakan menjadi 3 tipe dasar, berikut penjelasannya:

  • Kolateral

Tipe kolateral terjadi pada berkas jaringan pengangkut yang letak xilem dan floemnya berdampingan. Floem berada pada bagian luar, tipe kolateral ini dibagi lagi menjadi 3 bagian yakni

Kolateral Tertutup

Kolateral tertutup akan terbentuk apabila xilem dan floem tidak terdapat kambium namun terdapat parenkim. Berkas pengangkut tipe kolateral tertutup ini biasanya dikelilingi oleh jaringan sklarenkim.

Kolateral Terbuka

Pada bagian tipe ini diantara xilem dan floem terdapat kambium, misalnya pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae. Pada tipe ini kembium adalah penghubung antara xilem dengan floem.

Berdasarkan letaknya kambium dibedakan menjadi dua jenis yakni kambium fasikuler dan juga kambium interfasikuler.

Bikolateral

Jika xilem terdapat diantara xilem dan floem, maka hal terseb dinamakan dengan bikolateral. Pada bagian antara floem bagian luar dan xilem terdapat kambium, akan tetapi diantara xilem dan floem bagian dalam tidak terdapat kambium. Misalnya hal tersebut terdapat pada tumbuhan solanaceae.

  • Konsentris

Konsentris ialah jaringan pengangkung yang berada ditengah-tengah, sedangkan unsur jaringan pengangkut yang lainnya mengelilingi unsur yang berada di tengah tersebut.

Pada tipe konsentris ini letak xilem dikelilingi oleh floem dan juga sebaliknya. Tipe ini dibedakan menjadi dua jenis yakni:

Konsentris Amphikibral

Tipe ini letak xilemnya berada di bagian tengah-tengah dan floem mengelilingi xilem. Pada umumya dapat dijumpai pada tumbuhan yang tergolong dalam tumbuhan paku pakuan.

Konsentris Amphivasal

Pada tipe ini floem terletak pada bagian tengah-tengah, sedangkan xilem mengelilingi floemnya. Contoh ini dapat dijumpai pada tumbuhan cirdyline sp dan rizoma acorus calamus.

  • Radial

Tipe radial akan terjadi jika xilem dan floem bergantian menurut arah jari-jari lingkarannya. Misalnya terdapa pada akar primer tumbuhan dikotil dan akar pada tumbuhan monokotil.

Nah itulah penjelasan singkat tentang xilem dan floem lengkap dengan pengertian, unsur-unsur yang ada pada xilem dan floem lengkap dengan fungsi xilem dan floem.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :