MENENTUKAN JARAK TANAM

Oleh : Nurul Marta - 02 July 2019 10:47 WIB

Untuk mengoptimalkan produktivitas lahan dan produksi, maka salah satu hal penting adalah pengaturan jarak tanam. Jarak tanam adalah besarnya ruang antar tanaman dan barisan tanaman. Jarak tanam berlaku baik ketika menanam secara langsung di lahan maupun dalam wadah atau polybag.

Dalam sistem pertanian tradisional, umumnya petani menanam sebanyak-banyaknya dan berharap hasil panen lebih banyak. Ini keliru, mengapa? Menanam sebanyak-banyaknya tanpa memperhitungkan jarak tanam akan membuat pertumbuhan tanaman tumpang tindih sehingga daun saling menaungi. Daun yang tidak memperoleh sinar matahari tidak akan berfotosintesis, artinya daun sebagai dapur tanaman tidak menghasilkan apa-apa.

Akar bersaing memperebutkan air dan unsur hara membuat suplay ke daun terhambat sehingga sekali lagi, fotosintesis juga terhambat.

Apa arti penting jarak tanam dalam budidaya tanaman?

  • Jarak tanam menentukan berapa jumlah benih atau bibit yang kita butuhkan per satuan luas lahan
  • Sinar matahari sebagai sumber energi terbagi merata ke seluruh tanaman
  • Tidak ada kompetisi antar tanaman untuk 3 hal terpenting, yaitu cahaya matahari, unsur hara dan air.
  • Pertanaman yang rapat menyebabkan tingginya kelembaban di sekitar tanaman sehingga rentan terhadap serangan jamur penyebab berbagai penyakit tanaman.
  • Jarak tanam akan memudahkan pemeliharaan serta pengendalian hama dan penyakit tanaman
  • Produktivitas lahan. 
    Banyaknya tanaman tidak berarti kita akan memperoleh hasil yang lebih banyak dibandingkan bila kita menanam lebih sedikit. Produktivitas lahan yang optimum ditentukan oleh jarak tanam yang diperhitungkan dengan baik.

Bagaimana cara menentukan jarak tanam?. 
Kita jangan terlalu terpaku pada angka-angka yang tertera di buku mengenai jarak tanam. Itu adalah rekomendasi yang bersifat relatif artinya sangat bisa berubah sesuai dengan kondisi lingkungan dimana tanaman tersebut akan dibudidayakan.

alt="Jarak tanam" src="https://torajafarmer.files.wordpress.com/2017/12/presentation17-fileminimizer.jpg?w=620" style="height:443px; width:400px" />

jarak tanam menentukan produksi.

Faktor-faktor penentu jarak tanam :

  1. Varietas tanaman
    Satu jenis tanaman yang sama namun berbeda varietas bisa jadi akan memiliki jarak tanam yang berbeda. Misalnya sawi yang memiliki banyak varietas yang berbeda-beda habitus (perawakan) tanamannya.
  2. Lebar tajuk atau jangkauan percabangan tanaman.
  3. Jangkauan akar
    Pada umumnya kita anggap bahwa lebar jangkauan akar sama dengan lebar tajuk.
  4. Anakan. apakah tanaman menghasilkan anakan atau tidak. Jika anakan banyak maka jarak tanam akan jadi lebih lebar.
  5. Kesuburan lahan
    Semakin subur lahan maka jarak tanam dibuat semakin lebar karena tanaman akan tumbuh subur dan lebat.
  6. Ketinggian tempat. 
    Bila sebuah varietas non-spesifik (beradaptasi pada semua ketinggian tempat baik itu dataran rendah, menengah sampai tinggi) maka jarak tanam untuk dataran tinggi akan menjadi sempit karena pertumbuhan tanaman lebih lambat. Namun ini tidak berlaku bagi tanaman yang memang spesifik dataran tinggi misalnya wortel, kentang, kopi arabika, brokoli, tamarillo, markisa ungu dan sebagainya

Cara menghitung jarak tanam pada dasarnya menggunakan rumus di bawah ini:

“Jumlah Tanaman” = “Luas Lahan” dibagi “jarak tanam” atau “Luas Lahan” dibagi “jarak tanam” = “Jumlah Tanaman”

alt="rumus jarak tanam" src="https://kampustani.com/wp-content/uploads/2015/03/rumus-jarak-tanam-300x188.png" style="height:251px; width:400px" />

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :