Menurut Penelitian, Tanaman Sebenarnya Gak Suka Disentuh Lho!

Oleh : Nurul Marta - 24 June 2019 08:57 WIB

Masih suka iseng pegang atau metikin daun di jalan?

alt="Menurut Penelitian, Tanaman Sebenarnya Gak Suka Disentuh Lho!" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2019/06/plants-touch-889x592-4ff770b94baef69903afd6956e926c0b_600x400.jpg" style="height:267px; width:400px" />inhabitat.com

Kita selaku manusia sering kali membuat kesalahan sekecil apapun, termasuk pada tanaman yang mungkin bisa kita temukan di jalan atau di halaman rumah. Tahukah kamu kalau tanaman itu ternyata punya daya sensitifitas yang tinggi, lho. Lebih menakjubkan daripada yang bisa kita bayangkan. Mereka bisa mendengar ketika sesuatu ingin menyerang mereka, dan mereka pun mampu bertahan meskipun manusia menggunakan bahan kimia berbahaya. Beberapa bahkan memiliki indera penglihatan. Jadi, kamu tidak usah heran jika ternyata tanaman sangat tidak suka jika disentuh manusia, apalagi dengan tangan manusia yang jahil. Karena menurut penelitian, mereka memiliki reaksi sentuhan yang sangat kuat. Berikut ulasan lengkapnya!

1. Penelitian ini sudah dilakukan sejak lama

alt="Menurut Penelitian, Tanaman Sebenarnya Gak Suka Disentuh Lho!" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2019/06/1434976827-726364f0b3-b-4369192879c675cb8c1ac26291406172.jpg" style="height:300px; width:400px" />flickr.com

Tanaman membenci sentuhan sebenarnya bukan lagi hal baru lho bagi para ilmuwan. Pada awal 1960-an, misalnya, ilmuwan bernama Frank Salisburysedan mempelajari bagaimana tanaman cocklebur tumbuh dengan mengukur daunnya dengan penggaris setiap hari. Anehnya, dia memperhatikan bahwa tanaman yang dia ukur tidak tumbuh seperti tanaman yang tumbuh bebas, dan bahkan tanaman tersebut layu dan mati. Dia pun menyimpulkan bahwa hal itu terjadi karena dirinya selalu menyentuh tanaman itu, yang akhirnya membunuhnya. Satu dekade kemudian, seorang ahli fisiologi tanaman bernama Mark Jaffe menerbitkan karya pertama teekait fenomena ini - dan menciptakan istilah pertamanya dengan sebutan thigmomorphogenesis (dalam bahasa Yunani, thigmo berarti "sentuhan," morpho berarti "bentuk," dan genesis berarti "asal".) Dari selusin spesies tanaman yang ia libatkan dalam studinya, enam tanaman terlambat tumbuh setelah disentuh setiap hari. Namun, setelah beberapa hari tidak bersentuhan dengan tangan manusia, tanaman tersebut justru tumbuh dengan tingkat pertumbuhan reguler mereka.

2. Sentuhan dapat mengaktifkan gen tertentu yang akhirnya menghambat pertumbuhan

alt="Menurut Penelitian, Tanaman Sebenarnya Gak Suka Disentuh Lho!" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2019/06/plantsdontli-94d21715d11959cd0be662abca356d56.jpg" style="height:259px; width:400px" />phys.org

Pada tahun 1990, ahli biokimia tanaman Dr. Janet Braam menemukan bahwa pertumbuhan yang terhambat ini terjadi karena perubahan genetik. Menyentuh tanaman menyebabkan sejumlah gen tertentu diaktifkan, yang dinamai dengan gen "sentuhan" (TCH).

3. Penelitian pernah dilakukan oleh Universitas La Trobe

alt="Menurut Penelitian, Tanaman Sebenarnya Gak Suka Disentuh Lho!" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2019/06/460-e09e2b29a92e110085a3d16cf35d3f72.jpg" style="height:265px; width:400px" />latrobe.edu.au

Pada bulan Desember 2018, para peneliti di Universitas La Trobe di Australia mengamati lebih dekat fenomena ini untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di dalam tanaman ketika gen-gen ini aktif. Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan tanaman yang disebut thale cress (Arabidopsis thaliana), tanaman yang daunnya mengeluarkan minyak mustard beracun ketika serangga menyerang. Genus ini sama dengan tanaman yang digunakan dalam studi asli Braam. Para ilmuwan membelai daun tanaman dengan kuas secata lembut setiap 12 jam, lalu mengukur respons biologis mereka pada berbagai periode waktu setelah setiap kali menerima sentuhan.

4. Sentuhan mengubah genom tanaman itu sendiri

alt="Menurut Penelitian, Tanaman Sebenarnya Gak Suka Disentuh Lho!" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2019/06/scientists-reveal-that-plants-can-feel-when-we-touch-them-47fa24326afd46f49e15d0c989f711c9.jpg" style="height:200px; width:400px" />businessinsider.com

Hasilnya, mereka menemukan bahwa dalam 30 menit setelah disentuh, 10 persen dari genom tanaman berubah. Di tempat di mana tanaman telah disentuh, mitokondria mereka telah meningkatkan aktivasi gen yang dikenal untuk menekan respon sentuhan. Hal yang sama terjadi di bagian lain tanaman yang belum disentuh, meskipun pada tingkat yang lebih rendah. Mitokondria mengubah genom dengan mengutak-atik sistem kekebalan tanaman dan kadar hormon. "Hal ini menyebabkan terjadinya pengeluaran energi yang sangat besar yang diambil dari pertumbuhan tanaman. Jika sentuhan itu diulang, maka pertumbuhan tanaman berkurang hingga 30 persen," kata profesor Jim Whelan, peneliti utama studi dan direktur penelitian dari Institut Pertanian dan Makanan La Trobe.

5. Mengapa hal ini bisa terjadi?

alt="Menurut Penelitian, Tanaman Sebenarnya Gak Suka Disentuh Lho!" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2019/06/plants-touch-889x592-4ff770b94baef69903afd6956e926c0b.jpg" style="height:266px; width:400px" />inhabitat.com

Jawabannya cukup masuk akal.  Misalnya, jika tanaman tumbuh terlalu berdekatan, mereka akan mendapatkan lebih sedikit cahaya dan lebih sedikit nutrisi. Begitu juga dengan sentuhan.  Penelitian baru ini seharusnya bisa membantu petani agar bisa menentukan seberapa jauh jarak ruang tanaman untuk memastikan mereka tumbuh dengan baik. Jadi, tetap rawat tanamanmu dengan baik ya. Selalu disiram tepat waktu dan beri sinar matahari yang cukup. Tapi ingat,  jangan membelai atau menyentuh mereka.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :