Istilah-Istilah dalam Perdagangan dan Pengolahan Biji Kopi

Oleh : Nurul Marta - 10 May 2019 19:58 WIB

 

src="https://genagraris.id/storage/posts/May2019/xWBmPD3YFWlx3Mg6VeAA.jpg" style="height:124px; width:200px" />

 

Beberapa tahun terakhir permintaan komoditas kopi mengalami peningkatan signifikan, baik dari pasar ekspor maupun dari pasar dalam negeri. Untuk pasar dalam negeri, peningkatan permintaan utamanya dikarenakan adanya perubahan prilaku masyarakat, dari peminum kopi menjadi penikmat kopi. Ini ditandai dengan menjamurnya coffee shop sampai ke daerah rural. 

Istiah-istilah Kopi dalam Proses Pengolahannya

Tentunya peningkatan permintaan kopi itu juga berbanding lurus dengan peningkatan kualitasnya. Biji kopi dengan kuaitas yang baik merupakan hasil pengolahan yang baik yang memenuhi standar, utamanya kadar air, fermentasi dan keseragaman bijinya. Untuk itu, perlu diketahui juga istilah-istilah biji kopi dalam proses pengolahannya.

Beberapa istilah yang umum digunakan untuk membedakan jenis-jenis bahan olah dan produk akhir yang terkait dengan tahapan pengolahan kopi, diantaranya:

1. Kopi Gelondongan Basah

Istilah ini untuk menunjukkan kopi buah kopi hasil panen dari kebun, dimana kadar airnya masih berkisar 60 – 65 persen, dan biji kopinya masih ada kulitnya.

2. Biji Kopi HS

Istilah ini merujuk pada biji kopi berkulit tanduk hasil pengolahan buah kopi dengan pengolahan secara basah (wet process). Biji kopi HS adalah biji kopi yang daging buah dan lendirnya telah dihilangkan melalui beberapa tahapan proses mekanis yang memerlukan air dalam volume yang cukup banyak.

Kadar air biji kopi HS dalam kondisi basah berkisar 60-65 persen, seteah dikeringkan menjadi berkisar 12%.

3. Kopi Gelondongan Kering

Istilah ini merujuk pada buah kopi setelah diolah dengan proses pengolahan secara kering, tanpa melibatkan air untuk pengolahan. Biji kopi masih terlindungi kulit buah, daging buah, lapisan lendir, kulit tanduk, dan kulit ari, dalam kodisi kering dengan kadar air sekitar 12%.

4. Kopi Asalan

Biji kopi yang diolah dengan metode dan sarana yang sangat sederhana hingga kadar airnya masih relative tinggi, yaitu diatas 16%, tercampir dengan bahan-bahan lain non kopi dalam jumlah yang relative banyak. Biji kopi asalan biasanya diproses lagi untuk memenuhi standar mutu perdagangan.

5. Kopi Beras

Produk akhir pengolahan buah kopi, yang merujuk pada biji kopi siap jual. Biji kopi siap jual ini merupakan biji kopi kering, permukaan biji kopi sudah bersih dari lapisan kulit buah, dengan kadar air antara 12-13 persen. 

Kopi beras terbagi menjadi 2 jenis, biji kopi WP untuk kopi beras yang dihasilkan dari kopi basah, dan biji kopi DP, untuk kopi beras yang dihasilkan dari proses kering.

Lingkup Pengolahan Biji Kopi yang Memenuhi Standar Ekspor

Untuk mendapatkan mutu biji kopi yang memenuhi standar perdagangan utamanya ekspor-impor, biji kopi harus seragam, pengolahannya meliputi, cara atau teknik panen, pengupasan buah, fermentasi, pencucian, penjemuran, mengeringan mekanis, pengupasan kulit, sortasi, pengemasan dan pergudangannya harus dijaga secara ketat.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :