4 Kiat Generasi Milenial Raih Kesuksesan, Apa Saja?

Oleh : Nurul Marta - 04 March 2019 10:39 WIB

Dukungan teknologi menjadikan generasi milenial sukses dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Generasi dengan julukan ‘kutu loncat’ ini bisa raih kesuksesan dengan caranya sendiri. Benarkah demikian?

Label ‘kutu loncat’ disematkan para milenial karena perilaku mereka yang cenderung bergonta-ganti pekerjaan dalam kurun waktu yang relatif singkat. Saat ini, kid zaman now ini masuk di usia produktif. Tentu saja tengah merintis dan mengembangkan karier mereka. Sayangnya, di dunia karier, citra ‘kutu loncat’ sudah melekat dengan mereka.

Citra yang cenderung negatif ini bukan berarti mereka tidak bisa fokus, tidak bisa loyal pada pekerjaan, dan tidak dapat meraih kesuksesan. Mereka bisa meraih kesuksesan dengan caranya sendiri.

Menurut Psikolog industri dan organisasi sekaligus executive coach terakreditasi ICF, Meta Trisasanti, MBA, M.Psi, LCPC, ACC, generasi milenial terlahir dan dibesarkan di era kecanggihan teknologi. Dengan intervensi dari kecanggihan teknologi, segala sesuatu menjadi serba cepat dan instan sehingga orientasi lebih kepada hasil atau tujuan dan mengabaikan proses. Hal inilah yang mengesankan para milenial berkarakter tidak sabar dan ‘kutu loncat’.

“Mereka memiliki timeline sendiri untuk setiap tujuan mereka. Bila timeline mereka tidak sejalan dengan proses yang harus dilalui, mereka akan mencari opsi lain yang bisa memenuhi kebutuhan mereka dengan lebih cepat,” terang Meta.

Selain itu, generasi milenial memiliki rasa percaya diri yang besar dan karakter petualang. Mereka gemar menjelajah dan mencari tantangan baru yang sesuai dengan kebutuhannya. Dengan karakter petualang ini, mereka cepat beradaptasi dengan karier baru, inilah salah satu kelebihan generasi milenial.

“Meski terkesan bertindak tanpa memikirkan konsekuensi, para milenial dapat menyesuaikan diri dengan cepat. Menurut saya, semakin banyak pengalaman dan pengetahuan tentang sebuah pekerjaan, justru akan memperkaya wawasan. Yang perlu dijaga adalah komitmen terhadap tujuan masa depan, sehingga mereka akan lebih gigih dan tidak setengah-setengah dalam mendalami sebuah karier, meski dalam waktu singkat,” ungkap Meta.

Milenial memiliki kemampuan dan potensi besar menjadi pemimpin

alt="Ilustrasi Orang sukses" src="https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/0ISzSm0EYQUMvy7bf2HQOp2kL9c=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1588129/original/091637400_1494237759-1.jpg" style="height:225px; width:400px" />

Sementara itu, menurut Associate Director and Head of Office Leasing of Gunung Sewu Group, Maya Arviani, milenial juga memiliki kemampuan dan potensi besar menjadi pemimpin. Terpenting adalah asah kemampuan untuk menjadi leadership.

Untuk bisa mengasah kemampuan leadership, tak harus menunggu jabatan tertinggi dulu untuk membuktikannya. Bahkan bisa melakukannya saat kita berada di level staff ataupun ketika berada di dunia organisasi. Caranya adalah mampu meyakinkan orang dan berkontribusi untuk membuat sesuatu yang lebih baik.

“Gaya kepemimpinan ideal menurut saya adalah empowerment (pemberdayaan). Pengertianempowerment ini artinya orang-orang harus bisa diberikan kesempatan untuk bisa menyampaikan aspirasi dan pendapat,” jelas wanita yang pernah bekerja di IBM dan Microsoft ini.

Menurutnya, kunci sukses berkarier dan menjadi pemimpin adalah dengan menanamkan karakter kejujuran dan bekerja keras. Milenial harus punya integritas. Formula sukses yang dianutnya adalah utamakan karakter kejujuran dan kerja keras saat bekerja agar kita dihargai dan dipercayai orang sekitar. “Untuk mencapai karier yang sukses, yang terpenting adalah karakter,” ungkap Maya.

Berkaca dari pengalamannya memimpin, Maya meyakini bahwa timnya bisa berprestasi ketika ia mampu memberikan tantangan untuk mereka. Ia juga melibatkan bawahan untuk mampu memecahkan solusi sendiri dan membantu mereka mengembangkan analisanya. Selain itu, demokrasi juga penting dalam membangun sebuah tim, seperti tidak mengacu pada senioritas namun tetap respek kepada orang yang lebih tua.

Tantangan yang dihadapi generasi milenial sekarang adalah teknologi semakin canggih, jadi banyak pekerjaan yang diganti dengan robot atau mesin. Persaingan pekerjaan juga semakin tinggi karena adanya internet yang memungkinkan semua orang bisa melamar secara online. Untuk itu, Maya menyarankan agar milenial bisa mengasah hard skill dan soft skill agar tahu apa keunikan mereka dan dapat membedakan kita dengan generasi milenial lain.

4 Kiat Sukses Meniti Karier

alt="Ilustrasi Orang sukses" src="https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/lESxOLnHOXg7eHSUSBbvT3jgxUs=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1588133/original/037174600_1494237778-5.jpg" style="height:225px; width:400px" />

Berikut ini 4 kiat sukses para ‘kutu loncat’ dalam meraih sukses:

1. Mampu mengoperasikan teknologi

Dukungan teknologi yang super canggih, bukan tidak mungkin kalau generasi ini lebih sukses dibandingkan para pendahulunya. Tidak hanya mampu mengoperasikan teknologi yang diciptakan, tapi beberapa generasi milenial juga turut serta dalam proses pembuatan teknologi tersebut.

2. Membuka diri

Apalagi, dengan kemampuan, skill, dan ketersediaan informasi yang ada, generasi milenial tentu lebih mudah untuk meraih sukses asalkan disertai dengan praktik kiat-kiat sukses berikut ini seperti dikutip dari salah satu media online.

Membuka diri pada lingkungan yang lebih luas, dunia ini sangat luas, tidak mentok hanya pada satu wilayah saja. Dengan membuka diri, kesempatan yang datang pun jauh lebih luas karena memiliki koneksi yang tersebar di berbagai daerah. Sehingga peluang untuk meniti karier ke jenjang yang lebih tinggi pun akan terbuka lebar.

3. Menjaga konsentrasi saat menyelesaikan sesuatu

alt="3 Hal Penyebab Hilangnya Fokus dan Konsentrasi Saat Bekerja" src="https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/ovCqI48z9xzIexoJQQj7V3hqq_U=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1275841/original/008217000_1467034421-xconc1-24-1466766791.jpg.pagespeed.ic.9JHwnQjdHa.jpg" style="height:225px; width:400px" />

Apabila terlena dengan apa yang disediakan oleh teknologi, konsentrasi dalam bekerja pun akan hilang sehingga banyak tugas yang terbengkalai. Oleh karena itu, usahakan untuk fokus menyelesaikan apa yang sedang dikerjakan agar produktivitas selalu terjaga.

4. Peka dengan perubahan yang ada

Peka dengan perubahan yang ada, agar kesuksesan bisa diraih, pekalah terhadap perubahan. Buka diri untuk mempelajari dinamika perubahan yang ada dan ikutlah menjadi bagian di dalamnya. Maka, milenial pun lebih mudah untuk masuk ke kehidupan duniawi yang lebih kompleks.

Menyisihkan waktu untuk belajar, perlu belajar lebih giat lagi agar mampu memenangi persaingan dibandingkan orang lain. Akan punya nilai lebih yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan karya-karya brilian demi membangun hidup milenial yang lebih baik. Cakap mengambil peluang dan percaya diri adalah kunci sukses.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :