10 Fakta Sains Ini Ternyata Salah Kaprah Saat Kamu Pelajari di Sekolah

Oleh : Rizki Anugrah Ramadhan - 15 October 2018 08:47 WIB

Penelitian dan eksperimen dalam ilmu pengetahuan gak akan pernah berhenti dilakukan sepanjang hidup. Bukan gak mungkin di tengah penelitian kemudian ditemukan bahwa pemahaman dalam ilmu pengetahuan yang telah telanjur tersebar luas sebelumnya itu ternyata salah. Berikut adalah 10 pemahaman ilmu pengetahuan yang diajarkan di masa Sekolah Dasar kita dulu yang ternyata salah!

1. Air laut biru, bukan hanya karena warna langit

alt="10 Fakta Sains Ini Ternyata Salah Kaprah Saat Kamu Pelajari di Sekolah" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20181010/c1-e3b180befc39b9511cc7f5b1a9c43757.jpg" style="height:250px; width:400px" />

Banyak yang percaya bahwa danau atau lautan itu biru "hanya" karena mereka merefleksikan birunya langit. Sebenarnya air terlihat biru karena airnya memang biru.

Molekul air menyerap beberapa persen cahaya dan mereka menyerap frekuensi warna merah lebih banyak daripada biru. Efeknya sangat kecil, jadi warna birunya hanya menjadi jelas ketika melihat air dalam ketebalan beberapa meter (ini lebih gak berefek jika di dalam kolam dengan warna cat putih).

Di air laut atau air tawar yang kaya mineral, warna dari mineral yang larut juga akan terlihat. Refleksi langit memang berpengaruh, tapi itu hanya jika permukaan airnya sangat tenang dan hanya jika airnya dilihat pada sudut mata kurang dari rata-rata 10 derajat.

2. Listrik itu gak bergerak/berpindah tempat secepat cahaya

alt="10 Fakta Sains Ini Ternyata Salah Kaprah Saat Kamu Pelajari di Sekolah" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20181010/c2-0b03f03558b574fd904d3f7cecdfb0c5.jpg" style="height:225px; width:400px" />

Banyak buku tekstual yang menyebutkan bahwa listrik (elektron) di dalam kabel mengalir hampir secepat cahaya. Padahal elektron, memiliki massa dan itu artinya ia gak akan menyamai kecepatan cahaya akibat teori relativitas. Bahkan dalam elektroforesis, gerakan lambat dari pengisian listrik bisa dilihat langsung.

3. Lamanya tiap musim itu gak sama

alt="10 Fakta Sains Ini Ternyata Salah Kaprah Saat Kamu Pelajari di Sekolah" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20181010/c3-a043503b97a7ebef72403991437f73bc.jpg" style="height:250px; width:400px" /> alt="" src="https://wtf2.forkcdn.com/www/delivery/lg.php?bannerid=20157&campaignid=3268&zoneid=5203&loc=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fscience%2Fdiscovery%2Fbayu%2F10-fakta-sains-yang-ternyata-salah-kaprah-ketika-kamu-pelajari-di-sekolah-dulu&referer=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2F&cb=c43c9827cb" style="height:0px; width:0px" />

Berhubung bumi bergerak (revolusi) dalam kecepatan tertinggi ketika orbitnya berada paling dekat dengan matahari, musim panas di selatan/ musim dingin di utara adalah musim yang paling singkat. Sementara musim panas di utara/ musim dingin di selatan adalah musim yang paling lama. Meski begitu, perbedaan di bumi hanya terpaut beberapa hari lamanya. Namun jika di Mars, perbedaan itu dirasa sangat jauh.

4. Kamu gak akan terkena flu hanya karena suhu yang dingin

alt="10 Fakta Sains Ini Ternyata Salah Kaprah Saat Kamu Pelajari di Sekolah" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20181010/c4-73b0ae80c0f4b9e979e63731f4abbd51.jpg" style="height:225px; width:400px" />

Ada konsep salah yang telah menyebar luas bahwa flu umumnya disebabkan (atau makin rentan terinfeksi virusnya ketika) oleh kontak dengan cuaca dingin. Pada kenyataannya, flu umumnya disebabkan oleh hanya virusnya dan gak ada hubungannya sama sekali dengan suhu dingin.

5. Saturnus bukan satu-satunya planet di tata surya yang memiliki cincin

alt="10 Fakta Sains Ini Ternyata Salah Kaprah Saat Kamu Pelajari di Sekolah" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20181010/c5-8fb69b7c0ae4ae84ea926f5cd793bf58.jpg" style="height:320px; width:400px" />

Jupiter, Uranus dan Neptunus juga memiliki cincin. Persepsi salah tentang ini hanya karena cincin pada Saturnus adalah yang paling jelas terlihat dan paling secara visual nampak menarik.

6. Meteor itu gak panas ketika sudah mendarat di bumi

alt="10 Fakta Sains Ini Ternyata Salah Kaprah Saat Kamu Pelajari di Sekolah" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20181010/c6-11399acc290af7d9577454f37c5b006c.jpg" style="height:267px; width:400px" />

Ketika sebuah meteor mendarat di tanah, biasanya suhunya sudah gak panas. Suhu yang sering ditemui adalah hangat. Kecepatan tinggi yang dialami meteor sudah cukup melelehkan lapisan terluarnya, sementara lapisan dalamnya gak punya kesempatan menjadi panas karena batu adalah konduktor yang buruk untuk panas. Tekanan di atmosfer pun memperlambat jatuh meteor hingga tingkat kecepatan terminal, sehingga ia punya waktu untuk mendingin.

7. Awan gak terbentuk karena temperatur udara

alt="10 Fakta Sains Ini Ternyata Salah Kaprah Saat Kamu Pelajari di Sekolah" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20181010/c7-d61123e30fe11ff57b763ebdb340ae45.jpg" style="height:250px; width:400px" />

Selama ini secara salah dipahami bahwa awan terbentuk karena udara yang dingin menahan lebih sedikit uap air daripada udara yang hangat. Udara gak punya kapasitas untuk menahan uap air. Itu adalah karena temperatur airnya sendiri (dan lingkungan sekitarnya) yang menyebabkan kelembaban, kondensasi dan menghasilkan pembentukan awan.

8. Orang sebenarnya tahu bahwa bumi itu gak datar, bahkan sebelum Colombus

alt="10 Fakta Sains Ini Ternyata Salah Kaprah Saat Kamu Pelajari di Sekolah" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20181010/c8-6d909aa92473d164f4b4a4efbd3d5ca6.png" style="height:248px; width:400px" />

Banyak yang beranggapan bahwa Christopher Colombus merasa kesulitan mendapatkan dukungan karena para penduduk Eropa percaya pada bumi berbentuk datar. Bahkan, pelayar dan navigator waktu itu tahu bahwa bumi berbentuk bulat, namun gak setuju dengan estimasi Colombus terkait jarak ke Hindia. Kalau seandainya Amerika gak ada dan Colombus melanjutkan ke Hindia (bahkan mengesampingkan hukuman mati yang diberlakukan padanya), dia gak akan bertahan cukup lama untuk mencapainya.

9. Tembok Besar Tiongkok itu gak mudah dilihat dari luar angkasa

alt="10 Fakta Sains Ini Ternyata Salah Kaprah Saat Kamu Pelajari di Sekolah" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20181010/c9-8d2b06f2b2812ac27332f1b8e2bda544.jpg" style="height:267px; width:400px" />

Ketika pada orbit yang rendah, Tembok Besar Tiongkok bisa dengan jelas dilihat dari luar angkasa tapi itu gak bisa tergolong unik. Karena dari jarak yang sama, masih banyak objek buatan yang bisa terlihat dari bumi, gak hanya Tembok Besar Tiongkok, tapi juga: jalan tol, kapal, bendungan, perkotaan, ladang dan gedung pribadi. Berhubung diklaim sebagai satu-satunya objek buatan yang bisa dilihat dari bulan, para astronaut Apollo menyatakan bahwa mereka gak bisa melihat objek buatan apapun dari bulan, bahkan tembok besar itu sekalipun.

10. "Bagian yang selalu gelap" dari bulan itu gak ada

alt="10 Fakta Sains Ini Ternyata Salah Kaprah Saat Kamu Pelajari di Sekolah" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20181010/c10-a41abf1d0bfa321e036147006162d003.jpg" style="height:225px; width:400px" /> alt="" src="https://wtf2.forkcdn.com/www/delivery/lg.php?bannerid=20157&campaignid=3268&zoneid=5203&loc=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fscience%2Fdiscovery%2Fbayu%2F10-fakta-sains-yang-ternyata-salah-kaprah-ketika-kamu-pelajari-di-sekolah-dulu&referer=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2F&cb=bb672b46bb" style="height:0px; width:0px" />

Bulan itu berada pada orbit yang sinkron. Artinya, dibutuhkan waktu yang sama persis untuk berotasi sekali memutari aksisnya dengan satu orbit mengelilingi bumi - jadi bulan memiliki bagian terjauh dari bumi, karena ia selalu menunjukkan belahan bagian yang sama ke bumi.

Ketika bulan berada di antara matahari dan bumi, bulan akan mengalami siang hari pada "bagian terjauhnya dari bumi" dan mengalami malam hari pada "bagian terdekatnya dari bumi." Ketika bulan berada di 'belakang' bumi, bulan akan mengalami malam hari di "bagian terjauhnya" dan siang hari pada "bagian terdekatnya".

Itulah 10 hal yang selama ini dimengerti secara salah sejak kita sekolah. Memang jika ada perbaikan ilmu pengetahuan, mengubah isi kurikulum gak akan semudah itu. Proses revisi itu akan melewati tahapan yang sangat panjang sebelum bisa disampaikan sebagai ilmu ke siswa sekolah.

Seengaknya dengan kita gak berhenti membaca dan belajar, kita gak akan terkurung pada pemahaman yang sama. Terus belajar dan ketahui perkembangan ilmu pengetahuan ya!

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :