Bukan Pagi Hari, Inilah 4 Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi

Oleh : Nurul Marta - 15 September 2018 08:40 WIB

Selama ini, kopi identik dengan suasana pagi hari. Rutinitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dianggap akan lebih mudah kalau mendapat suntikan kafein sebelumnya.

Meski mayoritas merasa demikian, ternyata dilihat dari sisi medis, minum kopi di pagi hari justru tidak bagus untuk metabolisme tubuh lho. Sejumlah alasan dikemukakan oleh Lyndi Cohen, ahli gizi asal Sydney, Australia.

1. Morning coffee bisa mengganggu toleransi tubuh terhadap kafein

alt="Bukan Pagi Hari, Inilah 4 Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180227/kevin-bhagat-eaf2bde5572561fe7242c6f61f8088f2.jpg" style="height:267px; width:400px" />

Kopi baiknya dikonsumsi saat produksi hormon kortisol rendah, sedangkan pagi hari biasanya hormon ini berada pada puncaknya.

Hormon kortisol atau yang biasa disebut hormon stres ini berperan dalam meningkatkan kewaspadaan. Fungsi lainnya, membantu mengubah cadangan energi menjadi gula agar mudah dimanfaatkan tubuh sebagai bahan bakar. 

Fungsi ini mirip dengan yang akan kita dapat ketika mengkonsumsi kafein. Itulah sebabnya jika tingginya kortisol bertabrakan dengan kafein, akan ada fungsi ganda antara kafein dan kortisol. Sehingga, manfaat kopi jadi tidak efektif.

Hal ini mungkin menjawab pertanyaan kenapa seseorang bisa kecanduan minum kopi di pagi hari. Karena kamu butuh lebih banyak kafein untuk mengungguli tingginya hormon kortisol.

2. Pertengahan pagi (09.30 -11.30)

alt="Bukan Pagi Hari, Inilah 4 Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180227/brigitte-tohm-667c7e656c72502871f512e23edd767a.jpg" style="height:225px; width:400px" />

Secara umum, ada tiga waktu saat hormon kortisol mencapai puncaknya. Yakni sekitar pukul 8.00–9.00; pukul 12.00–13.00; dan terakhir pada pukul 18.00–19.00.

Untuk itu, ada baiknya tahan diri agar tak langsung minum kopi setelah bangun tidur. Biasanya pukul 09.30 -11.30 menjadi waktu di mana kadar kortisol dalam tubuh menurun. Saat inilah kafein akan bekerja maksimal dengan membangkitkan rasa "awas" yang sudah mulai kendor.

Lyndi menyarankan agar sesi minum kopinya berakhir sebelum jam makan siang dan maksimal pukul 14.00. Jika ingin tetap mengkonsumsi kafein, maka kamu bisa mengganti kopi  dengan teh. 

3. Sebelum olahraga

alt="Bukan Pagi Hari, Inilah 4 Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180227/alexander-redl-3a5f83c101f85b76b3d14507d06dbec6.jpg" style="height:250px; width:400px" />

Lyndi mengatakan minum kopi sebelum berolahraga ternyata juga punya manfaat. Efeknya, kita bisa mengangkat beban lebih berat atau berlari lebih cepat.

Ia juga menuturkan jika sudah banyak studi menunjukkan pengaruh kopi terhadap peningkatan performa dan energi, karena cepat diserap aliran darah. Sebaiknya, konsumsi kopi minimal 30 menit sebelum memulai olahraga untuk mendapat hasil yang maksimal.

Studi menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan metabolisme hingga 3-11 persen, ini membantu kita membakar lemak.

4. Hindari minum kopi di malam hari

alt="Bukan Pagi Hari, Inilah 4 Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180227/nolan-issac-ce5313d8e6f8c66335c559a3170a6d78.jpg" style="height:267px; width:400px" />

Efek kafein dalam tubuh bisa bertahan hingga 6 jam lamanya. Untuk itu, disarankan agar berhenti mengkonsumsi kopi di sore hari agar tak mengganggu kualitas tidur.

"Tiap orang punya toleransi berbeda terhadap kafein, tapi saya merekomendasikan pukul 14.00 adalah waktu terakhir untuk minum kopi," tutur Lyndi.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :