Setelah Terbiasa Begadang, Melakukan Sebaliknya Justru Membahayakan

Oleh : Lies Halizah - 19 May 2018 09:20 WIB

Di era modern ini makin banyak millennials yang hobi begadang. Baik itu tujuannya untuk mengerjakan tugas/proyek, bermain game, nonton drama/film secara marathon sampai sekedar browsing timeline dan terbawa ngakak dengan segala meme yang ada. Banyak penelitian menyebutkan bahwa semakin larut kamu tidur dan semakin siang kamu bangun, semakin kamu berisiko terkena berbagai komplikasi kesehatan serius.

Namun ternyata penelitian tersebut tidak cukup sampai di situ. Bukan hanya kebiasaan begadang akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, mengubah kebiasaan tersebut secara tiba-tiba juga bisa memperparah kondisinya. 

1. Orang yang terbiasa begadang meningkatkan risiko kematian 10 persen lebih cepat daripada mereka yang tidur lebih awal

alt="Setelah Terbiasa Begadang, Melakukan Sebaliknya Justru Membahayakan" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180503/a2-879e1c4c21747a1c43739fde111a13d3.jpeg" style="width:400px" />

Sebuah penelitian terbaru dari Northwestern Univerity dan University of Surrey di Inggris menemukan bahwa tukang begadang lebih rentan terkena berbagai penyakit dan gangguan (misalnya: diabetes, sakit mental, masalah syaraf, masalah usus dan penyakit jantung). Selain itu, menurut pemimpin penelitian, Kristen Knutson, selaku profesor neurologi di Northwestern’s Feinberg School of Medicine, penyebab mendasarnya masih perlu digali lagi dari para tukang begadang ini.

Penelitian yang dipublikasi dalam Chronobiology International ini menganalisa 433.268 orang yang berpartisipasi dalam UK Biobank. Mereka diajukan pertanyaan yang berhubungan dengan chronotype (jenis jam biologis) mereka atau pilihan waktu tidur dan durasinya dalam waktu 24 jam. Mereka perlu mengkategorikan diri mereka sendiri pada kelompok “orang pagi sejati”, “lebih ke orang pagi daripada malam”, “lebih ke orang malam daripada pagi” dan “orang malam sejati”.

2. Kebanyakan “orang malam” berisiko meninggal lebih cepat bukan karena kebiasaan kehidupan malamnya, tapi karena mereka terpaksa melawan jam biologis mereka sendiri

alt="Setelah Terbiasa Begadang, Melakukan Sebaliknya Justru Membahayakan" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180503/a3-1ed5b2c1c6f7b526e1bd7c989509eb19.jpeg" style="width:400px" />

Para peneliti menemukan bahwa 10.000 orang meninggal dalam 6,5 tahun setelah penelitian Biobank dan “orang malam sejati” risikonya terbukti meningkat 10 persen dibandingkan “orang pagi sejati”. Masalah utamanya adalah karena tukang begadang “dipaksa” harus menjalani hidup secara umum, yaitu: harus bangun pagi untuk berangkat kerja dan memulai hari lebih awal dari yang diinginkan jam biologisnya sendiri.

Menurut Knutson, ketidakcocokan antara jam biologis dengan jam eksternal inilah yang mengganggu ritme sirkadian. Ritme sirkadian adalah proses pengelolaan tubuhmu selama 24 jam, yang menentukan pola tidur, tingkat energi, hormon, suhu tubuh dan segala hal penting lainnya. Mengacaukan jam tidur yang tidak sesuai dengan jam biologismu akan sangat mengganggu ritme ini, yang sangat berdampak pada kesehatanmu.

3. Orang modern memiliki kualitas tidur yang buruk dibandingkan orang zaman dahulu karena adanya cahaya buatan, suhu yang lebih hangat dan tingkat stres yang lebih tinggi

alt="Setelah Terbiasa Begadang, Melakukan Sebaliknya Justru Membahayakan" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180503/a4-36614720598f919df580e35374ba04ce.jpeg" style="width:400px" />

Sayangnya, data Biobank hanya mencatat apakah seseorang termasuk “orang pagi” atau “orang malam”, bukan apakah jadwal tidur mereka sesuai dengan tipe jam biologisnya. Para ahli memang mengetahui pilihan waktu tidur mereka, tapi aktivitas keseharian mereka tidak diteliti lebih lanjut. Selain itu, budaya dan lingkungan juga bisa berpengaruh meskipun tidak signifikan. Besar kemungkinan hasilnya akan tetap serupa pada belahan dunia manapun, karena berbicara soal ritme sirkadian.

4. Kamu bisa jadi punya tipe jam biologis khusus sejak lahir, jadi sesuaikan karirmu dengan itu, jangan dipaksakan untuk melawan tubuhmu

alt="Setelah Terbiasa Begadang, Melakukan Sebaliknya Justru Membahayakan" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180503/a5-901965a3b9cea23b7ec9cfcdd83b4535.jpeg" style="width:400px" />

Jadi kalau kamu secara alami terbiasa tidur malam jam 3 dini hari dan bangun jam 11 pagi, carilah karir dan gaya hidup yang menyesuaikan itu. Jika tempat kerjamu ideal, pilihlah shift yang sesuai dengan jam biologismu, selama kamu diberikan hak untuk memilih. Kalau mau mengubah jam tidur, lakukan bertahap dan perlahan, jangan tiba-tiba karena ini akan merusak kesehatanmu secara keseluruhan. Pertahankan pergeseran waktu yang perlahan itu secara konstan.

alt="Setelah Terbiasa Begadang, Melakukan Sebaliknya Justru Membahayakan" src="https://cdn.idntimes.com/content-images/post/20180503/a6-2e73e45e413e96e330fa4d2511260e6f.jpeg" style="width:400px" />

Menjadi tukang begadang itu tidak melulu buruk kok, asal memang untuk tujuan yang bermandaat. “Orang pagi” memang cenderung lebih fokus pada tujuan dan teliti pada hal detail, tapi “orang malam” cenderung lebih kreatif dan terbuka dengan berbagai hal baru. Kalau kamu “orang malam”, jangan terlalu tergesa berpikiran bahwa kamu perlu mengubah dirimu. Mungkin yang kamu butuhkan adalah karir yang memfasilitasi sisi artistikmu dan membolehkanmu tidur di tengah hari, selama beberapa saat. Kamu termasuk tipe orang yang mana?

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :