Home » Kongkow » Bahasa Indonesia » Teks Eksposisi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh

Teks Eksposisi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh

Teks Eksposisi: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Contoh

Teks eksposisi adalah merupakan sebuah teks yang bersifat mengajak dan berisi sejumlah informasi yang ditulis secara ringkas dan jelas. 

Struktur Teks Eksposisi

Adapun struktur teks eksposisi yang diantaranya yaitu:

  1. Judul

Judul hendaknya menggambarkan sesuatu yang dibahas dalam teks Eksposisi. Judul hendaklah ditulis dengan kata-kata yang singkat, menarik dan sarat akan makna.

  1. Pernyataan Umum atau Tesis

Bagian ini berfungsi untuk memperkenalkan topik sekaligus menempatkan pembaca pada posisi tertentu. Karena dengan teks yang digunakan penulis itu ingin mengemukakan pendapat, maka pembaca bisa berada pada posisi yang sependapat atau pada posisi yang bersebrangan dengannya.

  1. Argumentasi atau alasan

Bagain dari teks Eksposisi adalah argumen atau alasan. Panjang dan pendeknya bagian ini tergantung pada jumlah argumen yang telah kalian kenalkan secara garis besar di dalam pernyataan umum, kemudian kalian menyebutkan ulang dan menjabarkan argumen tersebut dalam paragraf-paragraf. Pengembangan argumen menjadi paragraf ini dilakukan melalui penyajian contoh dan alasan.

  1. Penegasan Ulang Pendapat (Simpulan)

Pengulangan tersebut dilakukan dengan berdasarkan pada argumen yang telah disajikan di dalam bagian sebelumnya. Pengulangan opini bersifat pilihan, sehingga tidak semua teks Eksposisi mempunyainya.

 

Jenis Teks Eksposisi

Teks eksposisi mempunyai beragam jenis berdasarkan penggunaanya. Berikut jenis-jenis teks eksposisi.

  1. Teks eksposisi definisi
    Teks eksposisi definisi menjelaskan objek atau fenomena dengan fokus pada karakteristik tertentu.

  2. Teks eksposisi ilustrasi
    Teks eksposisi ilustrasi menjelaskan dengan mengilustrasikan atau menggambarkan suatu hal.

  3. Teks eksposisi proses
    Teks eksposisi proses menjelaskan proses (tahapan-tahapan) dalam melakukan sesuatu.

  4. Teks eksposisi berita
    Teks eksposisi berita menjelaskan mengenai fenomena atau kejadian tertentu.

  5. Teks eksposisi perbandingan
    Teks eksposisi perbandingan menjelaskan ide dengan cara membandingkan sesuatu.

  6. Teks eksposisi pertentangan
    Teks eksposisi pertentangan menjelaskan suatu pertentangan.

  7. Teks eksposisi analisis
    Teks eksposisi analisis mengidentifikasi gagasan utama menjadi per-sub bagian lalu dikembangkan secara berurutan.

  8. Teks eksposisi klasifikasi
    Teks eksposisi klasifikasi menjelaskan pembagian atau pengelompokan ke dalam kategori tertentu.

 

Tujuan Teks Eksposisi

Untuk menjelaskan informasi tertentu supaya dapat menambah ilmu pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks eksposisi maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.

 

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Adapun ciri-ciri teks eksposisi yang diantaranya yaitu:

  • Singkat dan Padat

  • Gaya informasi yang mengajak.

  • Penyampaian teksnya secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku.

  • Menjelaskan informasi-informasi pengetahuan.

  • Tidak memihak berarti tidak memaksakan kemauan dari penulis terhadap pembacanya.

  • Teks eksposisi bersifat objektif dan netral.

  • Penjelasannya disertai data-data yang akurat.

  • Fakta digunakan sebagai alat konkritasi dan kontribusi.

  • Umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana

 

Unsur atau kaidah kebahasaan Teks Eksposisi

Berikut adalah unsur atau kaidah kebahasaan yang ada di dalam teks eksposisi, antara lain:

1. Nomina / Kata Benda

Adalah kata yang merujuk pada benda, baik itu yang nyata atau abstrak. Pada kalimat dengan kedudukan sebagai subjek.

Dilihat dari bentuk serta maknanya, nomina dibagi menjadi:

  • Nomina dasar (meja, gambar, pisau, rumah).

  • Nomina turunan (pembelian, perbuatan, kekuatan, dan lainnya).

2. Pronomina / Kata Ganti

Merupakan salah satu jenis kata untuk menggantikan nomina / frasa nomina.

Pronomina bisa dikelompokan ke dalam dua macam yaitu:

  • Pronomina Persona / kata ganti orang yang dibagi menjadi dua macam, yaitu:

    • Persona Tunggal
      Contoh: Ia, anda, dia, aku, kamu, -nya, saudara, -ku, -mu, si-.

    • Persona Jamak
      Contoh: Kita, kalian, kami, hadirin, mereka, para.

  • Pronomina Non-Persona / kata ganti bukan orang yang dibagi menjadi dua macam, yaitu:

    • Pronomina Penunjuk
      Contoh: Ini, sini, itu, sana, situ.

    • Pronomina Penanya
      Contoh: Apa, siapa, mana.

3. Konjungsi /Kata Hubung

Berfungsi untuk memperkuat argumentasi.

Contoh konjungsi: Pada kenyataannya, lebih lanjut, kemudian.

4. Verba / Kata Kerja

Adalah kata yang mengandung makna dasar dari proses, perbuatan, maupun kondisi yang bukan sifat. Pada kalimat pada umumnya memiliki fungsi sebagai predikat.

5. Leksikal

Leksikal merupakan salah satu jenis kata yang menunjukkan suatu nomina kata benda, adjektiva kata sifat, verba kata kerja, serta kata keterangan adverbia.

Adjektiva sendiri merupakan kata yang digunakan untuk menerangkan kondisi atau sifat. Contonya suci, baik hati, alim, bersih, diam, dan lainnya.

6. Memuat Fakta

Memuat fakta yang sumbernya dari penelitian untuk kebutuhan data dalam penyajian informasi.

Contoh:

“Selepas makan berat, biasanya orang akan memakan kudapan atau camilan. Berdasarkan penelitian dari National Institute of Health, hal tersebut adalah kebiasaan baik karena bisa menjaga keseimbangan gula pada tubuh menjelang jadwal makan berat berikutnya”.

7. Menyatakan & Menjelaskan Pendapat.

Contoh:

“Meminum air putih merupakan salah satu yang paling esensial dalam tubuh. Hal tersebut dikarenakan selain 2/3 dari tubuh merupakan air, air juga bisa membersihkan tubuh dari racun serta menyumbang nutrisi yang penting pada sel – sel di dalam tubuh”.

8. Penegasan Pendapat

Penegasan pendapat berada di bagian penutup yang sifatnya objektif yang disertai dengan ragam ilmiah & kalimat efektif.

Contoh:

“Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya, dari uraian tersebut bisa disebut jika kalori yang terkandung di dalam makanan cepat saji sangat sedikit, sementara itu efeknya amat sangat buruk untuk kesehatan”.

Sumber :
Cari Artikel Lainnya