Home » Kongkow » Sosiologi » Syarat dan Proses Terjadinya Integrasi Sosial

Syarat dan Proses Terjadinya Integrasi Sosial

- Senin, 08 November 2021 | 15:10 WIB
Syarat dan Proses Terjadinya Integrasi Sosial

Integrasi sosial adalah pembauran sesuatu yang terpisah sampai menjadi satu kesatuan yang utuh. Arti dari pembauran itu sendiri adalah menyesuaikan, masuk ke dalam, melebur, dan menyatu. Sehingga semua hal tersebut bisa menjadi satu kesatuan. 

Baca juga: Apa yang dimaksud dengan integrasi sosial?

Syarat-syarat Integrasi Sosial

Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar anggota masyarakat tersebut sepakat mengenai struktur kemasyarakatan yang dibangun termasuk nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial. Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, syarat terwujudnya integrasi sosial adalah sebagai berikut.

1. Anggota-anggota masyarakat merasa berhasil saling mengisi kebutuhankebutuhan di antara mereka. Hal itu berarti kebutuhan fisik dan sosial mereka dapat terpenuhi oleh sistem sosial. Terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan tersebut menyebabkan setiap anggota masyarakat saling menjaga keterikatan antara satu dengan yang lainnya.

2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam hal-hal yang dilarang menurut kebudayaan.

3. Norma-norma dan nilai sosial itü berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijalankan secara konsisten deh seluruh anggota masyarakat.

Bagaimana proses terjadinya integrasi sosial?

Integrasi sosial dapat dilihat melalui proses-proses berikut.

1. Akulturasi

Akulturasi adalah proses penerimaan suatu kebudayaan baru di dalam kebudayaan asli. Proses kebudayaan baru ini terjadi tanpa menghilangkan kebudayaan asli yang terdapat di suatu wilayah. Masing-masing budaya tidak bercampur menjadi satu melainkan masih menunjukan ciri khas kebudayaannya masing-masing.

Salah satu faktor penyebab akulturasi yaitu migrasi penduduk, dimana pertemuan antara penduduk baru dan penduduk lama menyebabkan terdapat perbedaan budaya. Unsur-unsur baru yang dibawa tidak langsung diterima dan diadopsi begitu saja, jika mendatangkan manfaat masyarakat akan mengadopsi kebudayaan tersebut.

Proses akultutasi seringkali membuat suatu kebudayaan menjadi berkembang atau modern karena masyarakat akan mengadopsi kebudayaan yang menurut mereka memberikan manfaat atau keuntungan.

2. Asimilasi

Asimilasi merupakan suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada di antara individu atau kelompok dalam masyarakat. Dalam proses ini, setiap individu dalam masyarakat berusaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama. Saat itu, setiap anggota kelompok dan masyarakat tidak lagi membedakan dirinya dengan anggota yang lainnya. Batas-batas di antara mereka akan hilang dan lebur menjadi satu kesatuan.

Asimilasi ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama, walau terkadang bersifat emosional, dengan tujuan mencapai kesatuan (integrasi). Kebudayaan asing akan relatif mudah diterima apabila memenuhi syarat-syarat berikut ini.

(a) Tidak ada hambatan geografis, seperti daerah yang sulit dijangkau.

(b) Kebudayaan yang datang memberikan manfaat yang lebih be┼čar bila dibandingkan dengan kebudayaan yang lama.

(c) Adanya persamaan dengan unsur-unsur kebudayaan lama.

(d) Adanya kesiapan pengetahuan dan keterampilan tertentu.

(e) Kebudayaan itü bersifat kebendaan.

3. Akomodasi

Akomodasi merupakan suatu proses usaha manusia untuk meredakan pertentangan dan mencapai kestabilan. Akomodasi di dalam masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan pertentangan atau konflik tanpa menghancurkan pihak lawan. Akomodasi akan meredakan konflik dan menjadikan interaksi yang bersifat lebih damai.  Akomodasi dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia diharapkan dapat membentuk sebuah masyarakat yang damai tanpa hadirnya perpecahan. Adanya akomodasi membuat berbagai kelompok sosial dapat menyesuaikan diri dengan kelompok sosial lain sehingga diharapkan terbentuk integrasi sosial.

 

Credits Photo: NusantaraNews.co

Cari Artikel Lainnya