Gambar Bangun Datar Beserta Rumusnya

Oleh : UAO - 19 April 2022 12:00 WIB

Berikut ini gambar bangun datar dan rumusnya.

1. Persegi

Pengertian Persegi

Persegi merupakan suatu bangun datar 2 dimensi yang terbentuk oleh 4 buah rusuk dengan memiliki ukuran sama panjang serta memiliki 4 buah sudut siku – siku. Persegi juga bisa kita sebut sebagai bangun datar yang mempunyai sisi sisi sama panjang serta sudut sudut sama besar.

Sifat Persegi

  1. Seluruh sisi-sisinya memiliki ukuran panjang yang sama serta seuruh sisinya berhadapan sejajar.

  2. Masing-masing sudut yang dimilikinya adalah sudut siku-siku.

  3. Memiliki dua diagonal dengan ukuran panjang yang sama sama serta berpotongan di tengah-tengah dan membentuk sudut siku-siku.

  4. Pada masing-masing sudutnya di bagi dua sama besarnya oleh diagonalnya.

  5. Memiliki empat buah sumbu simetri.

Baca juga: 8 Macam Bangun Datar

Rumus Bangun Datar Persegi

Berikut ini adalah beberapa rumus yang biasa digunakan pada bangun persegi, antara lain:

Rumus luas persegi, yaitu:

L = r x r

Rumus keliling persegi, yaitu:

K = r + r + r + r ataupun K = 4 x r

Keterangan:

  • L: Luas

  • K: Keliling

  • S: Panjang Rusuk

2. Persegi Panjang

Pengertian Persegi Panjang

Persegi panjang meurpakan suatu bangun datar 2 dimensi yang terbentuk oleh 2 buah pasang rusuk yang panjang serta sejajar dan memiliki 4 buah sudut siku – siku.

Sifat Bangun Datar Persegi Panjang

  1. Masing-masing sisi-sisi yang berhadapan memiliki ukuran sama panjang dan juga sejajar.

  2. Seluruh sudutnya merupakan sudut siku-siku.

  3. Mempunyai dua buah diagonal yang sama panjang serta saling berpotongan di titik pusat bangun persegi panjang. Titik tersebut adalah membagi dua bagian diagonal dengan ukuran sama panjang.

  4. Mempunyai dua buah sumbu simetri yakni sumbu vertikal dan juga sumbu horizontal.

Rumus yang ada pada Bangun Datar Persegi Panjang

Rumus luas persegi panjang, yaitu:

L = p x l

Rumus keliling persegi panjang, yaitu:

K  = 2 x (p + l)

Keterangan:

  • L: Luas

  • K: Keliling

  • p: panjang

  • l: lebar

3. Segitiga

Pengertian Bangun Datar Segitiga

Segitiga merupakan suatu bangun datar 2 dimensi yang dibentuk oleh 3 buah sisi yang berwujud garis lurus serta 3 buah sudut.

Sehingga bangun datar yang terbentuk dari tiga atau lebih garis lurus disebut sebagai segitiga.

Segitiga juga menjadi bangun datar yang penting dalam sebuah desain rumah, bagi kamu yang ingin melihat referensi rumah indah impian maka bisa kunjungi ruangarsitek.id

Baca juga: Macam Simetri Lipat dan Simetri Putar Bangun Datar

Sifat Bangun Datar Segitiga

  1. Pada bangunan segitiga, ketiga sudutnya memiliki besaran 180º. (jika dijumlahkan hasilnya 180)

  2. Sifat Segitiga mempunyai 3 sisi serta 3 titik sudut.

Rumus yang ada pada Bangun Datar Segitiga

Rumus luas segitiga yaitu:

Luas = ½ x a x t

Rumus keliling segitiga yaitu:

Keliling = s + s + s atau K = a + b + c

4. Jajar genjang

Pengertian Bangun Datar Jajar genjang

Pengertian dari jajar genjang sendiri merupakan suatu bangun datar 2 dimensi yang dibentuk atas 2 buah pasang rusuk yang di mana pada masing – masing nya memiliki ukuran sama panjang serta sejajar dengan pasangan nya.

Kemudian jajar genjang memiliki 2 buah pasang sudut siku – siku yang di mana pada masing – masing sudutnya sama besar dengan sudut di depan nya.

Sifat Bangun Datar Jajar genjang

  1. Sifat pada Jajar Genjang tidak memiliki simetri lipat.

  2. Jajar Genjang memiliki simetri putar tingkat dua.

  3. Sudut Jajar Genjang yang berhadapan memiliki ukuran yang sama besar.

  4. Jajar Genjang memiliki 4 sisi serta 4 sisi sudut.

  5. Diagonal yang dimilikinya memiliki panjang yang tidak sama.

  6. Jajar Genjang memiliki 2 Pasang Sisi yang sejajar serta sama panjang.

  7. Jajar Genjang memiliki 2 buah sudut tumpul dan 2 buah sudut lancip.

Rumus yang ada pada Bangun Datar Jajar genjang

Nama

Rumus

Keliling (Kll)

Kll = 2 × (a + b)

Luas (L)

L = a × t

Sisi Alas (a)

a = (Kll ÷ 2) – b

Sisi Sisi Miring (b)

a = (Kll ÷ 2) – a

t diketahui L

t = L ÷ a

a diketahui L

a = L ÷ t

5. Trapesium

Pengertian Bangun Datar Trapesium

Pengertian dari trapesium sendiri merupakan suatu bangun datar 2 dimensi yang dibentuk dari 4 buah rusuk yang 2 buah di antaranya merupakan saling sejajar namun panjang nya tidak sama.

Tetapi terdapat juga trapesium yang rusuk ketiganya merupakan tegak lurus pada rusuk – rusuk sejajar nya yang biasa dikenal dengan sebutan trapesium siku – siku.

Sifat Bangun Datar Trapesium

  1. Trapesium adalah bangun datar dengan 4 sisi (quadrilateral).

  2. Memiliki 2 sisi sejajar yang tidak sama panjang.

  3. Memiliki 4 buah titik sudut.

  4. Minimal pada bagun datar trapesium memiliki 1 titik sudut tumpul

  5. Trapesium memiliki 1 simetri putar.

Rumus yang ada pada Bangun Datar Trapesium

Nama

Rumus

Luas (L)

Keliling (Kll)

Kll = AB + BC + CD + DA

Tinggi (t)

Sisi a (CD)

atau CD = Kll – AB – BC – AD

Sisi b (AB)

atau AB = Kll – CD – BC – AD

Sisi AD

AD = Kll – CD – BC – AB

Sisi BC

BC = Kll – CD – AD – AB

6. Layang – layang

Pengertian dari layang – layang sendiri merupakan suatu bangun datar 2 dimensi yang di bentuk oleh 2 buah segitiga sama kaki serta berbentuk segiempat di mana memiliki alas yang berhimpitan dan berbentuk menjadi suatu layang – layang.

Sifat Bangun Datar Layang – layang

  1. Layang-layang adalah suatu bangun datar dengan 4 sisi (quadrilateral).

  2. Memiliki 2 pasangan sisi yang membentuk sudut yang berbeda.
    Pasangan 1 merupakan sisi a dan b, membentuk sudut ∠ABC.
    Pasangan 2 merupakan sisi c dan d, membentuk sudut ∠ADC.

  3. Memiliki sepasang sudut yang saling berhadapan dengan besar ukuran yang sama.
    Sudut ∠BAD serta ∠BCD saling berhadapan dan memiliki besar yang sama.

  4. Memiliki 2 diagonal dengan panjang yang berbeda.

  5. Diagonal layang-layang saling tegak lurus (90º).

  6. Diagonal terpanjang adalah sumbu simetri layang-layang.

  7. Layang-layang hanya mempunyai 1 sumbu simetri.

Rumus yang ada pada Bangun Datar Layang – layang

Nama

Rumus

Luas (L)

L = ½ × d1 × d2

Keliling (Kll)

Kll = a + b + c + d

Kll = 2 × (a + c)

Diagonal 1 (d1)

d1 = 2 × L ÷ d2

Diagonal 2 (d2)

d2 = 2 × L ÷ d1

a atau b

a = (½ × Kll) – c

c atau d

c = (½ × Kll) – a

7. Belah Ketupat

Belah Ketupat merupakan suatu bangun datar 2 dimensi yang dibentuk oleh 4 buah sisi dengan ukuran sama panjang serta memiliki 2 pasang sudut bukan siku-siku dengan sudut yang saling berhadapan memiliki besar sama.

Dalam bahasa inggris, belah ketupat disebut sebagai rhombus.

Sifat Bangun Datar Belah Ketupat

  1. Keempat sisinya sama panjang.

  2. Memiliki 2 diagonal yang saling tegak lurus.
    Diagonal 1 (d1) dan diagonal 2 (d2) pada belah ketupat saling tegak lurus membentuk sudut siku-siku (90°).

  3. Sudut yang saling berhadapan memiliki besar yang sama.
    Pada belah ketupat sudut yang berhadapan memiliki besar yang sama. Ilustrasi di atas menunjukkan besar sudut ∠ABC = ∠ADC dan ∠BAD = ∠BCD.

  4. Besar pada keempat titik sudutnya 360º.

  5. Memiliki 2 sumbu simetri yang di mana adalah diagonalnya.

  6. Belah Ketupat memiliki Simetri Putar tingkat 2.

  7. Memiliki 4 buah sisi dan 4 buah titik sudut.

  8. Keempat sisi belah ketupat mempunyai panjang yang sama.

Rumus yang ada pada Bangun Datar Belah Ketupat

Nama

Rumus

Keliling (Kll)

Kll = s + s + s + s

Kll = s × 4

Luas (L)

L = ½ × d1 × d2

Sisi (s)

s = Kll ÷ 4

Diagonal 1 (d1)

d1 = 2 × L ÷ d2

Diagonal 2 (d2)

d2 = 2 × L ÷ d1

8. Lingkaran

Pengertian Lingkaran

Lingkaran adalah bangun datar dua dimensi dibentuk oleh himpunan semua titik yang mempunyai jarak sama dari suatu titik tetap.

  • Pusat lingkaran (P): Titik tetap pada lingkaran disebut sebagai pusat lingkaran.

  • Jari-jari (r): jarak titik lainnya pada pusat lingkaran disebut sebagai jari-jari lingkaran.

  • Garis lengkung: Himpunan seluruh titik lingkaran lalu membentuk garis lengkung yang menjadi keliling lingkaran.

  • Diameter (d): garis yang ditarik oleh dari dua titik pada garis lengkung dan melewati titik pusat disebut sebagai diameter (d). Diameter lingkaran memiliki panjang 2 × r.

  • phi (π): nilai perbandingan antara keliling serta diameter lingkaran selalu konstan yakni 3,14159 (dibulatkan menjadi 3,14) atau 22/7. Nilai ini didapatkan dari Keliling ÷ Diameter = phi.

Sifat Bangun Datar Lingkaran

  1. Mempunyai simetri putar tak terhingga.

  2. Mempunyai simetri lipat dan juga sumbunya yang tak terhingga.

  3. Tidak memiliki titik sudut.

  4. Memiliki satu buah sisi.

Nama

Rumus

Diameter (d)

d = 2 × r

Jari-jari (r)

r = d ÷ 2

Luas (L)

L = π x r x r
atau
L = π x r2

Keliling (Kll)

Kll = π x d

Mencari r

r = kll/ 2π

r = √L/ √π

Demikianlah ulasan singkat kali ini yang dapat kami sampaikan. Semoga ulasan di atas dapat kalian jadikan sebagai bahan belajar kalian.

Tag

Artikel Terkait

Kuis Terkait

Video Terkait

Cari materi lainnya :